Posts Tagged With: marah

PUISI: Marah, Cemberut, Tertawa

marah

marah

Marah
Marah membuat seseorang naik darah
Tujuan yang dicapai kian tak terarah
Dapat membawa situasi kian parah
Dan perasaan nampak begitu susah

Cemberut
Membuat hati kian terasa kalut
Guratan wajah nampak begitu ciut
Perasaan ikut terasa begitu hanyut
Dalam masalah yang tak mau surut

Tertawa
Membuat hati kita nampak sukacita
Pancaran wajah nampak begitu muda
Hidup bergelora penuh bahagia
Seakan kita tak kan pernah binasa

(Tunas Putra)

Iklan
Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Senyum

Senyum

Senyum

Senyum tanda harapan yang indah
Dari sebuah sukacita yang berlimpah
Senyum bagi laki-laki tampak gagah
Pagi perempuan nampak peramah

Senyum saat pagi nampak begitu cerah
Saat siang nampak hati tidak sedang susah
Saat sore nampak tidak sedang gelisah
Saat malampun nampak tidak sedang marah

Senyum membuat kemudaan kian bertambah
Oleh sebab itu senantiasa tersenyumlah
Karena senyum adalah sebuah anugrah
Yang membuat wajah kita nampak indah

(Tunas Putra)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Bulan Darah

Bulan Merah Darah

Bulan Merah Darah

Bulan darah

Tanda amarah Tuhan tercurah

Kehidupan mulai nampak susah

Tak ada lagi ada barang murah

Telah hilang segala yang indah

Yang tinggi jatuh menjadi rendah

Setiap hati dihantui resah gelisah

Semua orang ingin selalu marah

Menggenapi firman Tuhan Allah

Semua hancur menjadi tanah

 

(Tunas Putra).

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Pahlawan Sejati

merah putih

Merah Putih

Pahlawan sejati

Tidak takut mati

Tidak takut dikritisi

Tidak sibuk mencari sensasi

Tidak senang pencitraan diri

 

Pahlawan sejati

Tidak menuntut balas budi

Tidak meminta diperingati

Tidak ingin dikenang abadi

Tidak suka mewarisi negeri

 

Pahlawan sejati

Tidak ingin menguasai

Tidak suka mempengaruhi

Tidak mau gosok sana gosok sini

Tidak ingin jadi pejabat tinggi

 

Pahlawan sejati

Tidak ingin dihormati

Tidak memaksa dituruti

Tidak sakit hati diungguli

Tidak marah saat dibenci

 

Tetapi Pahlawan Sejati adalah

Rela mati bagi ibu pertiwi

Rela menderita demi negri

Berkorban demi anak cucu nanti

Senantiasa dekat Sang Illahi

 

(Ki Jogo Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

PUISI : Tanda-tanda Jaman

Senyum merekah sebagai tanda hati sedang cerah

Air mata mengalir sebagai tanda hati sedang getir

Marah-marah sebagai tanda hati sedang gelisah

Diam seribu bahasa sebagai tanda ada rahasia

 

Jalan cepat-cepat sebagai tanda takut terlambat

Jalan pelan sebagai tanda tidak ada kekuatiran

Lari kencang sebagai tanda ingin jadi pemenang

Diam di tempat sebagai tanda patah semangat

 

Segala bentuk tanda di berikan TUHAN

Agar kita mengenal tanda-tanda zaman

Hingga kedatangan-NYA bukan kejutan

Karena sebelumnya sudah dinyatakan

(Ki Jogo Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Mengapa Kita

Mengapa kita mesti cemberut

Sedangkan senyum kita membuat orang bahagia

Mengapa kita harus diam

Sedangkan salam kita membuat orang senang

Mengapa kita harus mengeluh

Sedangkan kata-kata manis kita membangkitkans emangat mereka

Mengapa kita harus marah

Sedangkan kesabaran kita membuat mereka setia kepada kita

Mengapa kita harus dendam

Sedangkan pengampunan kita membuat mereka tunduk kepadakita

Mengapa harus mencela

Sedangkan pujian membuat mereka takut kepada kita

Mengapa kita harus menjauh

Sedangkan dengan mendekat mereka menjadi penolong kita

Mengapa kita harus memusuhi

Sedangkan persahabatan membuat mereka menjadi pendukung kita

(Ki Jogo Sion).

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Amarah

AMARAH
Kau bagaikan api yang membara dalam dada
Kau bagaikan air mendidih yang menggoncang raga
Kau bagaikan ombak yang gemuruh dalam jiwa
Kau bagaikan listrik yang menyengat rasa

AMARAH
Kau goreskan luka pedih dan perih yang ternganga
Kau tebarkan kebencian yang menikam sesama
Kau hancurkan kasih yang sedang berbunga-bunga
Kau buat seluruh jiwa raga lemas tak berdaya

AMARAH
Menjinakkanmu laksana menjinakkan ular naga
Mengekangmu laksana mengekang binalnya kuda
Memadamkanmu laksana memadamkan api yang menyala
Mendinginkanmu laksana mendinginkan bara yang membara

AMARAH
Biarkan kau hidup terkendali di dalam jiwa
Untuk dapat mengalahkan dosa
Untuk puaskan hasratku jua
Dan membebaskan nafsu yang tersiksa

(Pdt Agus Widjianto, MTh).

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , | Tinggalkan komentar