Arsip Tag: sunyi

PUISI : Saat Kita Sendiri

Sendiri

SAAT KITA SENDIRI

Saat kita sendiri

Mungkin kita baru menyadari

Betapa kebersamaan itu sangat berarti

Harta tak sanggup menjadi pengganti

Hewan kesayangan tak sanggup menemani

Indahnya alam pun tak sanggup menghibur diri

Uang berlimpah yang kita miliki

Tak  kan sanggup mengerti

Kesunyian yang menyiksa diri

Saat kita sendiri

Hendaklah kita menyadari

Ada TUHAN yang selalu menyertai

Yang tak kan mungkin di batasi

Oleh tempat atau situasi kondisi

Percayalah kepada BAPA SURGAWI

IA tak kan pernah membiarkan kamu sendiri

IA kan selalu di sisi

Sampai akhir hidupmu nanti

(Tunas Putra)

Iklan

PUISI : Malam

malam

MALAM
Engkau berdiri jauh dari mentari
Menghembuskan suasana sunyi
Berselimutkan seribu satu mimpi
Dalam sejuta kenangan yang terlewati

MALAM
Wajahmu cantik berhiaskan bulan
Bertaburan indahnya bintang-bintang
Dikelilingi tarian kunang-kunang
Dalam kemegahan alam semesta
Memancarkan kuasa Sang Illahi
Yang tak mungkin tertandingi

MALAM
Dekaplah aku dalam pelukanmu
Agar hari-hariku indah bersamamu
Istirahat dalam belaian lembut tanganmu
Menyambut hari baru
Yang TUHAN bri dalam hidupku

(Tunas Putra)

PUISI : Menanti Kehadiran Tuhan

sunset 02 c
Sendiri menyambut malam

Mentari kini kau beranjak pergi

Menyisakan gelap menyelimuti

Malam seakan begitu sunyi

Semua kawan seakan sembunyi

 

Sanggupkah hati ini menghadapi sepi

Detak jantung kian lirih seakan mati

Desah nafaspun seakan mau berhenti

Gelisah sendiri menanti pagi berseri

 

TUHAN, hadirlah menemani

Agar kegelapan tak menakuti

Rasakan hadir-MU kembali

Dalam damai yang tiada henti

 

(Gembala Sion)

PUISI : Bukankah

Bulan & kincir angin
Bulan & kincir angin

Bukankah bulan dapat berbicara

Meski tanpa bahasa dan suara

Namun nampak disinarnya yang mempesona

Sanggup mengobati hati yang merana

 

Bukankah angin dapat bernyanyi

Meski tanpa nada dan bunyi

Namun terasa lembut menghembusi

Menghibur hati yang sedang sunyi

 

Bukankah kita dapat berbicara

Lewat kata dan tegur sapa

Tuk mengobati yang terluka

Dan menolong yang tak berdaya

 

(Gembala Sion)

PUISI : Jadilah Kamu

senyum kamuJadilah kamu seperti bintang

Yang bersinar di tengah kegelapan

 

Jadilah kamu seperti rembulan

Yang tersenyum di tengah kesunyian

 

Jadilah kamu seperti mentari

Yang menerangi seisi dunia ini

 

Jadilah kamu seperti hujan

Membasahi mereka yang kekeringan

 

Jadilah kamu seperti bunga

Yang menghiasi taman-taman hati

 

Jadilah kamu seperti burung

Yang bernyanyi menyambut pagi

 

Jadilah dirimu sendiri

Yang unik dan tidak ada yang menyamai

 

Jadilah seperti yang ALLAH kehendaki

Agar sesuai dengan gambar Illahi

 

(Gembala Sion)

PUISI : Lonceng Natal

lonceng 2Bintang natal berseri-seri

Di tengah malam yang sunyi

Menjadi petunjuk bagi Majusi

Menemukan Sang Bayi Suci

 

Paduan suara malaikat bergema

Memanggil-manggil para gembala

Menjadi saksi kelahiran Sang Maha Raja

Juru Selamat seluruh umat manusia

 

Lonceng natal berbunyi tiada henti

Memanggil semua umat Kristiani

Menyambut Natal yang suci

Merayakan kelahiran Sang Bayi Suci

 

(Gembala Sion)

PUISI : Menepi Dalam Sepi

sendiri dermaga 3bMenepi di dermaga sepi yang sunyi

Tuk menerawang dan intropeksi diri

Mencari atas sebuah solusi

Atas pergumulan yang dihadapi

 

Mungkinkah ada jalan terbuka

Buat pergumulan yang menyiksa

Meski semua telah dicoba

Belum ada tanda yang nyata

 

TUHAN kiranya KAU memberi pertolongan

Menyinari hati yang penuh pergumulan

Jangan biarkan jiwa kian tertekan

Dalam belenggu-belenggu persoalan

 

(Gembala Sion)