PUISI : Orang Biasa

Bersama Yesus

Bersama Yesus

TUHAN,

Seandainya aku kaya raya

Mungkin aku berlagak seorang raja

Tidak mengenal Sang Pencipta

Dan belas kasihku tidak ada

 

TUHAN,

Seandainya aku pejabat tinggi

Mungkin aku akan tinggi hati

Mementingkan diri sendiri

Dan tidak tahu mengasihi

 

TUHAN,

Seandainya aku pintar

Mungkin aku berlagak orang tenar

Dimana-mana bikin onar

Dan kata-kataku selalu hambar

 

Namun,

Kau ciptakan aku orang biasa

Agar aku tampil sederhana

Dekat dengan Sang Pencipta

Mengenal kasih yang sempurna

 

(Gembala Sion)

HIKMAT : Bukanlah

Pantomim

Pantomim

Uang bukanlah segalanya, karena ada yang tidak dapat dibeli dengan uang.

Harta bukanlah yang paling berharga, karena ada yang lebih berharga dari harta.

Kekayaan bukanlah kemuliaan, karena ada banyak kesusahan di dalam kekayaan.

Pangkat bukanlah derajat, karena pangkat tertinggi adalah rakyat.

Harga diri bukanlah harga mati, karena harga diri hanya sebatas pandang mata.

Kepintaran bukanlah kehebatan karena ada orang lain lebih pintar.

Kematian bukan akhir kehidupan, karena masih ada kehidupan setelah itu.

 

(Gembala Sion)

PUISI : Banjir Jakarta

banjir-mangga-dua_663_382Banjir lagi-lagi melanda Jakarta

Seakan-akan menjadi budaya

Meski sangat menyesakkan dada

Namun belum ada solusi juga

 

Orang pintar dimana-mana

Orang kaya berlimpah harta

Pemerintah punya kuasa

Rakyat juga dapat bersuara

 

Namun semua tak ada solusi

Semua pintu seakan terkunci

Sampai kapankah terus begini

Banjir dan banjir terus terjadi

 

(Gembala Sion)

PUISI : Hikmat Dari Belajar

dv1644021Kita mau belajar

Karena kita mau pintar

Memiliki pengharapan besar

Masa depan kita akan bersinar

 

Kita mau terbuka

Agar bebas dari beban jiwa

Tidak pernah merana

Hati kita selalu bersuka

 

Kita mau mengerti

Agar tidak dikhianati

Selalu ada damai dihati

Hidup kita selalu diberkati

 

(Gembala Sion)

PUISI : Banjir Jakarta

Banjir JakartaAir mengalir deras menghempaskan indahnya ibu kota

Memporak-porandakan  harta benda seakan tak berguna

Menenggelamkan nyawa manusia seakan tak berharga

Jerit tangis dan keluh kesah terdengar dimana-mana

 

Indahnya lampu berwarna-warni kini telah tiada

Taman-taman ibu kota kini tinggal sampah belaka

Gedung-gedung menjulang tinggi kini gelap gulita

Hanya air yang membanjir yang memenuhi ibu kota

 

Harta benda berlimpah kini semua sia-sia

Orang-orang pintar tak dapat menolongnya

Jabatan tinggi tak dapat menyelamatkannya

Hanya iman kepada TUHAN saja yang tidak sia-sia

 

(Gembala Sion)