Posts Tagged With: mulia

PUISI : Kayu Salib

Salib Yesus

Salib Yesus

Tergantung tubuhMU di atas salib kayu kasar

Bukti bahwa dosa umat manusia telah dibayar

Meski banyak umat manusia tidak mau sadar

Namun pengorbananMU tetap yang terbesar

 

Mengalir darahMU yang suci ke atas bumi

Bukti bahwa ENGKAU rela mengampuni

Meski umat manusia tidak mau intropeksi

Namun pengorbananMu tetap berarti

 

ENGKAU rela mati dengan cara hina

Agar manusia menerima hidup mulia

KAU tinggalkan tahtaMU di surga

Agar manusia dapat masuk surga

 

(Gembala Sion)

Iklan
Categories: Uncategorized | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

PUISI : Biji Mata Tuhan

"Mata Tuhan" oleh NASA

“Mata Tuhan” oleh NASA

TUHAN

Jangan Kau biarkanku seperti sampah

Orang anggapku sebagai barang murah

Penuh caci maki dan sumpah serapah

Setiap orang menilaiku begitu rendah

 

Seakan ku bukan lagi seorang manusia

Yang layak menerima sebuah cinta

Untuk membuatku hidup bahagia

Atau kasih sayang layaknya sesama

 

Namun ku percaya dan tak kan ragu

Aku berharga dan mulia dimata-MU

Hingga KAU kan selalu melindungiku

Seperti layaknya biji mata-MU

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

PUISI : Waktu

Time-TrackingWAKTU

Begitu cepat ia berlalu

Tak mau ia menunggu

Begitu cepat ia melaju

Seakan ia terburu-buru

 

WAKTU

Membuat semuanya cepat berganti

Tak kenal yang namanya berhenti

Tak sekejappun ia mau menanti

Seakan semuanya sudah pasti

 

WAKTU

Orang rajin sukses dibuatnya

Orang malas gagal diberikannya

TUHAN memberikan waktu sama

Bagi setiap orang yang diciptakanNYA

 

Pakailah waktu untuk hal-hal mulia

Jangan biarkan waktu menjadi sia-sia

 

(Gembala SION)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

PUISI : Kasih Tuhan

sinar pagiTUHAN,

KasihMU sungguh suci

Selalu baru setiap pagi

Sanggup memulihkan hati

Menjadi baru dan berseri

 

TUHAN,

KasihMU sungguh mulia

Memancar senantiasa

Memulihkan yang terluka

Tentram, damai sejahtera

 

TUHAN,

KasihMU sungguh dahsyat

Sempurna dan kuat

Menyelamatkan yang tersesat

Diubahkan dan menjadi berkat

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Bulan Agustus

kalender agustusBulan agustus adalah bulan ke-delapan dalam kalender Masehi. Kata Agustus menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti mulia. Yang dimulai dari Kaisar Agustus yang artinya Yang Mulia. Bulan ke-delapan menurut perhitungan Yahudi artinya Kristus. Pada bulan Agustus Banga Indonesia memperoleh Kemerdekaan. Bulan Agustus Gabungan Gereja Baptis Indonesia dilahirkan. Bulan Agustus pula pendiri Gabungan Gereja Baptis Indonesia berulang tahun.

Pada bulan Agustus saya masuk Seminari. Pada bulan Agustus saya beberapa kali mengalami kecelakaan. Pada bulan Agustus sumur gereja mati beberapa kali. Pada bulan Agustus teman-teman dekat saya berulang tahun. Mereka adalah teman-teman sejati dalam suka dan duka. Yang berperan banyak dalam kehidupan saya. Pada saat semua orang meninggalkan saya mereka tetap setia kepada saya.

Pada bulan Agustus pula saya berulang tahun. Meski ada banyak peristiwa-peristiwa yang luar biasa dalam kehidupan saya dalam bulan Agustus. Namun dalam tahun ini semoga peristiwa yang baik yang terjadi dalam kehidupan saya. Peristiwa anugrah, kasih karunia, berkat-berkat, bahkan mujizat-mujizat. TUHAN berikanlah peristiwa yang baik dalam bulan Agustus ini. Amin.

 (Ki Jogo Sion)

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Putih

putihPUTIH

Tanda hati yang tulus suci

Tanda langit sedang cerah

Tanda bersih dan terawat

Tanda tak ada setetes noda

 

PUTIH

Jika cinta tak kan mengkhianati

Jika sebuah tujuan maka mulia

Jika pengorbanan maka ikhlas

Jika pakaian lambang sederhana

 

PUTIH

Lambang sebuah pertobatan

Ada di busana para rohaniawan

Ada pada jubah TUHAN YESUS

Ada dalam kasih TUHAN YESUS

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Hidup Yang Mulia

Hidupku memang bukan barang mainan

Yang hanya dipakai sebagai bahan tertawaan

Hidupku juga bukan sekedar asal-asalan

Yang dibiarkan asal dapat makan

 

Hidupku adalah KRISTUS

Yang diberikan oleh Sang Penebus

Agar dapat menjadi penerus

Dalam memberitakan Injil YESUS

 

Hidupku adalah hidup yang mulia

Sebab diberikan oleh BAPA DI SURGA

Tuk melakukan pelayanan yang luar biasa

Agar segala kemuliaan hanya bagi DIA

 

(Sion, Pdt Agus Widjianto, MTh)

 

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Perdamaian Lebih Mahal Daripada Persembahan

“Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,  tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.” Matius 5:23-24

Memberikan persembahan kepada TUHAN tidaklah mudah di lakukan. Oleh sebab itu tidak banyak orang yang melakukannya. Namun ada yang lebih susah dan lebih berat dari pada itu, yaitu berdamai dengan orang lain. Semakin jarang orang yang melakukannya. Sebab dalam memberikan persembahan orang akan ditinggikan, karena perbuatannya di anggap mulia dan baik hati. Namun untuk berdamai, meski itu perbuatan mulia, kita sering berpikir bahwa itu merendahkan diri, gengsi dan menurunkan martabat diri sendiri.

Tuhan tidak berkenan menerima persembahan seseorang, sebelum orang itu berdamai dengan orang lain. Ini berarti di dihadapan TUHAN, berdamai dengan orang lain, jauh lebih mulia dari pada suatu persembahan yang banyak sekalipun. Oleh sebab itu Firman TUHAN menjelaskan, agar saat kita mau memberikan persembahan kepada TUHAN, kemudian kita ingat sesuatu di hati saudaramu, maka tinggalkanknlah persembahan itu dan berdamai terlebih dahulu, baru kemudian kembali untuk mempersembahankan persembahan kepada TUHAN.

Untuk berdamai dengan orang lain, tidak harus mengumpulkan harta yang berlimpah, sebab di dalam hati kita, Allah sudah mencurahkan hati yang berlimpah untuk berdamai. Berdamailah dengan orang lain. Amin. Dari Kota SION TUHAN YESUS memberkati.

(Pdt Agus Widjianto, MTh)

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Tempat Yang Tinggi Didalam Kerajaan Surga

TEMPAT YANG TINGGI DI DALAM KERAJAAN SURGA

“Siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga”. Matius 5:19

Tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Surga. Tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Surga adalah dambaan setiap orang. Sebuah tempat yang terhormat, mulia dan abadi bersama TUHAN YESUS penguasa alam semesta.

Di dalam dunia tempat yang terhormat dapat di dapatkan karena keturunan. Mungkin kita adalah orang-orang berdarah biru atau keturunan bangsawan. Mungkin orang tua kita adalah orang-orang penting atau terhormat, dan kita ikut di dalamnya. Ada orang lain mendapatkan tempat tinggi karena kekayaan, atau karena prestasi yang diperolehnya. Karena semua yang ada di dalam dunia dapat dibeli dan didapatkan dengan mudah. Di dunia ada orang-orang yang  yang tidak pernah mendapatkan tempat tinggi atau terhormat. Mungkin mereka adalah orang-orang miskin, orang-orang biasa, orang-orang sederhana atau seorang buruh.

Allah menawarkan suatu tempat yang tinggi, mulia, dan terhormat kepada siapa saja yang mau. Hanya dengan satu syarat yaitu melakukan dan mengajarkan Firman TUHAN kepada orang lain. Mungkin di dalam dunia tidak pernah mendapatkan tempat terhormat dimana saja. Janganlah kecil hati, takut ataupun kecewa, karena tempat yang mulia di surga terbuka untuk siapa saja. Kita memiliki kesempatan untuk mendapatkannya. Sebuah tempat yang jauh lebih mulia dari pada kehormatan dunia yang hanya bersifat sementara.

Dapatkan tempat yang tinggi, mulia dan terhormat dengan melakukan dan mengajarkan Firman TUHAN kepada orang-orang di sekeliling kita setiap saat. Amin.

(Sion, Pdt Agus Widjianto, MTh).

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar