Posts Tagged With: lenyap

RENUNGAN : Mengasihi Dunia

MENGASIHI DUNIA

Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.
Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.
Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya. 1 Yohanes 2:15-17 (TB)

Firman Tuhan menjelaskan bahwa dunia sedang lenyap dengan keinginannya. Namun, dunia ini terlalu memikat bagi banyak orang, sehingga kasih mereka terlalu besar untuk dunia ini.
Mengapa kita mengasihi dunia yang sedang lenyap? KEKECEWAAN yang akan kita terima. Smartphone yang begitu kita kasihi membuat kecewa. Discount-discount yang begitu memikat membuat gelisah. Orang-orang yang begitu kita cintai semua mengecewakan kita. Semua itu oleh karena kita mengasihi dunia yang sedang menuju lenyap.
Kasihilah hal-hal yang abadi. Kita tidak akan pernah kecewa. Kasihilah hal-hal yang kita bawa kesurga, kita akan bahagia. Lepaskan kasih kita kepada dunia yang sifatnya sementara, berubahlah kasih kepada Tuhan. Maka kita akan bahagia. Amin. TUHAN YESUS memberkati Anda dari Kota Sion.

(Tunas Putra).

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

PUISI : Amarah Alam

Bencana Alam indIndahnya gelombang lautan yang merdu

Kini berubah ganas yang menderu-deru

Bening air sungai yang menyejukkan kalbu

Kini buas, menghanyutkan dan menyapu

 

Sejuknya gunung Sinabung yang mengesankan

Kini menyemburkan api yang menghancurkan

Bukit-bukit yang permai dan mempesonakan

Kini runtuh, meratakan dan melenyapkan

 

Rupanya amarah alam tak tertahankan

Karena sikap manusia yang kelewatan

Tidak lagi mengasihi alam ciptaan TUHAN

Tidak pula mau menjaga keseimbangan

 

(GembalaSion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Usia Senja

Hidup ini begitu cepat melesat

Seperti bayang-bayang yang segera menghilang

Seperti uap yang segera lenyap

Atau seperti bunga rumput yang segera lisut

 

Tak terasa usiapun telah senja

Sebentar lagi malam tiba

Saatnya menghadap TUHAN yang maha kuasa

Mempertanggung-jawabkan segala perbuatan di dunia

 

Belum semua impian dapat menjadi kenyataan

Belum semua harapan dapat dinikmati dalam kehidupan

Belum semua keinginan dapat dipuaskan

Bahkan masih banyak angan-angan yang terlewatkan

 

Namun apapun yang terjadi

Masih ada harapan kepada BAPA SURGAWI

Kiranya hidup abadi kan tetap dinikmati

Setelah dipanggil TUHAN nanti

 

(SION, Pdt Agus Widjianto, M.Th).

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar