RENUNGAN: Kekuatan Dalam Kelemahan

Ngantuk

KEKUATAN DALAM KELEMAHAN

II KORINTUS 12:9

Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

 

Saya memiliki kelemahan. Menurut beberapa orang kelemahan tersebut sangat fatal dan berbahaya. Dari hasil penelitian para ahli syaraf sayalah yang lemah. Ada beberapa syaraf yang ada di batok kepala saya sangat lemah. Hal ini disebabkankan seringnya mengkonsumsi obat tidur untuk pengobatan alergi gatal pada masa lalu. Dampak dari kelemahan itu adalah gampang ngantuk. Dalam segala situasi dan kondisi saya gampang ngantuk. Saat duduk diam tanpa sadar saya bisa tertidur sendiri. Bahkan ditengah kesibukan sekalipun saya dapat ngantuk. Ngantuk akan menyerang khususnya jika saya berpikir keras. Berpikir keras akan menjadi beban bagi syaraf-syaraf di kepala saya. Semakin hebat saya berpikir akan semakin ngantuk. Bagi orang yang tidak memahami kasih karunia TUHAN,  hal ini di anggap menjadi malapetaka, musibah atau persoalan berat.

Namun akhir-akhir ini saya disadarkan akan adanya kasih karunia TUHAN dalam kelemahan. Semakin banyak tugas dan tanggung jawab, semakin banyak juga kesibukan yang harus diselesaikan. Demikian pula banyaknya tanggung jawab pasti disertai banyak persoalan. Jika tugas semakin banyak, persoalan pasti semakin berat. Bisa dibayangkan jika tugas berkembang terus, maka kita tidak akan kuat menanggung persoalan yang mengikuti. Namun disinilah kasih karunia TUHAN. Saat saya berpikir keras, karena banyaknya persoalan yang mengikuti tugas yang banyak, saya menghadapinya dengan ngantuk dan tertidur. Semakin berat persoalan yang saya hadapi, saya semakin ngantuk. Bagi orang lain persoalan yang berat harus dihadapi dengan berpikir keras. Hal ini akan membuat gelisah, tidak bisa tidur, bahkan sakit penyakit akan menyertai. Bisa berdampak sakit jantung, darah tinggi dan lain sebagainya.

Namun saya berbeda. Ada banyak tugas berat yang saya hadapi. Banyak persoalan pula yang menyertai. Bahkan semakin lama tugas juga semakin banyak, bersama perkembangan tanggung jawab yang di emban.  Semua persoalan itu tidak membuat saya gelisah, tidak membuat saya stress, sebab setiap saya berpikir keras, saya ngantuk, tidur dan segar kembali untuk dapat mengerjakan tugas tanggung jawab saya. Disinilah saya menyadari betapa kelemahan itu sangat berharga bagi saya. Saya menyadari betapa kasih karunia berlimpah dalam kelemahan saya. Saya sangat bersyukur dengan kelemahan syaraf ini. Sebab semua tugas tanggung jawab dimana persoalan mengikuti, terasa ringan dalam kehidupan saya. Inilah artinya kekuatan dalam kelemahan dalam hidup saya.

TEMUKAN SETIAP KEKUATAN DALAM KELEMAHAN SAUDARA

(Tunas Putra)

PUISI : Teroris

Teroris

TERORIS

Enyahlah engkau para teroris
Dengan segala lagakmu yang bengis
Tindakanmu sungguh kejam dan sadis
Kau buat banyak orang hatinya teriris
Disana-sini terdengar suara menangis

Dalam Kitab Suci jalan hidupmu tertulis
Seakan hal itu sudah menjadi garis
Bahwa akhir zaman cinta kasih akan habis
Belas kasihan sudah hilang dan terkikis
Satu dengan yang lain akan saling sinis

Tetapi denganmu kami tak kan takut
Hati kami tak kan pernah merasa ciut
Karena kamu adalah para pengecut
Yang hanya suka membuat kita ribut

Kami siap untuk bersehati
Melawanmu teroris yang suka beraksi
Kami percaya kami tak kan pernah mati
Karena TUHAN pasti menyertai

(Tunas Putra)

 

PUISI : Saat Kita Sendiri

Sendiri

SAAT KITA SENDIRI

Saat kita sendiri

Mungkin kita baru menyadari

Betapa kebersamaan itu sangat berarti

Harta tak sanggup menjadi pengganti

Hewan kesayangan tak sanggup menemani

Indahnya alam pun tak sanggup menghibur diri

Uang berlimpah yang kita miliki

Tak  kan sanggup mengerti

Kesunyian yang menyiksa diri

Saat kita sendiri

Hendaklah kita menyadari

Ada TUHAN yang selalu menyertai

Yang tak kan mungkin di batasi

Oleh tempat atau situasi kondisi

Percayalah kepada BAPA SURGAWI

IA tak kan pernah membiarkan kamu sendiri

IA kan selalu di sisi

Sampai akhir hidupmu nanti

(Tunas Putra)

RENUNGAN : Kekuatan Iman

Rumah diatas karang

Kekuatan iman adalah harapan setiap orang percaya. Iman adalah tempat kita bersandar saat lemah. Tempat kita berlindung saat badai menerpa. Tempat kita berteduh saat hujan datang. TUHAN YESUS menyingkapkan rahasia sebuah iman yang kokoh kuat. Matius 7:24  “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. 25  Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Untuk dapat memiliki iman yang kuat adalah dengan melakukan FIRMAN TUHAN.

Membaca FIRMAN TUHAN penting. Mendengar FIRMAN TUHAN penting. Namun semua menjadi sia-sia tanpa melakukannya. TUHAN YESUS menyebut seorang yang melakukan FIRMAN TUHAN adalah seorang yang bijaksana. Yang diumpamakan seorang yang mendirikan rumah di atas batu. Yang saat badai menerpa tetap kokoh kuat berdiri. Namun seorang yang tidak melakukan FIRMAN TUHAN adalah diumpamakan seorang yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Saat badai datang robohlah rumah itu.

Lakukanlah FIRMAN TUHAN ! agar iman kuat. Saat badai masalah hidup menerpa, iman kita tak akan goyah. Amin. Dari KOTA SION TUHAN YESUS memberkati.

(Gembala Sion)

PUISI : Berjalan Bersama Tuhan

Jalan bersama Yesus

Berjalan bersama Tuhan

Malam tak kan ada kegelapan

Mendung tak kan turun hujan

Siang tak kan membuat kepanasan

 

Berjalan bersama Tuhan

Saat kering tak kan ada kelaparan

Saat tua tak kan ada kesakitan

Saat pergi kan ada penyertaan

Saat sendiri tak kan ada kesepian

 

Berjalan bersama TUHAN

Kan selalu ada kelimpahan

Perjalanan kan mencapai tujuan

Damai sejahtera kan senantiasa dirasakan

Saat di panggil TUHAN rumah sudah disiapkan

 

(Tunas Putra)

PUISI : Malam

malam

MALAM
Engkau berdiri jauh dari mentari
Menghembuskan suasana sunyi
Berselimutkan seribu satu mimpi
Dalam sejuta kenangan yang terlewati

MALAM
Wajahmu cantik berhiaskan bulan
Bertaburan indahnya bintang-bintang
Dikelilingi tarian kunang-kunang
Dalam kemegahan alam semesta
Memancarkan kuasa Sang Illahi
Yang tak mungkin tertandingi

MALAM
Dekaplah aku dalam pelukanmu
Agar hari-hariku indah bersamamu
Istirahat dalam belaian lembut tanganmu
Menyambut hari baru
Yang TUHAN bri dalam hidupku

(Tunas Putra)

PUISI : Ahok

Ahok

AHOK

Kisahnya hidup sangat menarik
Yang mendengar akan tergelitik
Meski banyak orang yang sirik
Namun dia tak kan pernah terusik

Ada yang bilang dia sudah tumbang
Ada yang berpikir nasibnya malang
Namun hidupnya terus naik terbang
Dengan prestasi yang tak terbilang

Kini semua orang sedang menanti
Apalagi yang akan terjadi
Namun dia punya langkah pasti
Sebab ia percaya Tuhan menyertai

(Tunas Putra)

PUISI : Dengan Apakah?

DENGAN APAKAH?

Dengan puisi aku dapat merangkai kata-kata indah
Tuk menggambarkan indahnya mentari pagi yang cerah
Namun dengan puisi yang seperti apakah
Ku dapat menjelaskan berkat TUHAN yang tercurah

Dengan pena aku dapat melukis di atas sebuah kanvas
Tuk menggambarkan keindahan alam secara jelas
Namun dengan apakah ku dapat menguas
Besarnya kasih TUHAN YESUS yang tiada batas

Dengan kayu cendana ku dapat mengukir
Seperti apakah aku dapat berpikir
Namun dengan apakah aku dapat mengukir
Untuk penyertaan TUHAN yang tiada berakhir

(Tunas Putra)

PUISI : Laki-laki

keluarga

LAKI-LAKI

Laki-laki nampak gagah dan berani
Bukan penakut seperti seorang banci
Rajin bekerja keras setiap hari
Demi kesejahteraan anak dan istri

Laki-laki seorang imam bagi rumah tangga
Membangun sebuah mezbah keluarga
Membawa anggota keluarga setia berdoa
Mengajak belajar Firman Tuhan senantiasa

Laki-laki tidak takut mati
Meski pencobaan bertubi-tubi
Berjuang dengan gigih sekali
Sampai akhir hayat nanti

(Tunas Putra)

PUISI : Bulan Darah

Bulan Merah Darah

Bulan Merah Darah

Bulan darah

Tanda amarah Tuhan tercurah

Kehidupan mulai nampak susah

Tak ada lagi ada barang murah

Telah hilang segala yang indah

Yang tinggi jatuh menjadi rendah

Setiap hati dihantui resah gelisah

Semua orang ingin selalu marah

Menggenapi firman Tuhan Allah

Semua hancur menjadi tanah

 

(Tunas Putra).