Renungan: ROH PENGHIBUR

Burung Merpati

“tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” Yohanes 14:26

Roh Kudus, yang adalah Roh Allah sendiri. Di sebut juga Roh Penghibur. Disebut Penghibur oleh karena salah satu tugas-Nya adalah menghibur. Pesan ini disampaikan oleh Tuhan Yesus pada saat Tuhan Yesus sedang mempersiapkan murid-murid-Nya yang akan ditinggal pergi ke surga. Tuhan Yesus sudah merasakan betapa mereka akan sangat berduka karena kehilangan Gurunya. Guru yang biasanya menyertai mereka selalu. Menolong dalam kesulitan. Memberi makan. Melakukan mujizat-mujizat. Tempat mereka belajar secara langsung. Tempat mereka bertanya. Sekarang harus pergi tanpa diduga para murid. Betapa para murid merasa berduka dan kehilangan. Oleh sebab itu Tuhan Yesus menyebut Roh Kudus sebagai Roh Penghibur.

Sampai hari ini, peran Roh Kudus sebagai Penghibur masih terus dilaksanakan. Oleh karena kesusahan hidup di dalam dunia, masih terus dirasakan. Mengikut Yesus bukan berarti tanpa persoalan. Kebutuhan dan tuntutan hidup membuat kita banyak berduka. Bukan saja oleh karena memikul salib. Namun sifat keadaan dunia, memang penuh kesusahan. Kesakitan, kekurangan, kesendirian juga konflik sosial. Namun janganlah tawar hati. Ada Roh Penghibur yang akan selalu menyertai kita. Memberi kekuatan untuk memampukan menghadapi segala kesulitan dan tantangan hidup.

Jangan sedih. Ada Roh Kudus yang menyertai kita. Amin. Dari kota Sion Tuhan Yesus memberkati.

(Pdt Agus Widjianto, M.Th).

RENUNGAN: PASKAH DITENGAH PANDEMI

Foto: Pixabay.com

“Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga.
Tetapi jika rumah tangga itu terlalu kecil jumlahnya untuk mengambil seekor anak domba, maka ia bersama-sama dengan tetangganya yang terdekat ke rumahnya haruslah mengambil seekor, menurut jumlah jiwa; tentang anak domba itu, kamu buatlah perkiraan menurut keperluan tiap-tiap orang.
Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing.
Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja.
Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya.
Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga; yang dipanggang mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit.
Janganlah kamu memakannya mentah atau direbus dalam air; hanya dipanggang di api, lengkap dengan kepalanya dan betisnya dan isi perutnya.
Janganlah kamu tinggalkan apa-apa dari daging itu sampai pagi; apa yang tinggal sampai pagi kamu bakarlah habis dengan api.
Dan beginilah kamu memakannya: pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi TUHAN.” (Keluaran 12:3-11).

Paskah di tengah covid 19. Hal ini mengingatkan saya kepada paskah pertama saat bangsa Ibrani mempersiapkan diri keluar dari tanah Mesir menuju tanah Kanaan. Sebuah ketaatan dibutuhkan untuk dapat selamat maut. Salah sedikit saja, bangsa Ibrani tidak taat, malaikat maut merenggutnya.

Demikian juga paskah di tengah covid 19. Salah sedikit saja tidak taat, covid 19 akan merenggutnya. Saya bisa membayangkan betapa sulitnya Musa mengatur bangsa Israel untuk taat pada waktu itu. Demikian juga pemerintah saat ini betapa sulitnya masyarakat agar taat sehingga tidak tertular covid 19.

Semoga paskah di tengah pandemi covid 19. Kita bisa merasakan betapa sulitnya paskah pertama bangsa Israel. Amin. Dari kota Sion Tuhan Yesus memberkati.

(Tunas Putra).

RENUNGAN: Kekalahan Maut

KEMATIAN

 Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu? – 1Kor 15:55

Bagi sebagian orang, kematian adalah sesuatu yang menakutkan. Bekerja keras, menjaga kesehatan, melindungi diri adalah bentuk perjuangan untuk tidak segera mengalami kematian. Tidak ada seorangpun yang dapat menahan kematian. Kemajuan teknologi, kepintaran manusia, harta berlimpah, jabatan yang tinggi ataupun kasih banyak orang. Semua tidak dapat menunda kematian. Ketika kematian datang semua orang hanya bisa berserah.

Kebangkitan Kristus adalah sebuah bukti bahwa kematian dapat dikalahkan. Keputusan hukum mati pemerintahan Pilatus, penganiayaan, perlakuan yang kejam, penyalipan yang ingin supaya Yesus mati. Dapat dikalahkan, sebab Yesus Kristus bangkit kembali. Penjagaan pemerintahan yang kuat, batu besar yang menutup kubur, bahkan Hoax yang disebarkan oleh para pejabat pemerintahan tidak sanggup mengalahkan kematian Yesus. Yesus tetap bangkit, hidup dan menang.

Sampai hari ini kematian masih menjadi masalah bagi banyak orang. Bukan saja masalah kematian, namun kehidupan sehari-hari terus menjadi persoalan kehidupan kita. Masalah ekonomi, masalah kesehatan, masalah rumah tangga begitu kompleks seakan tiada henti. Namun masalah-masalah itu hanyalah masalah yang kecil dibandingkan masalah kematian. Yesus Kristus dapat mengalahkan kematian, apalagi masalah-masalah kecil dalam kehidupan sehari-hari pasti dapat dikalahkan.

Jika DIA berjanji untuk membangkitkan kita setelah kematian, DIA juga akan mengalahkan masalah-masalah kehidupan kita sehari-hari. Berharaplah selalu kepada-NYA! Amin. Dari KOTA SION, TUHAN YESUS MEMBERKATI ANDA.

(Tunas Putra)

RENUNGAN: Kekuatan Dalam Kelemahan

Ngantuk

KEKUATAN DALAM KELEMAHAN

II KORINTUS 12:9

Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

 

Saya memiliki kelemahan. Menurut beberapa orang kelemahan tersebut sangat fatal dan berbahaya. Dari hasil penelitian para ahli syaraf sayalah yang lemah. Ada beberapa syaraf yang ada di batok kepala saya sangat lemah. Hal ini disebabkankan seringnya mengkonsumsi obat tidur untuk pengobatan alergi gatal pada masa lalu. Dampak dari kelemahan itu adalah gampang ngantuk. Dalam segala situasi dan kondisi saya gampang ngantuk. Saat duduk diam tanpa sadar saya bisa tertidur sendiri. Bahkan ditengah kesibukan sekalipun saya dapat ngantuk. Ngantuk akan menyerang khususnya jika saya berpikir keras. Berpikir keras akan menjadi beban bagi syaraf-syaraf di kepala saya. Semakin hebat saya berpikir akan semakin ngantuk. Bagi orang yang tidak memahami kasih karunia TUHAN,  hal ini di anggap menjadi malapetaka, musibah atau persoalan berat.

Namun akhir-akhir ini saya disadarkan akan adanya kasih karunia TUHAN dalam kelemahan. Semakin banyak tugas dan tanggung jawab, semakin banyak juga kesibukan yang harus diselesaikan. Demikian pula banyaknya tanggung jawab pasti disertai banyak persoalan. Jika tugas semakin banyak, persoalan pasti semakin berat. Bisa dibayangkan jika tugas berkembang terus, maka kita tidak akan kuat menanggung persoalan yang mengikuti. Namun disinilah kasih karunia TUHAN. Saat saya berpikir keras, karena banyaknya persoalan yang mengikuti tugas yang banyak, saya menghadapinya dengan ngantuk dan tertidur. Semakin berat persoalan yang saya hadapi, saya semakin ngantuk. Bagi orang lain persoalan yang berat harus dihadapi dengan berpikir keras. Hal ini akan membuat gelisah, tidak bisa tidur, bahkan sakit penyakit akan menyertai. Bisa berdampak sakit jantung, darah tinggi dan lain sebagainya.

Namun saya berbeda. Ada banyak tugas berat yang saya hadapi. Banyak persoalan pula yang menyertai. Bahkan semakin lama tugas juga semakin banyak, bersama perkembangan tanggung jawab yang di emban.  Semua persoalan itu tidak membuat saya gelisah, tidak membuat saya stress, sebab setiap saya berpikir keras, saya ngantuk, tidur dan segar kembali untuk dapat mengerjakan tugas tanggung jawab saya. Disinilah saya menyadari betapa kelemahan itu sangat berharga bagi saya. Saya menyadari betapa kasih karunia berlimpah dalam kelemahan saya. Saya sangat bersyukur dengan kelemahan syaraf ini. Sebab semua tugas tanggung jawab dimana persoalan mengikuti, terasa ringan dalam kehidupan saya. Inilah artinya kekuatan dalam kelemahan dalam hidup saya.

TEMUKAN SETIAP KEKUATAN DALAM KELEMAHAN SAUDARA

(Tunas Putra)

RENUNGAN : Kekuatan Iman

Rumah diatas karang

Kekuatan iman adalah harapan setiap orang percaya. Iman adalah tempat kita bersandar saat lemah. Tempat kita berlindung saat badai menerpa. Tempat kita berteduh saat hujan datang. TUHAN YESUS menyingkapkan rahasia sebuah iman yang kokoh kuat. Matius 7:24  “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. 25  Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Untuk dapat memiliki iman yang kuat adalah dengan melakukan FIRMAN TUHAN.

Membaca FIRMAN TUHAN penting. Mendengar FIRMAN TUHAN penting. Namun semua menjadi sia-sia tanpa melakukannya. TUHAN YESUS menyebut seorang yang melakukan FIRMAN TUHAN adalah seorang yang bijaksana. Yang diumpamakan seorang yang mendirikan rumah di atas batu. Yang saat badai menerpa tetap kokoh kuat berdiri. Namun seorang yang tidak melakukan FIRMAN TUHAN adalah diumpamakan seorang yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Saat badai datang robohlah rumah itu.

Lakukanlah FIRMAN TUHAN ! agar iman kuat. Saat badai masalah hidup menerpa, iman kita tak akan goyah. Amin. Dari KOTA SION TUHAN YESUS memberkati.

(Gembala Sion)

RENUNGAN : Mengasihi Dunia

MENGASIHI DUNIA

Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.
Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.
Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya. 1 Yohanes 2:15-17 (TB)

Firman Tuhan menjelaskan bahwa dunia sedang lenyap dengan keinginannya. Namun, dunia ini terlalu memikat bagi banyak orang, sehingga kasih mereka terlalu besar untuk dunia ini.
Mengapa kita mengasihi dunia yang sedang lenyap? KEKECEWAAN yang akan kita terima. Smartphone yang begitu kita kasihi membuat kecewa. Discount-discount yang begitu memikat membuat gelisah. Orang-orang yang begitu kita cintai semua mengecewakan kita. Semua itu oleh karena kita mengasihi dunia yang sedang menuju lenyap.
Kasihilah hal-hal yang abadi. Kita tidak akan pernah kecewa. Kasihilah hal-hal yang kita bawa kesurga, kita akan bahagia. Lepaskan kasih kita kepada dunia yang sifatnya sementara, berubahlah kasih kepada Tuhan. Maka kita akan bahagia. Amin. TUHAN YESUS memberkati Anda dari Kota Sion.

(Tunas Putra).

RENUNGAN: Om Telolet Om

telolet“Tiuplah sangkakala di Sion dan berteriaklah di gunung-Ku yang kudus! Biarlah gemetar seluruh penduduk negeri, sebab hari TUHAN datang, sebab hari itu sudah dekat”. Yoel 2:1.

“Om telolet om” adalah sebuah fenomena di akhir tahun 2016. Sebuah istilah sederhana, yang ditemukan oleh orang sederhana namun menjadi mendunia. Hingga ke ujung bumi fenomena ini membumi. Istilah itu adalah dari sebuah terompet bus, yang berbunyi “telolet”. Banyak orang tidak memahami hal ini. Atau menganggapnya itu hanya sebuah fenomena biasa. Namun tahukah saudara? Bahwa terompet atau dalam bahasa lain disebut sangkakala sudah sejak dipakai sejak dulu kala. Zaman Alkitab sangkakala sudah dipakai sejak zaman kitab Kejadian.

Sangkakala zaman dulu dipakai sebuah tanda. Apakah itu tanda peperangan, tanda bahaya, juga tanda kemenangan. Di dalam kitab Wahyu sangkakala juga dipegang oleh tujuh malaikat sebagai tanda akhir zaman, demikian juga sebelum itu dipakai untuk tanda kedatangan TUHAN. Hanya sebuah terompet “om telolet om” kini mendunia, sebagai tanda akhir zaman. Kedatangan TUHAN sudah dekat, seperti di tulis oleh Nabi Yoel. Saatnya kita berjaga-jaga waspada dan mempersiapkan diri. Fenomena “Om telolet om” bukanlah fenomena biasa, itu adalah terompet akhir zaman yang memperingatkan kita agar mempersiapkan diri untuk kedatangan TUHAN YESUS yang kedua kali.

Ingatlah kedatangan TUHAN YESUS yang kedua kali, setiap saudara mendengar terompet “om telolet om”. Amin. Dari KOTA SION YANG INDAH TUHAN YESUS memberkati Saudara..

(Tunas Putra)

RENUNGAN : Serigala atau Domba

serigala domba

serigala domba

Matius 7:15 “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.”

Semua orang tahu bahwa serigala lebih hebat dari pada domba. Serigala memiliki suara lebih keras. Dalam berlari serigala lebih cepat.  Lebih berani, gesit dan lebih lincah. Domba tidak bisa apa-apa. Lemah dan bodoh. Jika semua diberi baju domba, maka serigalalah terpilih sebagai pemenang. Namun waspadalah mereka itu bukan domba. Mereka adalah serigala pemakan domba.

Demikian waspadalah banyak hamba Tuhan adalah serigala berbulu domba. Mereka tampil lebih meyakinkan dari pada hamba Tuhan yang asli. Bahasanya lebih fasih. Seakan-akan nampak lebih rohani. Lebih cerdas dan pandai. Namun sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas yang siap menelan domba.

Jangan tertipu dengan apa yang nampak di depan mata. Yang nampak lebih hebat belum tentu mereka adalah domba. Dari buahnyalah kita akan mengenali mereka. Waspadalah mereka yang hebat agar kita tidak menjadi mangsa serigala. Amin. Dari kota Sion Tuhan Yesus memberkati.

(Tunas Putra).

RENUNGAN : Tubuh Kemuliaan

Kematian

Kematian

1Kor 15:43  Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan.

Kematian bagi sebagian orang memang sangat menakutkan. Kebanyakan orang tidak menginginkan, bahkan mengangggapnya sebagai sebuah malapetaka. Rasul Paulus menjelaskan kepada jemaat di Korintus. Bahwa kematian bukanlah sesuatu yang menakutkan. Sebab kematian hanyalah perpindahan dari tubuh yang fana berganti menjadi tubuh kemuliaan, yaitu tubuh yang baka.

Tubuh yang fana penuh keterbatasan. Memiliki batas waktu untuk hidup. Membutuhkan makanan dan istirahat untuk dapat bergerak.   Akan menjadi sakit jika kelelahan. Mudah terserang penyakit. Namun tubuh kemuliaan berbeda. Tubuh yang dapat hidup untuk selama-lamanya. Yang tidak akan pernah merasa lelah atau sakit. Tidak menua dan tidak membutuhkan makanan setiap hari.

Saat kita mati. Tubuh kita akan diubah dengan tubuh kemuliaan. Tubuh yang kekal. Tubuh yang dapat melihat kemuliaan ALLAH. Tubuh yang layak untuk masuk surga. Janganlah takut mati. Karena kematian bagi orang percaya hanyalah perubahan dari tubuh yang fana ini dengan tubuh kemuliaan. Amin. Dari KOTA SION Tuhan YESUS memberkati.

(Tunas Putra).

RENUNGAN : Diberkati Tuhan

Abraham & Sara

Abraham & Sara

“Pandanglah Abraham, bapa leluhurmu, dan Sara yang melahirkan kamu; ketika Abraham seorang diri, Aku memanggil dia, lalu Aku memberkati dan memperbanyak dia.” Yesaya 51:2

Agama-agama besar di dunia mengakui Abraham sebagai nabi mereka. Bangsa-bangsa didunia menyebut sebagai keturunan Abraham. Sampai hari ini Abraham masih disebut sebagai bapak orang percaya. Kisahnya terus diceritakan dari keturunan ke keturunan sepanjang masa. Siapakah Abraham? Mengapa bangsa-bangsa mengakui keturunan Abraham? Mengapa Kisah hidupnya memberkati semua umat manusia? Firman TUHAN menjelaskan bahwa dulunya Abraham adalah seorang diri. Dia baru memiliki anak disaat usia sudah lanjut. Namun karena ALLAH memanggil dan memberkati. Abraham memiliki keturunan sampai hari ini. Jumlahnya seperti bintang dilangit dan pasir di tepi laut. Tidak terhitung.

Allah memberkati Abraham. Dari seorang diri, sampai menurunkan bangsa-bangsa di dunia. Kita adalah keturunan Abraham. Kita mewarisi berkat itu. Dengan ketaatan kita. Kita dari seorang diri akan diberkati menjadi banyak. Tidak ada alasan kita orang kecil akan tetap kecil. Kita orang sederhana, tidak akan selamanya tetap sederhana. Allah yang telah memberkati Abraham akan memberkati kita juga. Dia yang mengubah dari seorang diri menjadi banyak. ALLAH juga akan melakukannya untuk kita.

Ikutilah teladan Abraham untuk taat mengikuti panggilan-NYA. Kita akan diberkati dan dibuat menjadi banyak seperti Abraham. Amin. Dari KOTA SION TUHAN YESUS memberkati.

(Tunas Putra)