Posts Tagged With: Sion

PUISI : Teroris

Teroris

TERORIS

Enyahlah engkau para teroris
Dengan segala lagakmu yang bengis
Tindakanmu sungguh kejam dan sadis
Kau buat banyak orang hatinya teriris
Disana-sini terdengar suara menangis

Dalam Kitab Suci jalan hidupmu tertulis
Seakan hal itu sudah menjadi garis
Bahwa akhir zaman cinta kasih akan habis
Belas kasihan sudah hilang dan terkikis
Satu dengan yang lain akan saling sinis

Tetapi denganmu kami tak kan takut
Hati kami tak kan pernah merasa ciut
Karena kamu adalah para pengecut
Yang hanya suka membuat kita ribut

Kami siap untuk bersehati
Melawanmu teroris yang suka beraksi
Kami percaya kami tak kan pernah mati
Karena TUHAN pasti menyertai

(Tunas Putra)

 

Iklan
Categories: Uncategorized | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Sepi

Sumber foto: agsapto.wordpress.com

Sepi
Koyo suryo kang kasaput mendung
Koyo rembulan katutup grahana
Wis ilang indahing kembang ing taman asri
Ora kaprungu suarane manuk nyanyi
Jangkrik-jangkrik podo wedi muni
Kodok-kodok podo ndelik ing kali
Peteng ndendet lelimengan
Tan ono lintang kang madangi

Sepi
Tekan kapan bakal nutupi ati
Tekan kapan bakal ngilangi ngimpi
Mung dadi lamunan kang nggegirisi
Ora gelem madangi ati kang lagi sepi

Sepi..oh…sepi…

Solo ing wayah wengi
Dening Tunas Putra

Categories: Uncategorized | Tag: , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Perjalanan Hidup

Foto: FB Surya Devy

Tahun baru terus berjalan

Mentari tak pernah ketinggalan

Bulan terus menerangi kegelapan

Demikian perjalanan kehidupan

 

Tak ada waktu untuk berhenti

Tak ada kesempatan undur diri

Tak ada alasan untuk tidak berlari

Semua harus dilewati

 

Itulah kehidupan

Akan memberi  kemenangan

Harapan yang jauh kedepan

Hidup kekal penuh kelimpahan

 

(Tunas Putra)

Categories: Uncategorized | Tag: , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Pitutur Ibu

Ibu

PITUTUR IBU

Ibu,
Pituturmu nentrem ake atiku
Pituturmu tansah nggondeli lakuku
Koyo-koyo aku ora bisa mlayu
Nilapke pituturmu

Tak remke mripatku
Soyo cetha ngawe-awe aku
Tak kipatke soyo banter kaprungu
Tak tinggalno ngganduli aku

Ibu,
Aku ora bisa nglalekke pituturmu
Pituturmu duwur ngungkuli langit kapitu
Jembar ngungkuli samudraning banyu
Jero ra bisa ka tuju

Ibu,
Aku tansah nuhoni
Pitutur ibu kang kawanti-wanti
Bondo donya ora digowo mati
Pangkat drajat ora nguripi
Klambi mung maesi
Omah bakal dadi lemah
Nanging,
Setya tuhu marang Gusti
Tresna mring sesami
Kang nggawa urip tentrem edi peni

Ngalamuning ati ing Sriwedari,
Wulan Pungkasan 2017.

(Tunas Putra)

Categories: Uncategorized | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Dermaga Kehidupan

Dermaga

DERMAGA KEHIDUPAN

ENGKAULAH dermaga hidupku,

Tempat imanku berlabuh,

Melepas penat dari perjalanan jauh

 

ENGKAULAH  dermaga hatiku,

Tempat aku membuang sauh,

Dan segala bebankupun kan ku taruh

 

Lautan kehidupan yang luas telah aku arungi

Gelora badai topan telah aku lalui

Semua tak kan membuatku hilang nyali

Karena ENGKAULAH pengharapan yang pasti

 

PadaMU hatiku percaya,

Hidupku tak kan sia-sia

Dermaga surga telah tersedia,

Saat aku meninggalkan dunia fana

 

Kini, kan ku dayung perahuku,

Menuju dermaga yang ku tuju

Tak ku takut badai topan menderu,

Ku tahu tanganNYA erat memegangku

 

(Tunas Putra).

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Saat Kita Sendiri

Sendiri

SAAT KITA SENDIRI

Saat kita sendiri

Mungkin kita baru menyadari

Betapa kebersamaan itu sangat berarti

Harta tak sanggup menjadi pengganti

Hewan kesayangan tak sanggup menemani

Indahnya alam pun tak sanggup menghibur diri

Uang berlimpah yang kita miliki

Tak  kan sanggup mengerti

Kesunyian yang menyiksa diri

Saat kita sendiri

Hendaklah kita menyadari

Ada TUHAN yang selalu menyertai

Yang tak kan mungkin di batasi

Oleh tempat atau situasi kondisi

Percayalah kepada BAPA SURGAWI

IA tak kan pernah membiarkan kamu sendiri

IA kan selalu di sisi

Sampai akhir hidupmu nanti

(Tunas Putra)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

KATA MUTIARA: Kata-kata

Kata-kata

KATA-KATA

Kata-kata adalah sebuah mutiara, saat membangun jiwa yang merana

Kata-kata sebuah pelangi, saat menjadi pengharapan bagi yang frustasi

Kata-kata adalah matahari saat mereka yang sedang gelap terterangi

Kata-kata adalah mercusuar saat menjadi penunjuk arah yang benar

Kata-kata adalah embun pagi saat sanggup menjadi penyejuk hati

Kata-kata adalah bunga di taman saat terdengar indah nan menawan

Namun,

Kata-kata kita adalah belati saat membuat orang lain patah hati

Kata-kata kita adalah sengat saat terdengar menghancurkan semangat

Kata-kata kita menjadi murah saat membuat orang lain marah

Kata-kata kita tak berarti saat membuat orang lain sakit hati

Maka,

Pakailah kata-kata yang memberkati agar banyak orang terobati

 

(Tunas Putra)

Categories: Kata Mutiara | Tag: , , , , , , , , , , , , , , | 4 Komentar

PUISI : Sundal

Sundal

SUNDAL

Mengumbar nafsu dengan para lelaki binal

Bercinta dengan orang-orang tak dikenal

Tak peduli perbuatan itu haram atau halal

Rela berkorban meski harus bayar mahal

Kehormatan dan harga diri murah dijual

 

SUNDAL

Baginya yang penting memuaskan nafsu

Siang dan malam tak mengenal waktu

Lupa tugas kewajiban sudah memburu

Lupa sanak keluarga sudah menunggu

 

SUNDAL

Sampai kapankah engkau akan berhenti

Menggunakan tubuh untuk yang tak berarti

Bertobatlah! Kembali pada Bapa Surgawi

Agar engkau menerima kemuliaan abadi

 

(Tunas Putra)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Meregang Nyawa

Meninggal

MEREGANG NYAWA

Meregang nyawa meninggalkan dunia fana
Berpisah dengan orang-orang yang di cinta
Tidak membawa harta benda yang di punya
Melepaskan raga tempat naungan sang jiwa

Meregang nyawa menghadap yang kuasa
Mempertanggungjawabkan segala dosa
Amal perbuatan selama hidup di dunia
Tidak ada seorangpun yang menolongnya

Semua orang akan meregang nyawa
Baik laki-laki perempuan tua dan muda
Persiapkanlah dirimu meregang nyawa
Agar nantinya kamu dapat masuk surga

(Tunas Putra).

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Indonesiaku

Raja Ampat

INDONESIAKU

Betapa cantiknya Indonesiaku
Zamrud katulistiwa melingkar di lehermu
Indahnya Raja Ampat menghiasi pipi kananmu
Manisnya Danau Toba menghiasi pipi kirimu
Kepulauan Wakatobe menjadi tahi lalatmu
Berjambang nyiur melambai di sepanjang pantai

Betapa cantiknya Indonesiaku
Berbaju zirahkan merah menyala
Bawahan yang nampak putih bersih
Berkasutkan Papua dari emas murni
Terbang sbagai Garuda yang gagah berani
Menaungi ribuan suku dan bahasa nusantara

Betapa cantiknya Indonesiaku
Senyum manis slalu tersungging di bibirmu
Mata yang bening dari luasnya lautan biru
Dikelilingi lekuk gunung-gunung menjulang tinggi
Dalam ayunan tarian yang lemah gemulai
Diiringi gema lagu-lagu daerah yang merdu
Itulah satu Indonesiaku

(Tunas Putra)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar