Arsip Tag: malam

PUISI: ALLAH Penguasa Siang dan Malam

siang dan malam

Tuhan, seandainya ENGKAU adalah mentari
Betapa malangnya kehidupan malam tanpa-MU
Seandainya ENGKAU adalah rembulan
Bagaimana mereka yang hidup siang hari
Namun ENGKAU bukankah mentari
Yang hanya bersinar di siang hari
ENGKAU bukanlah rembulan
Yang hanya sanggup berseri di malam hari
ENGKAU adalah penguasa alam semesta
Pencipta siang dan malam
ENGKAU ada saat siang hari
ENGKAU berkuasa saat malam hari
ENGKAU adalah ALLAH bagi segala yang hidup
Sungguh ku bersyukur memiliki ALLAH seperti-MU

 

(Tunas Putra)

Iklan

PUISI : Berjalan Bersama Tuhan

Jalan bersama Yesus

Berjalan bersama Tuhan

Malam tak kan ada kegelapan

Mendung tak kan turun hujan

Siang tak kan membuat kepanasan

 

Berjalan bersama Tuhan

Saat kering tak kan ada kelaparan

Saat tua tak kan ada kesakitan

Saat pergi kan ada penyertaan

Saat sendiri tak kan ada kesepian

 

Berjalan bersama TUHAN

Kan selalu ada kelimpahan

Perjalanan kan mencapai tujuan

Damai sejahtera kan senantiasa dirasakan

Saat di panggil TUHAN rumah sudah disiapkan

 

(Tunas Putra)

PUISI : Malam

malam

MALAM
Engkau berdiri jauh dari mentari
Menghembuskan suasana sunyi
Berselimutkan seribu satu mimpi
Dalam sejuta kenangan yang terlewati

MALAM
Wajahmu cantik berhiaskan bulan
Bertaburan indahnya bintang-bintang
Dikelilingi tarian kunang-kunang
Dalam kemegahan alam semesta
Memancarkan kuasa Sang Illahi
Yang tak mungkin tertandingi

MALAM
Dekaplah aku dalam pelukanmu
Agar hari-hariku indah bersamamu
Istirahat dalam belaian lembut tanganmu
Menyambut hari baru
Yang TUHAN bri dalam hidupku

(Tunas Putra)

RENUNGAN : Kesetiaan Tuhan

Pdt. Agus Widjianto
Pdt. Agus Widjianto

“Dengarkanlah Aku, hai kaum keturunan Yakub, hai semua orang yang masih tinggal dari keturunan Israel, hai orang-orang yang Kudukung sejak dari kandungan, hai orang-orang yang Kujunjung sejak dari rahim. Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.” Yesaya 46:3-4.

Beberapa waktu yang lalu ekonomi saya dalam keadaan sulit. Pemasukan keuangan saya hanya dari sebuah Sekolah Theologi. Saya menjadi tenaga honorer mengajar sebuah STT, hanya satu mata kuliah. Honor yang saya terima hanya cukup untuk membeli bensin. Namun entah bagaimana? Setiap hari selalu ada saja orang yang mengajak makan. Telpon saya sering berdering. Mulai pagi-pagi saat matahari terbit, sampai tengah malam. Mereka hanya mau mengajak saya makan. Saya merasakan TUHAN membuat orang-orang tergila-gila dengan saya untuk mengajak makan. Tempat makanpun mulai dari yang sederhana sampai yang mewah. Bahkan tidak jarang disuruh bawa pulang.

Saya menyadari saat itulah bahwa TUHAN bukan saja menyertai saya. Tetapi DIA menggendong saya. TUHAN tak pernah melepaskan saya. Dengan kemampuan saya. Saya tidak sanggup berjalan sendiri menjalani hidup ini. Tetapi DIA terus menggendong saya. Semakin sulit jalan yang saya lewati. Dekapan TUHAN semakin kuat, agar saya tidak jatuh. Sampai saat ini sudah banyak jalan terjal berliku yang saya lewati. Namun saya tetap tegar. Saya selalu menyadari setiap saat. Bahwa saya tidak berjalan sendiri. Namun saya berada dalam dekapan, gendongan TUHAN YESUS.

Marilah kita jalani hidup ini tanpa gentar dan takut. Sebab TUHAN bukan saja menyertai. DIA bukan saja di samping kita. Tetapi DIA menggendong kita. Amin. Dari KOTA SION TUHAN YESUS memberkati.

(Tunas Putra)

PUISI : Kekuatan

rumah karang
rumah karang

Kekuatan

Bagai batu karang di lautan

Bagai burung terbang di awan

Bagai malam berhiaskan rembulan

Bagai indahnya bintang bertaburan

Bagai bunga mekar cantik menawan

 

Kekuatan

Bentuk sebuah kemenangan

Dari beratnya sebuah perjuangan

Dengan berbagai pengorbanan

Tak terdengar sedikitpun keluhan

Jeritan, rintihan ataupun tangisan

Hanya nampak sebuah senyuman

Yang memikat hati setiap insan

 

Kekuatan

Adalah berasal dari Tuhan

Bagi mereka yang punya iman

Percaya kepada Firman Tuhan

Hidup penuh dengan ketaatan

Setia hingga akhir kehidupan

 

(Gembala Sion)

PUISI : Malam Gelap

Malam sendiri
Malam sendiri

Meski malam begitu gelap

Hening sepi begitu senyap

Terasa panjang begitu berat

Awan hitam nampak begitu pekat

Hanya suara jantung yang berdegap

 

Namun pagi pasti segera datang

Menghapus malam hingga hilang

Mentaripun kan terang benderang

Memberi kehidupan yang cemerlang

 

Janganlah berhenti berharap

Saat kegelapan mendekap

Karena pagi seg’ra menyergap

Dan hari barupun seg’ra tersingkap

 

(Gembala Sion)

PUISI : Menanti Kehadiran Tuhan

sunset 02 c
Sendiri menyambut malam

Mentari kini kau beranjak pergi

Menyisakan gelap menyelimuti

Malam seakan begitu sunyi

Semua kawan seakan sembunyi

 

Sanggupkah hati ini menghadapi sepi

Detak jantung kian lirih seakan mati

Desah nafaspun seakan mau berhenti

Gelisah sendiri menanti pagi berseri

 

TUHAN, hadirlah menemani

Agar kegelapan tak menakuti

Rasakan hadir-MU kembali

Dalam damai yang tiada henti

 

(Gembala Sion)