Posts Tagged With: takut

PUISI : Teroris

Teroris

TERORIS

Enyahlah engkau para teroris
Dengan segala lagakmu yang bengis
Tindakanmu sungguh kejam dan sadis
Kau buat banyak orang hatinya teriris
Disana-sini terdengar suara menangis

Dalam Kitab Suci jalan hidupmu tertulis
Seakan hal itu sudah menjadi garis
Bahwa akhir zaman cinta kasih akan habis
Belas kasihan sudah hilang dan terkikis
Satu dengan yang lain akan saling sinis

Tetapi denganmu kami tak kan takut
Hati kami tak kan pernah merasa ciut
Karena kamu adalah para pengecut
Yang hanya suka membuat kita ribut

Kami siap untuk bersehati
Melawanmu teroris yang suka beraksi
Kami percaya kami tak kan pernah mati
Karena TUHAN pasti menyertai

(Tunas Putra)

 

Iklan
Categories: Uncategorized | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Laki-laki

keluarga

LAKI-LAKI

Laki-laki nampak gagah dan berani
Bukan penakut seperti seorang banci
Rajin bekerja keras setiap hari
Demi kesejahteraan anak dan istri

Laki-laki seorang imam bagi rumah tangga
Membangun sebuah mezbah keluarga
Membawa anggota keluarga setia berdoa
Mengajak belajar Firman Tuhan senantiasa

Laki-laki tidak takut mati
Meski pencobaan bertubi-tubi
Berjuang dengan gigih sekali
Sampai akhir hayat nanti

(Tunas Putra)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Semangat Hidup

Semangat Hidup

Semangat Hidup

Meski mentari tak lagi bersinar

Bulan tak sanggup memancar

Keindahan bunga nampak memudar

Garam asin tlah berubah tawar

Dunia sepi tak ada hingar bingar

Kehidupan terasa begitu sukar

 

Namun

Semangat hidupku tetap berkobar

Bendera Kristus tetap kan berkibar

Tak ada istilah takut atau gentar

Tuk melayani Allah yang besar

 

(Tunas Putra)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

RENUNGAN : Tubuh Kemuliaan

Kematian

Kematian

1Kor 15:43  Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan.

Kematian bagi sebagian orang memang sangat menakutkan. Kebanyakan orang tidak menginginkan, bahkan mengangggapnya sebagai sebuah malapetaka. Rasul Paulus menjelaskan kepada jemaat di Korintus. Bahwa kematian bukanlah sesuatu yang menakutkan. Sebab kematian hanyalah perpindahan dari tubuh yang fana berganti menjadi tubuh kemuliaan, yaitu tubuh yang baka.

Tubuh yang fana penuh keterbatasan. Memiliki batas waktu untuk hidup. Membutuhkan makanan dan istirahat untuk dapat bergerak.   Akan menjadi sakit jika kelelahan. Mudah terserang penyakit. Namun tubuh kemuliaan berbeda. Tubuh yang dapat hidup untuk selama-lamanya. Yang tidak akan pernah merasa lelah atau sakit. Tidak menua dan tidak membutuhkan makanan setiap hari.

Saat kita mati. Tubuh kita akan diubah dengan tubuh kemuliaan. Tubuh yang kekal. Tubuh yang dapat melihat kemuliaan ALLAH. Tubuh yang layak untuk masuk surga. Janganlah takut mati. Karena kematian bagi orang percaya hanyalah perubahan dari tubuh yang fana ini dengan tubuh kemuliaan. Amin. Dari KOTA SION Tuhan YESUS memberkati.

(Tunas Putra).

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Komentar

RENUNGAN : Kesetiaan Tuhan

Pdt. Agus Widjianto

Pdt. Agus Widjianto

“Dengarkanlah Aku, hai kaum keturunan Yakub, hai semua orang yang masih tinggal dari keturunan Israel, hai orang-orang yang Kudukung sejak dari kandungan, hai orang-orang yang Kujunjung sejak dari rahim. Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.” Yesaya 46:3-4.

Beberapa waktu yang lalu ekonomi saya dalam keadaan sulit. Pemasukan keuangan saya hanya dari sebuah Sekolah Theologi. Saya menjadi tenaga honorer mengajar sebuah STT, hanya satu mata kuliah. Honor yang saya terima hanya cukup untuk membeli bensin. Namun entah bagaimana? Setiap hari selalu ada saja orang yang mengajak makan. Telpon saya sering berdering. Mulai pagi-pagi saat matahari terbit, sampai tengah malam. Mereka hanya mau mengajak saya makan. Saya merasakan TUHAN membuat orang-orang tergila-gila dengan saya untuk mengajak makan. Tempat makanpun mulai dari yang sederhana sampai yang mewah. Bahkan tidak jarang disuruh bawa pulang.

Saya menyadari saat itulah bahwa TUHAN bukan saja menyertai saya. Tetapi DIA menggendong saya. TUHAN tak pernah melepaskan saya. Dengan kemampuan saya. Saya tidak sanggup berjalan sendiri menjalani hidup ini. Tetapi DIA terus menggendong saya. Semakin sulit jalan yang saya lewati. Dekapan TUHAN semakin kuat, agar saya tidak jatuh. Sampai saat ini sudah banyak jalan terjal berliku yang saya lewati. Namun saya tetap tegar. Saya selalu menyadari setiap saat. Bahwa saya tidak berjalan sendiri. Namun saya berada dalam dekapan, gendongan TUHAN YESUS.

Marilah kita jalani hidup ini tanpa gentar dan takut. Sebab TUHAN bukan saja menyertai. DIA bukan saja di samping kita. Tetapi DIA menggendong kita. Amin. Dari KOTA SION TUHAN YESUS memberkati.

(Tunas Putra)

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Pahlawan Sejati

merah putih

Merah Putih

Pahlawan sejati

Tidak takut mati

Tidak takut dikritisi

Tidak sibuk mencari sensasi

Tidak senang pencitraan diri

 

Pahlawan sejati

Tidak menuntut balas budi

Tidak meminta diperingati

Tidak ingin dikenang abadi

Tidak suka mewarisi negeri

 

Pahlawan sejati

Tidak ingin menguasai

Tidak suka mempengaruhi

Tidak mau gosok sana gosok sini

Tidak ingin jadi pejabat tinggi

 

Pahlawan sejati

Tidak ingin dihormati

Tidak memaksa dituruti

Tidak sakit hati diungguli

Tidak marah saat dibenci

 

Tetapi Pahlawan Sejati adalah

Rela mati bagi ibu pertiwi

Rela menderita demi negri

Berkorban demi anak cucu nanti

Senantiasa dekat Sang Illahi

 

(Ki Jogo Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

PUISI : Menanti Kehadiran Tuhan

sunset 02 c

Sendiri menyambut malam

Mentari kini kau beranjak pergi

Menyisakan gelap menyelimuti

Malam seakan begitu sunyi

Semua kawan seakan sembunyi

 

Sanggupkah hati ini menghadapi sepi

Detak jantung kian lirih seakan mati

Desah nafaspun seakan mau berhenti

Gelisah sendiri menanti pagi berseri

 

TUHAN, hadirlah menemani

Agar kegelapan tak menakuti

Rasakan hadir-MU kembali

Dalam damai yang tiada henti

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Kebangkitan Kristus

Yesus Bangkit

Yesus Bangkit

Kebangkitan Kristus adalah merupakan suatu kemenangan. Rasul Paulus menantang maut, “Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu? “. Kebangkitan Kristus telah mengalahkan maut. Maut yang seakan telah menguasai dunia, membuat manusia ketakutan, kini telah dikalahkan.

Melalui kuasa kebangkitan Kristus, kita tidak lagi dibayang-bayangi maut. Kita tidak lagi dikalahkan maut. Kita tidak lagi ketakutan terhadap maut. Semua telah ditundukkan dibawah kaki TUHAN Yesus. Jadikanlah kebangkitan Kristus sebagai kemenangan yang mengalahkan maut di dalam hidupmu.

(Gembala Sion)

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Lelaki Sejati

lelaki 3Lelaki sejati harus berani

Haruslah juga ia mandiri

Kuat dalam percaya diri

Tidak ikut-ikutan sana-sini

 

Lelaki sejati harus jantan

Perlente dalam penampilan

Beretika dan nampak sopan

Terhormat penuh kewibawaan

 

Lelaki sejati harus takut TUHAN

Nampak sebagai orang beriman

Perilakunya menjadi teladan

Optimis dan penuh pengharapan

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Bulan Merah Darah

gerhana bulanMatahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu.” Yoel 2:31

Mungkin sebagai generasi yang hidup pada masa kini penasaran terhadap fenomena yang terjadi, yaitu adanya gerhana bulan merah darah. Gerhana seperti ini jarang terjadi, namun dalam tahun ini sudah dua kali terjadi. Yaitu bulan April dan Oktober ini. Jauh ribuan tahun yang lalu, Nabi Yoel telah menubuatkan, jika gerhana bulan merah darah itu muncul, itu adalah pertanda hari Tuhan sudah dekat.

Kini bulan merah darah itu telah muncul, hal ini merupakan tanda-tanda bahwa hari Tuhan telah diambang pintu. Bagi yang sudah siap, ini adalah merupakan hari-hari yang dinantikan untuk segera berjumpa dengan Allah. Namun bagaimana dengan diri kita yang belum siap? Apakah hari itu merupakan hari malapetaka atau hari anugrah? Semua jawaban ada dalam hati kita masing-masing, jika kita bersuka cita dengan hari itu, artinya kita sudah siap, namun jika kita masih belum tahu, dan ada rasa takut, itu tandanya kita belum siap.

Marilah kita persiapkan hidup kita menyambut Tuhan, agar hari itu merupakan hari anugrah bagi kita. Amin. Dari KOTA SION TUHAN YESUS memberkati.

(Gembala Sion).

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar