Posts Tagged With: pancasila

PUISI : Mendung Diatas Ibu Kota

Jakarta mendung

Jakarta mendung

MENDUNG DI ATAS IBU KOTA

Mendung diatas ibu kota
Nampak kelam menutupi Jakarta
Hitam pekat menyelubungi anak bangsa
Satu dengan yang lain berebut tahta
Berambisi untuk dapat berkuasa
Saling menjatuhkan untuk menjadi Jawara
Mereka saling menghina
Saling mencaci dan mencerca
Panas membara di dunia maya
Bak perang besar Brantayuda

Lupa mereka adalah saudara
Lupa dasar negara Pancasila
Lupa kita adalah satu bangsa
Lupa kita adalah sesama

Mendung diatas ibu kota
Kapankah akan sirna?
Hidup rukun sebagai anak bangsa
Dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia

(Tunas Putra)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Tolikara

Tolikara

Tolikara

Kau telah menggoncang dunia

Dengan amarahmu yang membara

Kembali menguji kesaktian Pancasila

Untuk tetap mempersatukan Indonesia
Pertikaian umat dari bumi cendrawasih

Mengiris kerukunan yang tak mudah pulih

Keharmonisan umat yang kembali teriris

Mencoreng Pancasila nampak tak bersih

 

Tunjukkan kesaktianmu hai Pancasila

Memancarkan persatuan Indonesia raya

Melukis indah kerukunan umat beragama

Turut menciptakan perdamaian bagi dunia

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Hilangnya Mutiara Dari Timur

Unity_In_Diversity_1097x950Dimanakah budaya ketimuran kita

Warisan para raja sejak dulu kala

Sebagai jati diri bangsa Indonesia

Yang menjunjung tingggi etika

 

Mengapa saling mengumpat itu biasa

Tidak peduli meski itu di media massa

Mengapa para pemimpin saling mencela

Menunjukkan permusuhan yang nyata

 

Demokrasi Indonesia adalah Pancasila

Bukan Amerika yang bebas dan terbuka

Musyawarah dan mufakat itu utama

Bukan voting menjadi jalan pertama

 

Marilah kita kembali kepada budaya kita

Sebagai bangsa yang luhur berbudaya

Satu sama lain menjaga tenggang rasa

Agar bangsa Indonesia berwibawa

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Sumpah Pemuda

Rasanya masih terdengar di telinga

Belum hilang dari ingatan kita

Bahkan gemanya masih bergelora

Saat sumpah di ucapkan para pemuda

 

Bertekad dan berikrar bersama

Bertanah air, berbangsa dan bahasa Indonesia

Membangun negara ber asas Pancasila

Mempersatukan suku-suku yang ada

 

Kini delapan puluh empat tahun sudah terlewati

Setiap tahun kita selalu memperingati

Meski wujud persatuan itu belum dinikmati

Namun perjuangan belum berhenti disini

Kita wariskan itu kepada anak cucu nanti

 

(Ki Jogo Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Hari Kesakstian Pancasila

Kau kibarkan benderamu sebagai  tanda selalu jaya

Kau ikrarkan dirimu sebagai jati diri bangsa Indonesia

Kau teriakkan sila-silamu sebagai jiwa sebuah bangsa

Kaulah PANCASIA dasar negara kesatuan Indonesia

 

Meski musuh ingin selalu merongrongmu

Namun menyerah itu tak ada dalam sejarahmu

Terbukti musuhmu tak dapat menggantikanmu

Hingga kini kau masih berkemenangan selalu

 

Hiduplah kau selalu PANCASILA

Agar bangsa Indonesia tetap jaya

Jangan pernah menyerah oleh apapun juga

Hingga bangsa Indonesia mencapai yang di cita

 

(Sion, Pdt Agus Widjianto, MTh).

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : PKI

Kini kau telah tumbang

Oleh Pancasila yang menang

Tak dapat lagi engkau berang

Karena kekuatanmu telah hilang

 

Pancasila telah berjaya

Membuat PKI tak berdaya

Jangan pernah ingin berkuasa

Karena Pancasila dasar negara

 

Pancasila yang sakti

Jangan pernah mau di ganti

Biarkan Indonesia tetap berdiri

Menjadi negara yang tak tertandingi

 

(Ki Jogo Sion).

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Seorang Lady Gaga

Langit hitam berkerudungkan awan kelam

Bumi menangis berkalungkan sedu sedan

Berhiaskan aliran air mata yang penuh rintihan

Pilu berselimutkan duka lara yang dalam

Itulah saat seorang Lady Gaga menjadi pertikaian

Di antara bayang-bayang kebenaran dan kekerasan

Pancasila dan agamapun menjadi perisai yang aman

Nyawapun menjadi taruhan di antara saudara seiman

Malaikatkah Lady Gaga? Atau pemegang kekuasaan?

Hingga seluruh energi di kerahkan untuk memikirkan

Mengapa bangsa ini kian rentan terhadap kesatuan

Sedangkan kebersamaan adalah dasar kemerdekaan

Semoga TUHAN senantiasa memberi perlindungan

Di saat bangsa ini sedang menghadapi pencobaan

Hingga tidak ada seorangpun yang menghancurkan

Untuk memecah belah bangsa yang penuh keragaman

(Sion, Ki Jogo Sion).

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar