Posts Tagged With: rumah

RENUNGAN : Kekuatan Iman

Rumah diatas karang

Kekuatan iman adalah harapan setiap orang percaya. Iman adalah tempat kita bersandar saat lemah. Tempat kita berlindung saat badai menerpa. Tempat kita berteduh saat hujan datang. TUHAN YESUS menyingkapkan rahasia sebuah iman yang kokoh kuat. Matius 7:24  “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. 25  Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Untuk dapat memiliki iman yang kuat adalah dengan melakukan FIRMAN TUHAN.

Membaca FIRMAN TUHAN penting. Mendengar FIRMAN TUHAN penting. Namun semua menjadi sia-sia tanpa melakukannya. TUHAN YESUS menyebut seorang yang melakukan FIRMAN TUHAN adalah seorang yang bijaksana. Yang diumpamakan seorang yang mendirikan rumah di atas batu. Yang saat badai menerpa tetap kokoh kuat berdiri. Namun seorang yang tidak melakukan FIRMAN TUHAN adalah diumpamakan seorang yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Saat badai datang robohlah rumah itu.

Lakukanlah FIRMAN TUHAN ! agar iman kuat. Saat badai masalah hidup menerpa, iman kita tak akan goyah. Amin. Dari KOTA SION TUHAN YESUS memberkati.

(Gembala Sion)

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Pikiran Duniawi

impian

impian

Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi. (Filipi 3:19)

Berpikiran duniawi. Pernahkah kita berpikiran duniawi? Hal-hal duniawi setiap hari membayangi pikiran kita, membuat kita gelisah, bahkan ketenangan kita terganggu. Apakah pikiran duniawi itu? Tentang rumah yang megah, mobil yang mewah, fashion yang terbaru, gadget yang terbaru, trend-trend terbaru, atau mungkin diskon-diskon yang banyak.

Hal-hal duniawi sering mengganggu pikiran kita, bahkan menggelisahkan. Namun Firman TUHAN menyatakan bahwa hal-hal itu menuju kebinasaan, tidak langgeng, tidak abadi, hanya bersifat sementara. Ada hal-hal yang abadi yang seharusnya lebih menjadi pusat pikiran kita. Hidup kita akan dibawa kedalam ketenangan dan kebenaran, tetapi perkara-perkara dunawi akan menyesatkan hidup kita.

Marilah kita selalu memikirkan hal-hal yang abadi, jangan mau diperbudak dengan hal-hal yang bersifat sementara yang akan menuntun hidup kita kedalam kebinasaan. Amin. Dari KOTA SION TUHAN YESUS memberkati.

(Gembala Sion)

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

PUISI : Melati

melati-1Melati

Kau hias rumahku hingga nampak asri

Kau setia menemani saatku sendiri

Kau lukiskan kenangan dalam hati

Yang tak kan mungkin ku buang pergi

 

Melati

Kaulah adalah lambang cinta sejati

Yang tulus murni keluar dari nurani

Meski kadang layu oleh sinar mentari

Namun esok kan bersemi kembali

 

Melati

Kau bagaikan Sabda Illahi

Yang menghias taman hati

Yang bersemi setiap pagi

Dan hidup nampak berseri

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Menjadi Berkat

parenting-tipsKisah Para Rasul 3:25 Kamulah yang mewarisi nubuat-nubuat itu dan mendapat bagian dalam perjanjian yang telah diadakan Allah dengan nenek moyang kita, ketika Ia berfirman kepada Abraham: Oleh keturunanmu semua bangsa di muka bumi akan diberkati.

Pernahkah saudara membayangkan memperoleh harta kekayaan yang berlimpah, mobil mewah, rumah megah, baju yang indah. Membayangkan hal seperti terasa indah dan ingin tidak berhenti. Sesungguhnya saya dan saudara menerima warisan yang jauh lebih berharga dari semua itu. Firman Tuhan sebagai surat wasiat menjelaskan bahwa kitalah penerima warisan dari setiap janji yang diberikan kepada Bapa Abraham. Kitalah penerima warisan untuk menjadi berkat bagi seluruh dunia.

Marilah kita terima warisan dari Bapa Abaraham yaitu untuk menjadi berkat bagi seluruh dunia. Amin. Dari KOTA SION TUHAN YESUS MEMBERKATI.

(Gembala Sion)

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Hari Kelahiran Gereja

Jemaat mula“Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa”. (KPR 2:42).

Hari kelahiran seseorang banyak dikenang dan diperangati. Saling mengucapkan selamat dan memberi hadiah. Demikian juga hari kelahiran TUHAN YESUS diperingati di seluruh dunia. Namun tahukah saudara? Bahwa hari ini adalah hari Kelahiran Gereja. Meski tak ada yang tahu, tak ada yang mengingat atau bahkan tak ada yang memperingati, termasuk gereja-gereja.

Mengapa saya mengatakan bahwa hari ini adalah hari kelahiran gereja? Sebab satu minggu setelah pencurahan Roh Kudus, dimulailah persekutuan-persekutuan di Bait ALLAH dan dirumah-rumah, sebagai suatu permulaan gereja. (Kisah Rasul 2:41-47). Itu adalah kelahiran gereja, dimana persekutuan-persekutuan orang Kristen dimulai dan terus giat dilakukan.

Karena saya mengerti maka khotbah saya adalah tentang kelahiran gereja. Dengan mengingat dan merayakan kelahiran gereja, maka kita akan diingatkan akan bentuk dan kegiatan gereja mula-mula, yang akan mendorong saya dan saudara untuk kembali kepada gereja yang sesungguhnya. Marilah kita senantiasa mengingat dan merayakan kelahiran gereja, sebagai suatu peringatan akan bentuk dan tujuan gereja mula-mula. Amin. Dari KOTA SION TUHAN YESUS memberkati.

(Gembala Sion)

 

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Kegelisahan

kegelisahanYohanes 14:1-3

1 “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.

2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.

Menjelang kenaikan TUHAN YESUS KRISTUS, murid-murid TUHAN YESUS merasakan gelisah. Kegelisahan mereka adalah masalah tempat tinggal. Semua manusia mengalami kegelisahan tentang setelah meninggal nanti. Sebab tidak ada yang tahu kemana dan dimana nanti. Bahkan adakah tempat setelah meninggal dunia nanti.

TUHAN YESUS menjelaskan dengan pasti. Agar kita tidak gelisah, meski kita tak tahu arah, tak tahu jalan, dan tak tahu mau tinggal dimana setelah meninggal. Sebab TUHAN YESUS sendiri yang akan menjemput kita. DIA sendiri telah menyediakan tempat untuk kita. Kesanalah TUHAN YESUS akan menghantar kita, sehingga kita tidak tersesat.

Tidak ada alasan untuk gelisah, sebab ALLAH telah menyediakan segalanya bagi kita. Marilah kita percaya dan berserah kepada ALLAH. Amin. Dari KOTA SION TUHAN YESUS memberkati.

 (Gembala Sion)

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Gunung Kelud

Gunung Kelud ErupsiGunung Kelud meradang

Memuntahkan batu dan belerang

Semua orang lari tunggang-langgang

Meninggalkan rumah dan ladang

 

Kampung-kampung ditinggalkan sepi

Kehancuranpun nampak disana-sini

Hati menjerit pilu, pedih terasa ngeri

Namun semua memang harus terjadi

 

Tidak ada yang dapat menghentikan

Tidak ada yang memberi pertolongan

Kecuali hanya seruan kepada TUHAN

Agar bencana ini tidak berkelanjutan

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Korban Gunung Sinabung

Korban sinabung 1Menjadi korban Gunung Sinabung sungguh merana

Tinggal dibarak pengungsian yang terbuat dari tenda

Kalau malam dingin, kalau siang panasnya membara

Tidak pernah ganti baju, hanya sehelai  yang dibawa

 

Bisa makan itu sungguh bersyukur

Sering makan hanya dengan bubur

Rumah dan ladang sudah hancur

Tak ada yang sempat dibawa kabur

 

Kini hanya berharap kepada Yang Maha Kuasa

Semoga amarah gunung Sinabung segera reda

Aman pulang kerumah dan bisa mulai bekerja

Tidak dihantui ketakutan yang mengancam jiwa

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

RENUNGAN : Buku Harian

Buku harian 3Selasa, 28 Januari 2014.

Pagi itu berkabut saat aku membuka mata. Hujan gerimis membasahi halaman rumah. Dingin terasa menusuk. Aku berdoa, TUHAN berkatilah hari ini. Hari itu memang aku sama sekali tidak punya uang. Hujan kian deras, hingga aku harus memakai mantel untuk mengantar sekolah anakku. Rencana lari pagi pun aku urungkan. Duduk aku termenung, hujan tidak reda, tidak bisa aku pergi kemana-mana.

Beberapa saat kemudian seorang teman datang menjemputku. Ia seorang caleg DPR RI pusat. Ia mengajakku untuk mengantar ke beberapa teman. Dalam kunjungan itu seorang teman memberi beberapa kue buatan sendiri. Ia bungkuskan untuk aku bawa pulang. Setelah agak siang kita mampir ke teman lain. Teman itu membawakan rambutan hasil panen sendiri. Perjalanan kami lanjutkan. Kami menjemput anakku pulang sekolah. Diperjalanan pulang temanku mengajak makan siang. Aku dan anakku dapat makan siang dengan gratis. Selesai makan, kami ambil beberapa kue untuk dibawa pulang. Siang itu, kami pulang dengan perut kenyang dan membawa banyak kue dan buah.

Aku antar anakku pulang. Perjalanan kami lanjutkan. Masih ada beberapa teman yang akan dikunjungi. Malampun tiba. Temanku menawarkan untuk membawa makanan dibawa pulang, kami beli lauk yang cukup enak dan banyak untuk seisi rumah.

Hari sudah malam saat aku diantar pulang. Masih juga aku tidak punya uang hari itu, namun Tuhan memberi aku banyak berkat, walaupun bukan bentuk uang. Begitu banyak cara TUHAN memberkati. Meski tidak punya uang hari itu. Kami sekeluarga tidak kelaparan, bahkan berkelimpahan berkat. Terima kasih TUHAN YESUS atas hari itu. Amin.

(Gembala Sion)

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Tinggal di Pengungsian

pengungsiTinggal di pengungsian rasanya tidak enak

Tempat sempit berebut dan berdesak-desak

Senggol kanan senggol kiri terasa begitu sesak

Siang malam bising karena banyak anak-anak

 

Rumah tidak dapat dihuni karena banjir

Mau minum, cuci dan mandi susah air

Siang malam, pagi dan petang terus mikir

Sampai kapankah semua akan berakhir

 

Mau makan nunggu uluran para dermawan

Bisa ganti baju kalau ada yang memberikan

Namun, masih tersisa sebuah pengharapan

Bahwa TUHAN pasti tidak akan meninggalkan

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar