Posts Tagged With: tahta

PUISI : Kayu Salib

Salib Yesus

Salib Yesus

Tergantung tubuhMU di atas salib kayu kasar

Bukti bahwa dosa umat manusia telah dibayar

Meski banyak umat manusia tidak mau sadar

Namun pengorbananMU tetap yang terbesar

 

Mengalir darahMU yang suci ke atas bumi

Bukti bahwa ENGKAU rela mengampuni

Meski umat manusia tidak mau intropeksi

Namun pengorbananMu tetap berarti

 

ENGKAU rela mati dengan cara hina

Agar manusia menerima hidup mulia

KAU tinggalkan tahtaMU di surga

Agar manusia dapat masuk surga

 

(Gembala Sion)

Iklan
Categories: Uncategorized | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

PUISI : Tahta

tahta 2Kadang membuat kita bahagia
Tampil sebagai seorang berwibawa
Kemana-mana orang memuja
Berlimpah harta benda
Fasilitas mewah tersedia
Laksana seorang raja muda
Banyak wanita jatuh cinta

Namun kadang tahta
Membuat kita terlena
Lupa kepada YANG KUASA
Lupa kepada keluarga
Lupa kepada sesama
Bahkan lupa kepada asal mula
Hingga kita kehilangan segalanya

Jadikanlah tahta memberkati sesama
Menyejahterakan rakyat jelata
Menolong yang menderita
Bahkan memakmurkan bangsa
Agar tahta tidak sia-sia
Namun membawa kita masuk surga

Bahagia selamanya

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Kekuatan Tahta Raja

kursi-presiden-RISisihkanlah orang fasik dari hadapan raja, maka kokohlah takhtanya oleh kebenaran. Amsal 25:5

Sejak dulu tahta seorang raja selalu digoyang oleh orang-orang fasik. Seorang raja yang mau menegakkan kebenaran demi kesejahteraan rakyat, selalu diganggu oleh orang-orang fasik.

Penulis Amsal menasihati, agar orang fasik disingkirkan dari hadapan raja, maka tahta raja akan menjadi kuat. Karena orang fasik tidak akan pernah putus asa untuk menggoyang tahta raja. Orang fasik tidak akan pernah mau mundur.

Sampai hari ini setiap ada pemimpin negara yang terpilih selalu digoyang oleh orang-orang fasik dengan berbagai-bagai cara. Hanya dengan disingkirkan orang-orang fasik, maka mereka baru mau berhenti.

Kita doakan pemimpin negara kita yang terpilih agar dapat menegakkan kebenaran demi kesejahteraan rakyat. Amin. Dari KOTA SION TUHAN YESUS MEMBERKATI.

(Gembala Sion).

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Memandang Bapa Surgawi

memandang TuhanMemandang kemuliaan BAPA SURGAWI

Maka tahta dunia serasa tak berarti

Harta dunia seakan sepotong roti

Kemuliaan dunia nampak tak abadi

 

Kasih BAPA SURGAWI adalah sempurna

Kasih yang bukan hanya sebatas mata

Kasih yang bukan hanya sementara

Namun kasih yang melihat hingga di surga

 

Hanya dengan melihat BAPA SURGAWI

Maka semua nampak tak berarti

Hanya dengan melihat yang abadi

Maka dunia nampak segera berhenti

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Tiada Tempat Bagi Kelahiran Seorang Raja

yesus lahir 3Tiada tempat bagi kelahiran seorang RAJA

Hanya sebuah kandang tempat sederhana

Semua orang telah terpikat kepada dunia

Telah terlena terhadap kesibukan manusia

 

Tiada tempat bagi kelahiran seorang RAJA

Hati dan jiwa manusia terbius oleh tahta

Seluruh keinginan hanya kepada harta

Melupakan kepada ALLAH SANG PENCIPTA

 

Tiada tempat bagi kelahiran seorang RAJA

Hanya gembala sederhana yang menerima

Palungan dan kain lampin jadi alas kepala

Itulah kelahiran SANG JURU SELAMAT manusia

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Kelahiran Yesus Kristus

yesus lahir 2Lahir ke dunia di kandang domba

Bukti KAU cinta yang sederhana

Berkumpul dengan para gembala

Bukti KAU cinta rakyat jelata

 

LahirMU tidak di hotel bergengsi

Tanda kemewahan tiada berarti

KelahiranMU tidak di istana raja

Tanda tahta dunia hanya sementara

 

KelahiranMU di kandang hina

Tanda dunia tidak mau menerima

KelahiranMU di palungan sederhana

Tanda tertutuplah hati manusia

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Memandang Tuhan

memandang TuhanSaat memandang dunia

Mungkin nampak biasa

 

Saat memandang diri sendiri

Mungkin terasa tak berarti

 

Saat memandang Tuhan

Nampak berpengharapan

 

Saat memandang harta

Terasa tak punya apa-apa

 

Saat memandang tahta

Kian terasa nampak  hina

 

Saat memandang Yesus

Kita punya Sang Penebus

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Hati Sebagai Kediaman Allah

Tetapi benarkah Allah hendak diam bersama dengan manusia di atas bumi? Sesungguhnya langit, bahkan langit yang mengatasi segala langitpun tidaklah dapat memuat Engkau, terlebih lagi rumah yang kudirikan ini.” II Tawarikh 6:18

Allah adalah pencipta alam semesta. IA lebih berkuasa atas segala sesuatu yang ada. Oleh sebab itu Salomo menyatakan bahwa sesungguhnya langit, bahkan langit yang mengatasi segala langitpun tidaklah dapat memuat ALLAH. Tidak ada tempat di dunia ini yang dapat memuat ALLAH. Tetapi ada suatu tempat yang memuat ALLAH yaitu di dalam hati manusia. Sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengukur dalamnya hati manusia. Tidak ada seorangpun dapat memahami luasnya hati manusia. Hanya Allah saja yang mengerti isi hati manusia. Oleh sebab itu ALLAH berkenan bertahta di dalam hati manusia.

Hanya hati yang layak sebagai tahta ALLAH. Hati yang mengampuni adalah istana yang mewah bagi tahta ALLAH. Hati yang taat adalah bagaikan tahta ALLAH yang berlapiskan emas permata. Hati yang setia adalah istana ALLAH yang indah. Hati yang mengasihi adalah tempat kediaman ALLAH yang paling di kenanNYA. Namun hati yang memberontak adalah tahta ALLAH yang kotor. Hati yang tidak jujur adalah tahta ALLAH yang menjijikkan. Hati yang penuh kebohongan adalah hati yang tidak layak sebagai tempat kediaman ALLAH.

Marilah kita bangun hati kita begitu indah sebagai tempat kediaman ALLAH. Sebab ALLAH telah menetapkan bahwa hati kitalah yang dapat memuat ALLAH. Amin. Dari KOTA SION TUHAN YESUS memberkati.

(Pdt Agus Widjianto, MTh).

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar