Posts Tagged With: mati

PUISI : Teroris

Teroris

TERORIS

Enyahlah engkau para teroris
Dengan segala lagakmu yang bengis
Tindakanmu sungguh kejam dan sadis
Kau buat banyak orang hatinya teriris
Disana-sini terdengar suara menangis

Dalam Kitab Suci jalan hidupmu tertulis
Seakan hal itu sudah menjadi garis
Bahwa akhir zaman cinta kasih akan habis
Belas kasihan sudah hilang dan terkikis
Satu dengan yang lain akan saling sinis

Tetapi denganmu kami tak kan takut
Hati kami tak kan pernah merasa ciut
Karena kamu adalah para pengecut
Yang hanya suka membuat kita ribut

Kami siap untuk bersehati
Melawanmu teroris yang suka beraksi
Kami percaya kami tak kan pernah mati
Karena TUHAN pasti menyertai

(Tunas Putra)

 

Iklan
Categories: Uncategorized | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Pitutur Ibu

Ibu

PITUTUR IBU

Ibu,
Pituturmu nentrem ake atiku
Pituturmu tansah nggondeli lakuku
Koyo-koyo aku ora bisa mlayu
Nilapke pituturmu

Tak remke mripatku
Soyo cetha ngawe-awe aku
Tak kipatke soyo banter kaprungu
Tak tinggalno ngganduli aku

Ibu,
Aku ora bisa nglalekke pituturmu
Pituturmu duwur ngungkuli langit kapitu
Jembar ngungkuli samudraning banyu
Jero ra bisa ka tuju

Ibu,
Aku tansah nuhoni
Pitutur ibu kang kawanti-wanti
Bondo donya ora digowo mati
Pangkat drajat ora nguripi
Klambi mung maesi
Omah bakal dadi lemah
Nanging,
Setya tuhu marang Gusti
Tresna mring sesami
Kang nggawa urip tentrem edi peni

Ngalamuning ati ing Sriwedari,
Wulan Pungkasan 2017.

(Tunas Putra)

Categories: Uncategorized | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Luka Hati

hati yang terluka

hati yang terluka

LUKA HATI

Luka hati
Seakan tak mungkin terobati
Kian lama kian begitu nyeri
Serasa ditusuk-tusuk duri

Luka hati
Lebih dari ditikam belati
Lebih dari pada sakit gigi
Sakitnya setengah mati

Luka hati
Hanya akan dapat terobati
Dengan darah Yesus yang suci
Sebab untuk itulah IA rela mati

(Tunas Putra).

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Badai Hidup

badai hidup

badai hidup

BADAI HIDUP

Saat badai hidup menendang
Hati kita mulai terasa bimbang
Jiwa kian nampak tergoncang
Seakan segalanya akan tumbang

Kedua kaki tak lagi kuat berdiri
Semua sendi-sendi terasa nyeri
Lemas tak berdaya seakan mati
Detak jantung terasa berhenti

Namun,
YESUS adalah sumber kekuatan
TanganNya kan membri pertolongan
Bagi mereka yang membutuhkan
Hingga kita memperoleh kemenangan

(Tunas Putra).

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Nama Yesus

Nama Yesus

Nama Yesus

NAMA YESUS

Nama dari segala nama

Berkuasa atas bumi dan surga

Menyelamatkan yang berdosa

Sengat maut hancur tak berdaya

 

NAMA YESUS

Sebuah nama yang t’lah teruji

Sangat sempurna dan terbukti

Membangkitkan orang mati

Kuasa setan tak lagi berarti

 

NAMA YESUS

Nama yang tiada duanya

Menyembuhkan yang terluka

Memulihkan yang menderita

Menghibur yang berduka

 

(Tunas Putra)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Tubuh Kemuliaan

Kematian

Kematian

1Kor 15:43  Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan.

Kematian bagi sebagian orang memang sangat menakutkan. Kebanyakan orang tidak menginginkan, bahkan mengangggapnya sebagai sebuah malapetaka. Rasul Paulus menjelaskan kepada jemaat di Korintus. Bahwa kematian bukanlah sesuatu yang menakutkan. Sebab kematian hanyalah perpindahan dari tubuh yang fana berganti menjadi tubuh kemuliaan, yaitu tubuh yang baka.

Tubuh yang fana penuh keterbatasan. Memiliki batas waktu untuk hidup. Membutuhkan makanan dan istirahat untuk dapat bergerak.   Akan menjadi sakit jika kelelahan. Mudah terserang penyakit. Namun tubuh kemuliaan berbeda. Tubuh yang dapat hidup untuk selama-lamanya. Yang tidak akan pernah merasa lelah atau sakit. Tidak menua dan tidak membutuhkan makanan setiap hari.

Saat kita mati. Tubuh kita akan diubah dengan tubuh kemuliaan. Tubuh yang kekal. Tubuh yang dapat melihat kemuliaan ALLAH. Tubuh yang layak untuk masuk surga. Janganlah takut mati. Karena kematian bagi orang percaya hanyalah perubahan dari tubuh yang fana ini dengan tubuh kemuliaan. Amin. Dari KOTA SION Tuhan YESUS memberkati.

(Tunas Putra).

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Komentar

PUISI : Penyertaan Tuhan

Yesus

Yesus

Penyertaan manusia hanya sementara

Saat kita masih hidup di dalam dunia

Kadang penyertaan manusia tidak setia

Yaitu saat kita jaya punya segalanya

Mereka selalu ada di sekeliling kita

Namun saat kita tak punya apa-apa

Semua orang pergi begitu saja

 

Penyertaan Tuhan adalah abadi

Dia menyertai saat kita di dunia ini

Dia tetap menyertai saat kita mati

Bahkan Dia tetap terus menemani

Saat lobang maut harus dilewati

Dia terus menyertai

Membawa kita masuk surga abadi

 

(Tunas Putra).

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Yang Kekal Abadi

kekal

kekal

Kekayaan akan hilang

Kecerdasan akan melayang

Pengalaman akan terbang

Jabatan tinggipun akan dibuang

 

Hanya kasih yang abadi

Ketaatan kan dibawa mati

Kesetiaan tak kan berhenti

Saat menghadap Tuhan nanti

 

Jangan kejar apa yang sementara

Peganglah apa yang tak kan sirna

Yang abadi kan menyertai selamanya

Hidup kita kan bahagia di surga baka

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Dunia

kota

kota

DUNIA

Engkau begitu menggoda

Keindahanmu sangat mempesona

Memikat setiap manusia

Hingga banyak insan tergila-gila

 

DUNIA

Kecantikanmu tidaklah abadi

Semua kan sirna saat mati

Kecantikamu sungguh tak berarti

Karena yang abadi jauh lebih berarti

 

DUNIA

Mengharapkannya membuat gelisah saja

Memimpikannya tak ada puasnya

Karena semuanya hanya semu balaka

Tak kan memberi damai sejahtera

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Pahlawan Sejati

merah putih

Merah Putih

Pahlawan sejati

Tidak takut mati

Tidak takut dikritisi

Tidak sibuk mencari sensasi

Tidak senang pencitraan diri

 

Pahlawan sejati

Tidak menuntut balas budi

Tidak meminta diperingati

Tidak ingin dikenang abadi

Tidak suka mewarisi negeri

 

Pahlawan sejati

Tidak ingin menguasai

Tidak suka mempengaruhi

Tidak mau gosok sana gosok sini

Tidak ingin jadi pejabat tinggi

 

Pahlawan sejati

Tidak ingin dihormati

Tidak memaksa dituruti

Tidak sakit hati diungguli

Tidak marah saat dibenci

 

Tetapi Pahlawan Sejati adalah

Rela mati bagi ibu pertiwi

Rela menderita demi negri

Berkorban demi anak cucu nanti

Senantiasa dekat Sang Illahi

 

(Ki Jogo Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar