Posts Tagged With: sampah

PUISI : Biji Mata Tuhan

"Mata Tuhan" oleh NASA

“Mata Tuhan” oleh NASA

TUHAN

Jangan Kau biarkanku seperti sampah

Orang anggapku sebagai barang murah

Penuh caci maki dan sumpah serapah

Setiap orang menilaiku begitu rendah

 

Seakan ku bukan lagi seorang manusia

Yang layak menerima sebuah cinta

Untuk membuatku hidup bahagia

Atau kasih sayang layaknya sesama

 

Namun ku percaya dan tak kan ragu

Aku berharga dan mulia dimata-MU

Hingga KAU kan selalu melindungiku

Seperti layaknya biji mata-MU

 

(Gembala Sion)

Iklan
Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

PUISI : Masa Lalu

masa laluMASA LALU

Kau belenggu seluruh jiwa ragaku

Yang menjerat setiap langkah kakiku

Yang membekukan segenap hatiku

Hingga mataku nampak sayu

Semangat hidupku nampak lesu

Masa depankupun tak menentu

 

MASA LALU

Lepaskan aku seperti burung rajawali

Yang melayang bebas terbang tinggi

Tanpa terikat situasi dan kondisi bumi

Menuju masa depan yang berseri

 

MASA LALU

Kan ku buang kau seperti sampah

Tuk meraih masa depan cerah

Kupercaya hidupku kan indah

Karena kasih karunia ALLAH

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

PUISI : Jakarta Banjir Lagi

banjir JakartaAwal tahun baru Jakarta banjir lagi

Seakan sudah tidak dapat dihindari

Banyak rumah-rumah tergenangi

Bahkan para korbanpun dievakuasi

 

Mungkinkah bebas banjir hanya mimpi

Sedangkan segala upaya telah dijalani

Banyak para pakar sudah memberi solusi

Banyak uang digunakan untuk mengatasi

 

Bebas banjir sesungguhnya tergantung kita

Tidak membuang sampah sembarang saja

Menjadikan sungai sebagai aset berharga

Hidup tertib, bersih, disiplin dan bersahaja

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Banjir Jakarta

Banjir JakartaAir mengalir deras menghempaskan indahnya ibu kota

Memporak-porandakan  harta benda seakan tak berguna

Menenggelamkan nyawa manusia seakan tak berharga

Jerit tangis dan keluh kesah terdengar dimana-mana

 

Indahnya lampu berwarna-warni kini telah tiada

Taman-taman ibu kota kini tinggal sampah belaka

Gedung-gedung menjulang tinggi kini gelap gulita

Hanya air yang membanjir yang memenuhi ibu kota

 

Harta benda berlimpah kini semua sia-sia

Orang-orang pintar tak dapat menolongnya

Jabatan tinggi tak dapat menyelamatkannya

Hanya iman kepada TUHAN saja yang tidak sia-sia

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar