Posts Tagged With: yang

PUISI : Yang Kekal Abadi

kekal

kekal

Kekayaan akan hilang

Kecerdasan akan melayang

Pengalaman akan terbang

Jabatan tinggipun akan dibuang

 

Hanya kasih yang abadi

Ketaatan kan dibawa mati

Kesetiaan tak kan berhenti

Saat menghadap Tuhan nanti

 

Jangan kejar apa yang sementara

Peganglah apa yang tak kan sirna

Yang abadi kan menyertai selamanya

Hidup kita kan bahagia di surga baka

 

(Gembala Sion)

Iklan
Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Harta Yang Terpendam

“Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.” Matius 13:44.

Harta yang terpendam adalah merupakan suatu perumpamaan tentang Kerajaan Sorga. Yaitu seorang yang menemukan harta yang terpendam di suatu ladang. Kemudian ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Perumpamaan ini menjelaskan bahwa harta yang terpendam adalah merupakan suatu keselamatan dengan segala kekayaan rohaninya. Yang jauh lebih berharga dibandingkan dengan segala harta benda yang nampak di dalam dunia. Saat seorang menyadari akan keselamatan dan kekayaan rohani yang sangat berharga ini. Mereka rela menjual segala harta benda yang nampak untuk membeli kekayaan rohani yang jauh lebih berharga. Menjual segala miliknya artinya rela menjual atau berkorban atas segala sesuatu yang telah dimiliki, untuk dapat menikmati kekayaan rohani yang jauh lebih berharga.

Sadarilah bahwa kekayaan rohani adalah harta terpendam yang tidak nampak, yang jauh lebih berharga daripada harta kekayaan dunia. Relakanlah untuk mengorbankan segala milik kekayaan dunia untuk dapat meraup kekayaan rohani yang jauh lebih berharga. Amin. Dari kota SION TUHAN YESUS memberkati.

(Pdt Agus Widjianto, M.Th).

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Hati Yang Menyala

Kadang hatiku bagai api yang membara

Terasa panas membakar merah menyala

Ketika amarah sedang meledak  dalam dada

Seakan tak bisa padam oleh apapun jua

 

Kadang hatiku bagai gunung es batu

Terasa dingin keras membeku

Ketika kekecewaan sedang membelenggu

Seakan tak kan mencair meski oleh seribu rayu

 

Kadang hatiku bagai emas permata

Terasa menyala terang bercahaya

Ketika Firman Tuhan menyentuh jiwa

Tetap bersinar meski sejuta badai menerpa

 

(Sion, Pdt Agus Widjianto, MTh).

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Hidup Yang Mulia

Hidupku memang bukan barang mainan

Yang hanya dipakai sebagai bahan tertawaan

Hidupku juga bukan sekedar asal-asalan

Yang dibiarkan asal dapat makan

 

Hidupku adalah KRISTUS

Yang diberikan oleh Sang Penebus

Agar dapat menjadi penerus

Dalam memberitakan Injil YESUS

 

Hidupku adalah hidup yang mulia

Sebab diberikan oleh BAPA DI SURGA

Tuk melakukan pelayanan yang luar biasa

Agar segala kemuliaan hanya bagi DIA

 

(Sion, Pdt Agus Widjianto, MTh)

 

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Perkataan Yang Kekal

“Ah, kiranya perkataanku ditulis, dicatat dalam kitab, terpahat dengan besi pengukir dan timah pada gunung batu untuk selama-lamanya!” Ayub 19:23

Perkataan yang kekal. Demikianlah menjadi doa dan harapan Ayub, agar perkataannya di tulis, dicatat dalam kitab, terpahat dengan besi pengukir dan timah pada gunung batu untuk selama-lamanya. Dan jadilah apa yang menjadi doa Ayub. Meski perkataan itu harus keluar dari dalam penderitaan yang berat. Namun penderitaan berat yang dialami Ayub itulah yang menghasilkan perkataan yang kekal. Yang layak diabadikan di dalam kitab untuk selama-lamanya. Seandainya Ayub tidak harus menjalani penderitaan itu. Pastilah perkataannya tidak diabadikan karena tidak layak.

Demikianlah sering Allah mengijinkan berbagai-bagai pergumulan berat harus kita hadapi. Dari berbagai-bagai pergumulan itulah yang akhirnya menghasilkan perkataan-perkataan yang sanggup memberkati orang lain, bahkan layak untuk diabadikan dalam sebuah kitab. Janganlah bersungut-sungut atas setiap penderitaan yang kita hadapi. Sebab dari penderitaan itulah yang menjadikan perkataan kita menjadi berkat.

Jadikan penderitaan sebagai suatu proses pembentukkan agar setiap perkataan kita dapat memberkati dan layak di tuliskan dalam kitab. Amin.

(Sion, Pdt Agus Widjianto, MTh).

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Mendoakan Orang Yang Berbeda Pendapat

“Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian.” Filipi 1:9

Perbedaan pendapat. Begitu banyak perbedaan pendapat yang ada di dalam dunia ini. Hingga begitu susahnya kita bersatu. Dalam perbedaan pendapat biasanya kita lebih sering berdebat, memisahkan diri atau tidak sedikit kita bermusuhan.

Rasul Paulus memiliki pengalaman dalam perbedaan pendapat. Ia lebih suka mendoakan dari pada berdebat. Ia mendoakan orang-orang yang berbeda pendapat dengannya agar, orang-orang itu kasihnya makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian. Sangatlah bijaksana menjelaskan hal yang benar kepada orang lain yang tidak mengerti. Namun hal itu tidaklah cukup, perlu kita juga mendoakan agar mata hati mereka terbuka sehingga kasihlah yang berlimpah, dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian.

Sampai saat ini ada begitu banyak aliran gereja yang bermacam-macam. Di antara begitu banyaknya aliran itu, sebagian besar mereka tidak dapat bersatu, susah untuk saling mengasihi satu dengan yang lain. Lebih banyak saling menyerang satu dengan yang lain. Saling merasa dirinya lebih benar. Saling memisahkan diri, menjauh dan hampir jarang untuk dapat bekerja sama. Merasa tidak ada ikatan. Berdiri sendiri-sendiri. Setiap pertemuan lebih banyak dihabiskan untuk saling berdebat. Sudah saatnya kita meneladani Rasul Paulus, yaitu untuk saling mengasihi, agar berlimpah dalam pengetahuan yang benar dan segala macam pengertian.

Saling mendoakan adalah jalan keluar untuk solusi perbedaan yang ada. Amin. Dari KOTA SION TUHAN YESUS memberkati.

(HambaNYA, Pdt Agus Widjianto, MTh).

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Persekutuan Yang Erat Dengan Tuhan

PERSEKUTUAN YANG ERAT DENGAN TUHAN

“Lalu pulanglah kedua murid itu ke rumah. Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, Kata Yesus kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?” Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: “Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya.” Yohanes 20:10,11,15.

Dalam minggu-minggu ini adalah saat penampakan TUHAN YESUS, sebelum kita merayakan kenaikanNYA ke surga. Penampakan TUHAN YESUS tidak harus secara fisik. Dapat dirasakan secara rohani. Melalui hadiratNYA yang kita rasakan secara kuat, atau tanda-tanda kehadiranNYA yang lain.

Maria magdalena adalah seorang wanita yang paling berbahagia. Sebab dialah yang pertama-tama melihat kebangkitan TUHAN YESUS, berjumpa secara langsung dan berkomunikasi. Peristiwa itu ia alami oleh karena Maria Magdalena memiliki kerinduan yang kuat untuk dapat memiliki persekutuan yang erat dengan TUHAN YESUS. Hal itu ia buktikan, pada saat murid-murid TUHAN YESUS pulang ke rumah. Maria Magdalena tidak pulang melainkan mendekat, menangis dan memperhatikan kubur yang kosong itu. Disitulah ia berjumpa dengan TUHAN YESUS.

Teladan yang baik dapat kita ambil dari pengalaman Maria. Yaitu krasan dekat dengan TUHAN YESUS. Tidak tergesa-gesa pulang. Milikilah persekutuan yang erat dengan TUHAN YESUS untuk betah bersekutu dengan TUHAN dan tidak tergesa-gesa selesai atau pulang.

Betah bersekutu dengan TUHAN akan membawa kita berjumpa denganNYA. Amin. Dari Kota SION TUHAN YESUS memberkati.

(Pdt Agus Widjianto, MTh).

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Tempat Yang Tinggi Didalam Kerajaan Surga

TEMPAT YANG TINGGI DI DALAM KERAJAAN SURGA

“Siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga”. Matius 5:19

Tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Surga. Tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Surga adalah dambaan setiap orang. Sebuah tempat yang terhormat, mulia dan abadi bersama TUHAN YESUS penguasa alam semesta.

Di dalam dunia tempat yang terhormat dapat di dapatkan karena keturunan. Mungkin kita adalah orang-orang berdarah biru atau keturunan bangsawan. Mungkin orang tua kita adalah orang-orang penting atau terhormat, dan kita ikut di dalamnya. Ada orang lain mendapatkan tempat tinggi karena kekayaan, atau karena prestasi yang diperolehnya. Karena semua yang ada di dalam dunia dapat dibeli dan didapatkan dengan mudah. Di dunia ada orang-orang yang  yang tidak pernah mendapatkan tempat tinggi atau terhormat. Mungkin mereka adalah orang-orang miskin, orang-orang biasa, orang-orang sederhana atau seorang buruh.

Allah menawarkan suatu tempat yang tinggi, mulia, dan terhormat kepada siapa saja yang mau. Hanya dengan satu syarat yaitu melakukan dan mengajarkan Firman TUHAN kepada orang lain. Mungkin di dalam dunia tidak pernah mendapatkan tempat terhormat dimana saja. Janganlah kecil hati, takut ataupun kecewa, karena tempat yang mulia di surga terbuka untuk siapa saja. Kita memiliki kesempatan untuk mendapatkannya. Sebuah tempat yang jauh lebih mulia dari pada kehormatan dunia yang hanya bersifat sementara.

Dapatkan tempat yang tinggi, mulia dan terhormat dengan melakukan dan mengajarkan Firman TUHAN kepada orang-orang di sekeliling kita setiap saat. Amin.

(Sion, Pdt Agus Widjianto, MTh).

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Malam Yang Indah

MALAM YANG INDAH

Malam ini hening, sepi, indah dan syahdu

Rembulan tersenyum cerah

Bintang-bintangpun bersinar terang

Angin sejuk berhembus menemani

Seandainya hari-hari seperti ini betapa indahnya

Tiada amarah meledak-ledak

Tiada suara hiruk pikuk yang bising

Tanpa suara orang mencaci-maki yang memekakkan telinga

Tak ada panasnya sengat matahari

Hanya suara tokek yang sesekali  terdengar

Damai… aman… dan tenang…

Terima kasih Tuhan atas malam yang indah ini

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Jalan Hidup Yang Pahit

JALAN HIDUP YANG PAHIT

“Tetapi ia berkata kepada mereka: “Janganlah sebutkan aku Naomi; sebutkanlah aku Mara, sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku”. Rut 1:20

 Jalan hidup yang pahit adalah jalan hidup yang penuh dengan penderitaan. Hal itulah yang dialami oleh Naomi. Saat Tanah Israel  terjadi kelaparan hebat, mengungsilah Naomi dengan suami dan kedua anaknya, membawa harta bendanya yang banyak sebagai bekal hidup. Di pengungsian, suami dan kedua anaknya meninggal, hingga tinggal menantunya. Saat ia kembali ke Tanah Israel Naomi tidak lagi mau di sebut namanya, sebab perjalanan hidup yang pahit. Namun Naomi tidak menyadari bahwa namanya tertulis dalam Alkitab, menantunya Rut yang mengikutinya menurunkan YESUS KRISTUS yang menjadi juru selamat umat manusia. Ada rencana indah di balik perjalanan pahit yang di alami Naomi. Di balik perjalanan pahit ada perjalanan manis bagi keturunan bahkan  seluruh umat manusia.

Mungkin perjalanan hidup saudara tidak kalah pahitnya dengan perjalanan hidup Naomi. Matapelata datang bertubi-tubi. Selalu kehilangan orang-orang yang dikasihi. Berada dalam keadaan  kekurangan yang berkepanjangan. Berbagai-bagai masalah senantiasa menghimpit. Tidak pernah terwujud apa yang diharapkan. Garis keberuntungan tidak menjadi milikmu. Jika hal-hal yang pahit demikian ada di pihakmu, janganlah kecil hati. Jangan pernah menyesal ataupun bersungut-sungut. Sebab ada rencana ALLAH yang jauh lebih agung di balik semua kepahitan itu. Rencana ALLAH yang bukan saja untuk saudara nikmati, namun hingga keturunan kita kelak.

Jadikan setiap perjalanan pahit hidup saudara. Sebagai sebuah pengharapan akan adanya perjalanan manis bagi keturunan kita kelak. Amin. Dari KOTA SION TUHAN YESUS memberkati.

(Pdt Agus Widjianto, MTh).

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar