Posts Tagged With: perut

RENUNGAN : Pikiran Duniawi

impian

impian

Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi. (Filipi 3:19)

Berpikiran duniawi. Pernahkah kita berpikiran duniawi? Hal-hal duniawi setiap hari membayangi pikiran kita, membuat kita gelisah, bahkan ketenangan kita terganggu. Apakah pikiran duniawi itu? Tentang rumah yang megah, mobil yang mewah, fashion yang terbaru, gadget yang terbaru, trend-trend terbaru, atau mungkin diskon-diskon yang banyak.

Hal-hal duniawi sering mengganggu pikiran kita, bahkan menggelisahkan. Namun Firman TUHAN menyatakan bahwa hal-hal itu menuju kebinasaan, tidak langgeng, tidak abadi, hanya bersifat sementara. Ada hal-hal yang abadi yang seharusnya lebih menjadi pusat pikiran kita. Hidup kita akan dibawa kedalam ketenangan dan kebenaran, tetapi perkara-perkara dunawi akan menyesatkan hidup kita.

Marilah kita selalu memikirkan hal-hal yang abadi, jangan mau diperbudak dengan hal-hal yang bersifat sementara yang akan menuntun hidup kita kedalam kebinasaan. Amin. Dari KOTA SION TUHAN YESUS memberkati.

(Gembala Sion)

Iklan
Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

RENUNGAN : Buku Harian

Buku harian 3Selasa, 28 Januari 2014.

Pagi itu berkabut saat aku membuka mata. Hujan gerimis membasahi halaman rumah. Dingin terasa menusuk. Aku berdoa, TUHAN berkatilah hari ini. Hari itu memang aku sama sekali tidak punya uang. Hujan kian deras, hingga aku harus memakai mantel untuk mengantar sekolah anakku. Rencana lari pagi pun aku urungkan. Duduk aku termenung, hujan tidak reda, tidak bisa aku pergi kemana-mana.

Beberapa saat kemudian seorang teman datang menjemputku. Ia seorang caleg DPR RI pusat. Ia mengajakku untuk mengantar ke beberapa teman. Dalam kunjungan itu seorang teman memberi beberapa kue buatan sendiri. Ia bungkuskan untuk aku bawa pulang. Setelah agak siang kita mampir ke teman lain. Teman itu membawakan rambutan hasil panen sendiri. Perjalanan kami lanjutkan. Kami menjemput anakku pulang sekolah. Diperjalanan pulang temanku mengajak makan siang. Aku dan anakku dapat makan siang dengan gratis. Selesai makan, kami ambil beberapa kue untuk dibawa pulang. Siang itu, kami pulang dengan perut kenyang dan membawa banyak kue dan buah.

Aku antar anakku pulang. Perjalanan kami lanjutkan. Masih ada beberapa teman yang akan dikunjungi. Malampun tiba. Temanku menawarkan untuk membawa makanan dibawa pulang, kami beli lauk yang cukup enak dan banyak untuk seisi rumah.

Hari sudah malam saat aku diantar pulang. Masih juga aku tidak punya uang hari itu, namun Tuhan memberi aku banyak berkat, walaupun bukan bentuk uang. Begitu banyak cara TUHAN memberkati. Meski tidak punya uang hari itu. Kami sekeluarga tidak kelaparan, bahkan berkelimpahan berkat. Terima kasih TUHAN YESUS atas hari itu. Amin.

(Gembala Sion)

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Yunus

yunus 1Tiga hari engkau di perut ikan

Tanpa mengalami kematian

Semua demi rencana TUHAN

Agar engkau melaksanakan

 

Sia-sia engkau melarikan diri

Karena TUHAN tak kan berdiam diri

Meski engkau ke ujung bumi

TUHAN kan membawamu kembali

 

Kini seluruh Ninewe bertobat

Karena engkau telah taat

Ninewe tidak jadi kiamat

TUHAN telah mencurahkan berkat

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Yunus Di Perut Ikan

YUNUS DI PERUT IKAN

“Maka atas penentuan TUHAN datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus; dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya”. Yunus 1:17

Yunus di perut ikan. Mungkin kita menganggapnya kisah Yunus ini luar biasa. Di dalam perut ikan selama tiga hari tiga malam tidak mati. Hal ini terjadi oleh karena Yunus melarikan diri dari hadapan Tuhan. Tuhan memanggil untuk memberitakan Firman TUHAN di Ninewe. Tetapi Yunus melarikan diri ke arah Tarsis. Dalam pelariannya inilah TUHAN menghadangnya di jalan dengan mengirim angin badai, hingga di buang di tengah lautan, sampai di telan ikan selama tiga hari tiga malam di dalam perut ikan itu.

Sesungguhnya peristiwa yang luar biasa ini bukan saja terjadi dalam kehidupan Yunus. Kitapun sering memiliki pengalaman yang sama seperti Yunus. Saat kita tidak taat kepada TUHAN. Kita melarikan diri dari hadapan Tuhan. Menjauh dari TUHAN. Tuhan menghadang langkah kita, hingga hidup kita seperti di dalam perut ikan. Serba sulit, serba susah, tehimpit, terjepit, sesak dan tidak ada jalan keluar. Kita berseru-seru, minta tolong kesana-kesini, namun seakan tidak ada seorangpun yang mau mendengarkan kita. Kita mau mati, tetapi tidak mati-mati. Sedangkan keadaan  sangat menyakitkan. Hal ini terjadi bukan hanya tiga hari, mungkin berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.

Pada saat demikian, ingatlah dan sadarilah, bahwa kita sudah melarikan diri dari hadapan TUHAN. Kita sudah menjauh dari TUHAN. Kita sudah tidak taat kepada TUHAN. Saatnya kita kembali kepada TUHAN. Bertobat dan kembali mendekat kepadaNYA. Agar hidup kita dipulihkan. Dikembalikan dalam kemuliaan, dan anugrah TUHAN.

Jika hidup kita terjepit serasa seperti dalam perut ikan, sadarilah itu adalah tangan TUHAN yang sedang menghadang langkah kita, agar kita kembali kepada TUHAN. Amin. Dari KOTA SION TUHAN YESUS memberkati.

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , | Tinggalkan komentar