Posts Tagged With: obat

PUISI : Luka Hati

hati yang terluka

hati yang terluka

LUKA HATI

Luka hati
Seakan tak mungkin terobati
Kian lama kian begitu nyeri
Serasa ditusuk-tusuk duri

Luka hati
Lebih dari ditikam belati
Lebih dari pada sakit gigi
Sakitnya setengah mati

Luka hati
Hanya akan dapat terobati
Dengan darah Yesus yang suci
Sebab untuk itulah IA rela mati

(Tunas Putra).

Iklan
Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Air Kehidupan

“Di sepanjang kedua tepi sungai itu tumbuh segala macam pohon buah-buahan. Daun pohon itu tidak pernah layu, dan buah-buahnya tidak pernah habis. Pohon-pohon itu akan menghasilkan buah-buahan yang baru setiap bulan, sebab air yang mengairinya mengalir dari Rumah TUHAN. Buah-buahnya menjadi makanan dan daun-daunnya berguna untuk obat.” Yehezkiel 46:12

Air kehidupan. Air yang memancar dari bumi akan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan yang bersifat sementara. Pohon yang gemuk akan memiliki daun yang sebentar saja hijau lalu segera kering. Buah yang dihasilkan hanya akan tumbuh pada musimnya saja. Demikian juga tidak semua daun yang dihasilkan dapat menjadi obat. Namun berbeda dengan air kehidupan. Ia akan mengairi kehidupan kita yang menghasilkan daun yang tidak akan pernah kering. Menghasilkan buah yang terus menerus dan tidak pernah berhenti. Demikian juga daun-daunnya dapat digunakan sebagai obat sakit apa saja. Jika kita dekat dengan TUHAN. Roh Kudus yang di dalam hati kita akan terus menghasilkan kehidupan yang selalu baru, bersemi selalu dan berbuah lebat terus menerus.

Jadilah orang yang hidupnya bersumber kepada Roh Kudus yang ada dalam hati kita dan tidak bergantung kepada kekuatan kita atau kepada dunia ini. Amin. Dari KOTA SION TUHAN YESUS memberkati Saudara.

(Pdt Agus Widjianto, M.Th).

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Doa Adalah Obat Rindu Yang Jitu

DOA ADALAH OBAT RINDU YANG JITU

“Di atas ranjangku pada malam hari kucari jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia. Aku hendak bangun dan berkeliling di kota; di jalan-jalan dan di lapangan-lapangan kucari dia, jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia”. Kidung Agung 3:1-2.

Rindu. Pernahkah saudara rindu pada si jantung hati? Bagaimanakah rasanya? Raja Salomo memiliki pengalaman rindu pada si jantung hati. Ia terbangun tengah malam, gelisah, tidak bisa tidur. Ia cari si jantung hati, yang telah hadir dalam mimpi-mimpi. Ia cari kelililing kota. Ia cari di jalan-jalan, dilapangan-lapangan, tetapi tidak ditemui. Dalam mimpi seakan ia hadir, namun ketika terjaga ternyata tidak ada.

Mungkin kita pernah punya pengalaman yang sama. Rindu kepada si jantung hati. Kitacari dia dimana-mana tetapi tidak ditemui. Dan rindupun semakin hebat. Hadir dalam bayang-bayang, dalam mimpi, seakan nyata padahal tidak. Pada saat demikian kita lemah. Malas melakukan apa-apa. Pikiran kita hanya ingin bertemu dengan si jantung hati saja. Menjadi sebuah pertanyaan besar. Mengapa perasaan rindu yang menyiksa itu diberikan oleh Alllah? Bukankah itu perasaan yang menyiksa? Apakah tidak ada cara lain? Sesungguhnya rasa rindu itu diberikan oleh Allah untuk mengajar kita berdoa. Dengan teori, ajakan atau himbauan berdoa, mungkin kita malas. Namun dengan kerinduan yang sangat kepada si jantung hati, hingga kita tersiksa. Mendorong kita rajin berdoa. Paling tidak berdoa untuk orang yang  dirindukan. Rindu itu mendorong kuat untuk kita untuk berdoa. Semakin besar kerinduan kita, semakin banyak pula kita berdoa. Hingga kita menjadi seorang yang terlatih di dalam berdoa.

JANGAN JADIKAN MERANA OBAT RINDU, MELAINKAN PAKAILAH BERDOA SEBAGAI OBAT RINDU YANG  JITU. Amin. Dari KOTA SION TUHAN YESUS Memberkati.

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar