Posts Tagged With: malam

PUISI : Malam

malam

MALAM
Engkau berdiri jauh dari mentari
Menghembuskan suasana sunyi
Berselimutkan seribu satu mimpi
Dalam sejuta kenangan yang terlewati

MALAM
Wajahmu cantik berhiaskan bulan
Bertaburan indahnya bintang-bintang
Dikelilingi tarian kunang-kunang
Dalam kemegahan alam semesta
Memancarkan kuasa Sang Illahi
Yang tak mungkin tertandingi

MALAM
Dekaplah aku dalam pelukanmu
Agar hari-hariku indah bersamamu
Istirahat dalam belaian lembut tanganmu
Menyambut hari baru
Yang TUHAN bri dalam hidupku

(Tunas Putra)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Kesetiaan Tuhan

Pdt. Agus Widjianto

Pdt. Agus Widjianto

“Dengarkanlah Aku, hai kaum keturunan Yakub, hai semua orang yang masih tinggal dari keturunan Israel, hai orang-orang yang Kudukung sejak dari kandungan, hai orang-orang yang Kujunjung sejak dari rahim. Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.” Yesaya 46:3-4.

Beberapa waktu yang lalu ekonomi saya dalam keadaan sulit. Pemasukan keuangan saya hanya dari sebuah Sekolah Theologi. Saya menjadi tenaga honorer mengajar sebuah STT, hanya satu mata kuliah. Honor yang saya terima hanya cukup untuk membeli bensin. Namun entah bagaimana? Setiap hari selalu ada saja orang yang mengajak makan. Telpon saya sering berdering. Mulai pagi-pagi saat matahari terbit, sampai tengah malam. Mereka hanya mau mengajak saya makan. Saya merasakan TUHAN membuat orang-orang tergila-gila dengan saya untuk mengajak makan. Tempat makanpun mulai dari yang sederhana sampai yang mewah. Bahkan tidak jarang disuruh bawa pulang.

Saya menyadari saat itulah bahwa TUHAN bukan saja menyertai saya. Tetapi DIA menggendong saya. TUHAN tak pernah melepaskan saya. Dengan kemampuan saya. Saya tidak sanggup berjalan sendiri menjalani hidup ini. Tetapi DIA terus menggendong saya. Semakin sulit jalan yang saya lewati. Dekapan TUHAN semakin kuat, agar saya tidak jatuh. Sampai saat ini sudah banyak jalan terjal berliku yang saya lewati. Namun saya tetap tegar. Saya selalu menyadari setiap saat. Bahwa saya tidak berjalan sendiri. Namun saya berada dalam dekapan, gendongan TUHAN YESUS.

Marilah kita jalani hidup ini tanpa gentar dan takut. Sebab TUHAN bukan saja menyertai. DIA bukan saja di samping kita. Tetapi DIA menggendong kita. Amin. Dari KOTA SION TUHAN YESUS memberkati.

(Tunas Putra)

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Kekuatan

rumah karang

rumah karang

Kekuatan

Bagai batu karang di lautan

Bagai burung terbang di awan

Bagai malam berhiaskan rembulan

Bagai indahnya bintang bertaburan

Bagai bunga mekar cantik menawan

 

Kekuatan

Bentuk sebuah kemenangan

Dari beratnya sebuah perjuangan

Dengan berbagai pengorbanan

Tak terdengar sedikitpun keluhan

Jeritan, rintihan ataupun tangisan

Hanya nampak sebuah senyuman

Yang memikat hati setiap insan

 

Kekuatan

Adalah berasal dari Tuhan

Bagi mereka yang punya iman

Percaya kepada Firman Tuhan

Hidup penuh dengan ketaatan

Setia hingga akhir kehidupan

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Malam Gelap

Malam sendiri

Malam sendiri

Meski malam begitu gelap

Hening sepi begitu senyap

Terasa panjang begitu berat

Awan hitam nampak begitu pekat

Hanya suara jantung yang berdegap

 

Namun pagi pasti segera datang

Menghapus malam hingga hilang

Mentaripun kan terang benderang

Memberi kehidupan yang cemerlang

 

Janganlah berhenti berharap

Saat kegelapan mendekap

Karena pagi seg’ra menyergap

Dan hari barupun seg’ra tersingkap

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Menanti Kehadiran Tuhan

sunset 02 c

Sendiri menyambut malam

Mentari kini kau beranjak pergi

Menyisakan gelap menyelimuti

Malam seakan begitu sunyi

Semua kawan seakan sembunyi

 

Sanggupkah hati ini menghadapi sepi

Detak jantung kian lirih seakan mati

Desah nafaspun seakan mau berhenti

Gelisah sendiri menanti pagi berseri

 

TUHAN, hadirlah menemani

Agar kegelapan tak menakuti

Rasakan hadir-MU kembali

Dalam damai yang tiada henti

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Janda

janda

janda

Susahnya menjadi janda

Siang malam sendiri saja

Untuk makan harus bekerja

Tak ada yang kasih uang belanja

 

Susahnya menjadi janda

Menjadi gosip sini sana

Seakan menghalalkan segala cara

Untuk mendapatkan seorang pria

 

Susahnya menjadi janda

Mau memberontak apa daya

Namun bersyukur kepada Yang Kuasa

DIA memelihara para janda

Dan menjadi suami yang setia

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Menjadi Manusia

toleransiSeandainya engkau mentari
Terangilah bumi sepanjang hari

Seandainya engkau bulan
Terangilah dunia di waktu malam

Seandainya engkau bintang
Sinarilah malam agar cemerlang

Seandainya engkau bunga
Biarkan wangimu mengharumi dunia

Karena engkau seorang manusia
Maka kasihilah sesama

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Gelisah

gelisah 6GELISAH

Di hati terasa begitu resah

Karena beratnya beban masalah

Tidur lelap terasa sangat susah

Bekerja terasa tidaklah mudah

 

GELISAH

Malam nampak tak indah

Siang terasa begitu gerah

Ingin pergi tujuan entahlah

Mau diam jiwa terasa gundah

 

GELISAH

Semua hanya bisa berserah

Dalam kasih TUHAN ALLAH

Kiranya diberi sebuah anugrah

Dibebaskan dari belenggu gelisah

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Bulan

menatap bulan 1BULAN

Betapa indah wajahmu

Tersenyum manis memikat kalbu

Menghiasi malam sendu

Hingga malampun nampak syahdu

 

BULAN

Andaikan aku dirimu

Kan ku jagai jantung hatiku

Hingga malampun berlalu

Dan pagi datang mengusirku

 

BULAN

Di wajahmu nampak ayu

Bagaikan wajah yang ku rindu

Yang selalu membayangiku

Meski ku usir tak mau berlalu

 

BULAN

Semoga dia menatapmu

Sama seperti aku menatapmu

Hingga hatiku berpadu

Dengan dia yang ku tunggu

 

(Ki Jogo Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Pelita Hati

lilin hatiKadang kita merasa malam terasa begitu sepi

Saat kegelisahan sedang menghantui diri

Kadang kita merasa pagi begitu cerah berseri

Saat sukacita sedang tercurah dalam hati

 

Pernahkah kita berpikir tentang rahasia hati

Yang kan tetap bersuka dalam segala situasi

Yaitu saat kita selalu dekat Bapa Surgawi

Di isi dengan Firman Tuhan setiap hari

 

Hati kita adalah pelita hidup

Tanpa minyak akan menjadi redup

Tuhan adalah minyak yang hidup

Dengan Tuhan hidup kita tak kan redup

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar