PUISI : Sundal

Sundal

SUNDAL

Mengumbar nafsu dengan para lelaki binal

Bercinta dengan orang-orang tak dikenal

Tak peduli perbuatan itu haram atau halal

Rela berkorban meski harus bayar mahal

Kehormatan dan harga diri murah dijual

 

SUNDAL

Baginya yang penting memuaskan nafsu

Siang dan malam tak mengenal waktu

Lupa tugas kewajiban sudah memburu

Lupa sanak keluarga sudah menunggu

 

SUNDAL

Sampai kapankah engkau akan berhenti

Menggunakan tubuh untuk yang tak berarti

Bertobatlah! Kembali pada Bapa Surgawi

Agar engkau menerima kemuliaan abadi

 

(Tunas Putra)

RENUNGAN : Betulkah Keadaan Berarti Kehendak Tuhan?

pesawat garudaSelesai mengajar di Kampar, Riau, saat akan kembali tidak ada tiket. Tanpa sebuah perhitungan sebelumnya bahwa waktu itu sudah memasuki liburan sekolah. Hingga aku berpikir bahwa sudah kehendak TUHAN bahwa aku harus tertinggal di Kampar yang sepi itu lebih lama. Semua tiket sudah dibeli namun melewati hari sabat. Hingga pelayanan di SION hari sabat pastilah terlewati. Namun sebelum menjelang hari sabat, kesadaran muncul. Tidak mungkin aku meninggalkan SION lebih lama. Aku harus berjuang keras untuk sampai di SION saat sabat tiba.

Tanpa memusingkan dua tiket menuju Solo yang pasti hangus. Pergilah aku ke bandara untuk mengejar pesawat menuju Solo. Hari telah mulai malam. Tidak ada tiket menuju Solo. Belilah aku tiket Garuda sampai Jakarta saja, meski mahalnya luar biasa. Sampai di Jakarta sudah tengah malam. Cari penerbangan ke Solo, Jogja, Semarang sudah tidak ada. Tinggalah satu penerbangan Garuda menuju Surabaya. Ikutlah aku dengan bayar mahal juga. Sampai di Surabaya, aku naik bus menuju Solo. Saat fajar pagi tiba, sampailah aku di Solo. Dan saat yang paling indah, aku masih bisa melayani di Sion dalam ibadah. Hanya dengan 12 Jam perjalanan. Ternyata perjuangan membuahkan hasil. Tidak perlu berhitung mahalnya membayar pekerjaan TUHAN.

Ternyata situasi dapat dirubah dengan perjuangan. Hal ini membuktikan bahwa situasi belum tentu kehendak TUHAN. Kegigihan, perjuangan dan semangat dapat mengubahnya.

(Gembala Sion)

PUISI : Senyummu

senyum 01Senyummu adalah embun yang menyejukkan hatiku

Senyummu adalah mentari yang menyinari jiwaku

Senyummu adalah bunga yang menghiasi mimpiku

Senyummu adalah lukisan yang membayangiku

 

Senyummu membangkitkan sukacitaku

Senyummu menggugah gairahku

Senyummu membangunkan rinduku

Senyummu menumbuhkan cintaku

 

Namun betapa indahnya senyummu

Tak pernah kau berikan kepadaku

Begitu mahalnya senyummu bagiku

Hingga aku harus selalu menunggumu

 

(Gembala Sion)

RENUNGAN : Perdamaian Lebih Mahal Daripada Persembahan

“Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,  tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.” Matius 5:23-24

Memberikan persembahan kepada TUHAN tidaklah mudah di lakukan. Oleh sebab itu tidak banyak orang yang melakukannya. Namun ada yang lebih susah dan lebih berat dari pada itu, yaitu berdamai dengan orang lain. Semakin jarang orang yang melakukannya. Sebab dalam memberikan persembahan orang akan ditinggikan, karena perbuatannya di anggap mulia dan baik hati. Namun untuk berdamai, meski itu perbuatan mulia, kita sering berpikir bahwa itu merendahkan diri, gengsi dan menurunkan martabat diri sendiri.

Tuhan tidak berkenan menerima persembahan seseorang, sebelum orang itu berdamai dengan orang lain. Ini berarti di dihadapan TUHAN, berdamai dengan orang lain, jauh lebih mulia dari pada suatu persembahan yang banyak sekalipun. Oleh sebab itu Firman TUHAN menjelaskan, agar saat kita mau memberikan persembahan kepada TUHAN, kemudian kita ingat sesuatu di hati saudaramu, maka tinggalkanknlah persembahan itu dan berdamai terlebih dahulu, baru kemudian kembali untuk mempersembahankan persembahan kepada TUHAN.

Untuk berdamai dengan orang lain, tidak harus mengumpulkan harta yang berlimpah, sebab di dalam hati kita, Allah sudah mencurahkan hati yang berlimpah untuk berdamai. Berdamailah dengan orang lain. Amin. Dari Kota SION TUHAN YESUS memberkati.

(Pdt Agus Widjianto, MTh)