Posts Tagged With: teladan

PUISI : Lelaki Sejati

lelaki 3Lelaki sejati harus berani

Haruslah juga ia mandiri

Kuat dalam percaya diri

Tidak ikut-ikutan sana-sini

 

Lelaki sejati harus jantan

Perlente dalam penampilan

Beretika dan nampak sopan

Terhormat penuh kewibawaan

 

Lelaki sejati harus takut TUHAN

Nampak sebagai orang beriman

Perilakunya menjadi teladan

Optimis dan penuh pengharapan

 

(Gembala Sion)

Iklan
Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Hari Anak Nasional

yesus anak 1Hari ini tanggal 23 Juli 2013. Bangsa Indonesia memperingati hari anak nasional. Dalam kegiatan ini, ada banyak penghargaan yang diberikan kepada anak-anak atas prestasi mereka. Ada banyak lomba-lomba yang diadakan. Bahkan juga penetapan kota Depok sebagai kota layak anak. Disamping itu banyak dibebaskannya anak-anak yang sedang menjalani hukuman. Pemerintah begitu besar memperhatikan anak-anak di Indonesia.

TUHAN YESUS memberikan perhatian yang besar pula kepada anak-anak. (Mat 19:13-15)

Ditengah-tengah kesibukan pelayanannya TUHAN YESUS menegur murid-muridnya yang menghalangi anak-anak dibawa kepada TUHAN YESUS. Ia selalu punya waktu untuk anak-anak. IA tidak pernah merasa lelah atau merasa sibuk untuk mengurus anak-anak. Marilah kita teladani TUHAN YESUS dalam mengasihi anak-anak, agar anak-anak kita bahagia dan memiliki masa depan yang cerah. Amin.

(Gembala Sion)

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Tuhan Diam Dalam Kekelaman

Pada waktu itu berkatalah Salomo: “TUHAN telah menetapkan matahari di langit, tetapi Ia memutuskan untuk diam dalam kekelaman.” I Raja-raja 8:12

Diam dalam kekelaman. Allah diam dalam kekelaman. Meski IA adalah pencipta langit dan alam semesta. Hal itu IA lakukan saat bangsa Israel masih dalam pengembaraan. Bangsa Israel masih dalam perjalanan menuju Tanah Kanaan. Mereka belum memiliki tempat yang tetap untuk tinggal. Allah rela tinggal dalam kekelaman dari tenda ke tenda, mengikuti perjalanan bangsa Israel, sebelum bangsa itu mendapatkan tempat yang tetap. Hingga akhirnya Allah berkenan diam dalam Bait Allah di Yerusalem yang di bangun oleh Raja Salomo, setelah bangsa Israel mendapatkan tempat yang tetap dan menjadi sebuah kerajaan yang besar.

Allah telah menjadi teladan secara langsung kepada anak-anakNYA. Bagaimana IA rela berkorban demi anak-anakNYA agar mendapatkan tempat yang tetap dan mapan. Allah sebagai BAPA kita mengutamakan dan mendahulukan kita. Sudah seharusnya kita melakukan sama seperti yang ALLAH lakukan. Mengutamakan kerajaan ALLAH dalam segala sesuatu sebelum memikirkan diri kita sendiri.

Kita dapat mengutamakan ALLAH lebih dari diri kita sendiri. Dengan cara memikirkan pekerjaan ALLAH terlebih dahulu. Membangun rumah ALLAH terlebih dahulu sebelum membangun rumah kita sendiri. Mengambil persepuluhan untuk TUHAN sebelum kita mengambil untuk kepentingan pribadi.

Mengutamakan Allah terlebih dahulu, sebelum memikirkan diri sendiri adalah sifat ALLAH yang kita miliki sebagai pertanda bahwa kita adalah anak-anak ALLAH. Amin. Dari Kota SION TUHAN YESUS memberkati Saudara.

(Pdt Agus Widjianto, MTh).

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Teladan Ayub

TELADAN AYUB

Namaku Ayub. Kini aku sedang duduk di kursi depan. Menyalami setiap tamu yang datang ke rumahku.  Setiap hari ada banyak tamu yang datang. Aku sediakan makanan berlimpah-limpah di gandok samping rumah. Pelayan-pelayanku dengan ramah melayani mereka. Baru saja aku berdoa. Banyak orang minta didoakan. Kata mereka doaku di dengar Tuhan.

Rasanya aku senang melihat anak-anakku. Mereka sudah tumbuh dewasa. Tiga perempuan dan tujuh laki-laki. Setiap hari selalu ada tamu yang mau meminang ketiga anak perempuanku. Mereka memang cantik-cantik. Tetapi aku memberi kebebasan kepada anak-anakku untuk memutuskan. Demikian juga anak-anakku laki-laki. Selalu ada yang ngunggah-unggahi, namun aku tidak pernah memaksa anak-anakku. Mereka bebas menentukan pilihan. Dirumahku sekarang semua tersedia dan berlimpah. Kekayaanku dua kali lipat dari yang dulu. Aku juga punya empat belas ribu ekor kambing domba, dan enam ribu unta, seribu pasang lembu, dan seribu ekor keledai betina. Istriku setia menemaniku dalam memelihara semua itu.

Memang sekarang semuanya terasa menyenangkan. Kalau ingat masa lalu terasa berat dan menyedihkan. Meskipun aku hidup jujur dan saleh. Tetapi seluruh hartaku hilang lenyap begitu saja. Anak-anakku yang kukasihi meninggal semua. Teman-temanku meninggalkanku. Bahkan istriku yang kucintaipun mengejekku setiap hari. Belum lagi barah yang busuk menyerang seluruh tubuhku. Tapi sekarang semuanya telah berlalu. Allah telah memulihkan dan mengganti semuanya berlipat ganda. Aku semakin percaya kepada Allahku. Bahwa semakin berat ujian yang ditimpakan kepadaku, semakin besar juga kemuliaan yang diberikan kepadaku. Allah tidak pernah merugikan atau mengambil sesuatu dari padaku. Aku bersyukur diuji sedemikian berat oleh Allahku. Dan sekarang banyak orang belajar kepadaku. Sekarang rambutku telah memutih. Aku sudah tua. Aku bersyukur masih dapat menikmati semua. Melihat anak cucuku diberkati semua. Sungguh membahagiaan. Namakupun disebut-sebut sebagai teladan iman sepanjang masa. Amin.

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , | Tinggalkan komentar