Posts Tagged With: menderita

PUISI : Hak Kemerdekaan

Seribu-Bendera-Di-Merapi-16814-RS-2Ulang tahun kemerdekaan telah tiba

Sang merah putih berkibar dimana-mana

Pekik kemerdekaan memekakkan telinga

Upacarapun digelar di lembaga-lembaga

 

Namun apakah arti kata merdeka

Jika masih banyak yang menderita

Masih banyak yang terlunta-lunta

Masih ada tuan dan rakyat jelata

 

Kemerdekaan adalah hak segala bangsa

Hak yang dapat dinikmati setiap manusia

Kemerdekaan adalah anugrah Yang Kuasa

Untuk menyatakan kasih TUHAN di dunia

 

(Gembala Sion)

Iklan
Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

HIKMAT : Hikmat Usia

deathAda yang meninggal dunia tetapi usia masih muda

Ada orang yang kaya tetapi usia tidak mencapai tua

Ada yang rajin berolah raga tetapi sakit-sakitan juga

Ada orang miskin tetapi tidak pernah tertimpa malapetaka

 

Ada yang sakit-sakitan tetapi usia sampai tua

Ada yang kesehatannya dijaga tetapi mati muda

Ada yang buta tetapi sehat senantiasa sampai tua

Ada orang miskin tetapi sehat senantiasa

 

Menjaga kesehatan bukan berarti usia lama

Orang kaya bukan berarti bahagia

Orang miskin bukan berarti menderita

Hidup bersama TUHAN adalah bahagia

 

(Gembala Sion)

Categories: Hikmat | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Sinabung

Gunung-Sinabung-foto-kakiGunung Sinabung meletus sambung-menyambung

Asap hitam pekat, api belerang tinggi membubung

Laki-laki perempuan lari terbirit-birit pada bingung

Turun gunung mencari tempat aman tuk berlindung

 

Jerit tangis anak-anak terdengar pilu disana sini

Teriakan keras minta tolong terdengar tiada henti

Ternak-ternak pada mati, tiada yang mengurusi

Semua orang mengungsi tuk menyelamatkan diri

 

Masih adakah belas kasihan diantara kita?

Untuk turut merasakan iba kepada mereka

Saling membantu sesama yang menderita

Seperti TUHAN YESUS telah meneladani kita

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Elpiji

elpiji12kg-naik-antELPIJI

Hargamu begitu cepat membubung tinggi

Saat suasana tahun baru masih menghiasi

Kini dirimupun tidak akan mungkin terbeli

Warung kecilpun kian hari bertambah sepi

 

ELPIJI

Jangan membuat kami semakin menderita

Kembalilah turun pada harga yang semula

Oleh karena kamu adalah kekayaan negara

Yang  turut mensejahterakan kami semua

 

ELPIJI

Jangan biarkan kami meratap setiap hari

Negara kaya tetapi kami tidak menikmati

Harga-harga tak mungkin terjangkau lagi

Yang kami lakukan hanya dapat gigit jari

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN: Menderita Untuk Memperoleh Kemuliaan


” Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.” (II Korintus 4:17).

Merintih, menangis, sunyi sepi sendri, putus asa, merasa tidak ada yang tahu penderitaan kita, atau bahkan rasanya mau mati. Itu adalah hal-hal yang kita rasakan saat pnderitaan, kesengsaraan atau bahkan berbagai-bagai problema menerpa kita. Tetapi marilah kita renungkan bahwa nabi-nabi besar, sebelum memperoleh kemuliaan mereka harus belajar dari penderitaan yang berat.

Contoh saja, Bapa Abraham harus mempersembahkan anaknya yang laki-laki, yang satu-satunya yang untuk mendapatkan ia harus menunggu selama 80 tahun. Tetapi akhirnya ia menjadi bapa orang percaya. Yakub, ia harus bekerja selama 14 tahun tanpa upah, sebelum ia mendapatkan istri yang ia cintai dan dimuliakan Tuhan. Yusuf, ia harus rela dipenjara selama 13 tahun sebelum diangkat menjadi pemimpin di Mesir. Musa, ia harus sembunyi di padang belantara selama 40 tahun, sebelum akhirnya menjadi pemimpin besar. Pendidikan yang diberikan Tuhan tidaklah mudah untuk memperoleh kemuliaan besar yang kita harapkan.

Jika saat ini saudara harus belajar menderita, belajar berbagai-bagai kesusahan yang berat dan cukup lama. Marilah kita hadapi dengan tekun, sabar dan penuh harapan kepada Tuhan. Bahwa penderitaan yang sekarang ini mengerjakan kemuliaan yang besar dimasa yang akan datang. Tuhan memberkati. (HambaNYa Pdt. Agus).

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , ,