Arsip Tag: pengaruh

RENUNGAN : Paradigma Baru

petrus sembuh org lumpuh “Tetapi Petrus berkata: “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!” (Kisah Para Rasul 3:6)

Setelah gereja lahir ke dalam dunia. Gereja mengalami perkembangan. Mengalami pertumbuhan dan memiliki pengaruh yang besar bagi perubahan-perubahan dunia. Salah satu perubahan itu adalah adanya paradigma baru. Kalau yang dulu manusia berkonsetrasi, bertumpu kepada harta benda, kekayaan, emas dan perak. Sekarang paradigma itu mengalami perubahan. Manusia tidak lagi bertumpu kepada emas dan perak, sesuatu yang nampak di depan mata. Namun manusia mulai bertumpu kepada sesuatu yang yang bersifat supra natural. Kepada sesuatu yang tidak nampak di depan mata, namun memiliki daya ledak yang besar. Lebih besar dari pada apa yang nampak di depan mata.

Seorang lumpuh di depan Bait ALLAH yang dulunya hanya menjadi beban. Duduk di samping pintu gerbang Bait ALLAH untuk meminta sedekah. Hidup mati orang lumpuh itu tergantung, seberapa besar mendapat sedekah. Setelah gereja lahir. Yohanes dan Petrus tidak memberi emas dan perak, melainkan memberikan iman. Sehingga orang lumpuh itu bisa berjalan. Tidak lagi menjadi beban bagi orang lain.

Gereja lahir ke dalam dunia, agar menjadi berkat bagi dunia. Berkat itu tidak selalu berbentuk emas dan perak, namun, kuasa ALLAH, iman dan aplikasi setiap pengajaran Firman TUHAN. Jadilah orang-orang yang sanggup mengubah dunia, bukan dengan emas dan perak, namun menggunakan iman yang benar kepada TUHAN YESUS KRISTUS. Amin. Dari KOTA SION TUHAN YESUS memberkati.

(Gembala Sion)

Iklan

PUISI : Miskin

MISKIN

Kau telah menerkam harta kekayaanku habis tak tersisa

Kau telah merampas tabunganku hingga ku tak berdaya

Kau ambil semua jabatanku hingga ku jadi rakyat jelata

Kau tumpas pula pengaruhku hingga ku jadi orang biasa

Kau ambil kebanggaanku hingga aku tak punya apa-apa

 

MISKIN

Kini semua teman dan sahabat telah meninggalkanku

Tak ada lagi orang yang menyapa dan menghormatiku

Aku harus menahan lapar dan haus di kerongkonganku

Tak ada pula rumah mewah yang menjadi naunganku

Hanya sebuah pondok sederhana tempat perteduhanku

 

MISKIN

Hanya menunggu kemurahan TUHAN dalam hidupku

Kiranya IA berkenan memelihara hidupku setiap waktu

Tak ada lagi kebanggaan yang menjadi pengharapanku

Kecuali hanya DIA yang telah memberi hidup kepadaku

 

(Ki Jogo Sion)