Posts Tagged With: kristen

PUISI : Singkil Bergejolak

Singkil Bergejolak

Singkil Bergejolak

Singkil bergejolak

Umat Kristen tersedak

Masa beda agama maju serentak

Membawa pentung dan tombak

Gereja dibakar dan dirusak

Membabi buta dan berteriak

“Buat gereja luluh lantak,

Jangan biarkan berdiri tegak”

Tiba-tiba terdengar suara menembak

Dan korbanpun jatuh tergeletak

Namun masa terus bergerak

Gereja lainpun segera dirusak

 

Saatnya kita berdoa sejenak

Agar pemerintah segera bertindak

Jangan sampai penutupan gereja menjadi marak

Dan umat Kristen kian terdesak

 

(Ki Jogo Sion).

Iklan
Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Singkil Berdarah

Kerusuhan di Singkil

Kerusuhan di Singkil

Singkil berdarah

Membuat dunia terperangah

Kerusuhan antar agama pecah

Pemerintah tak dapat mencegah

Gereja-gereja jadi korban amarah

Dirusak, dibakar seperti sampah

 

Pendirian gereja nampak kian susah

Seperti yang sudah-sudah

Minoritas selalu berada dibawah

Merekalah yang bertingkah

Seakan minoritaslah yang bersalah

 

Saatnya umat Kristen kian berserah

Pembelaan berasal dari Tuhan Allah

Sesuai janji-NYA kita tak kan kalah

Semua demi iman kita agar bertambah

 

(Ki Jogo Sion).

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Kristen

kristen 2Kristen bukanlah hanya sekedar sebuah aksi

Dengan gambar salib terpampang di dahi

Alkitab besar yang ditenteng kesana kemari

Atau kata Yesus yang diserukan berkali-kali

 

Kristen adalah juga bukan hanya sebuah gaya

Dengan penampilan laksana seorang pendeta

Pembacaan ayat Alkitab yang memekakkan telinga

Atau doa-doa yang terdengar keras bergema

 

Kristen adalah sebuah perbuatan yang nyata

Dimana yang haus dapat minum sepuasnya

Mereka yang lapar dapat makan dengan leluasa

Tumpangan bagi yang membutuhkannya

 

Penghiburan bagi mereka yang berduka

Perhatian bagi mereka yang terlunta-lunta

Perlindungan bagi yang lemah tak berdaya

Dan pemeliharaan bagi mereka yang papa

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Persekutuan

Persekutuan 1PERSEKUTUAN

Berkumpul untuk saling mendoakan

Bersekutu untuk belajar Firman TUHAN

Bertatap muka untuk penyegaran iman

Bersalam sapa saling memperhatikan

 

PERSEKUTUAN

Bertemu untuk saling memberi dukungan

Bersatu untuk saling menanggung beban

Bergandeng tangan untuk sebuah pelayanan

Bekerjasama agar Injil dibertakan

 

PERSEKUTUAN

Semoga terus dapat berjalan

Meski banyak rintangan dan tantangan

Namun iman para Hamba TUHAN adalah kekuatan

Dalam kebersamaan hingga akhir zaman

Amin.

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Menjaga Kesehatan

????????????????????????Janganlah lagi minum air saja, melainkan tambahkanlah anggur sedikit, berhubung pencernaanmu terganggu dan tubuhmu sering lemah.” 1 Timotius 5:23

Timotius adalah seorang Kristen yang baik. Ia seorang gembala sidang. Sejak kecil ia sudah mengenal Firman TUHAN dan setia kepada TUHAN. Tidak ada Firman TUHAN yang menjelaskan keburukan Timotius. Namun demikian kekuatan rohani yang dimiliki oleh Timotius bukan berarti ia akan kuat segala-galanya, termasuk di dalamnya tidak akan pernah sakit. Meski Timotius seorang yang dekat kepada TUHAN. Ia masih sakit-sakitan. Lemah tubuhnya dan sering terganggu pencernaanya. Timotius harus hati-hati dalam makan, dan selalu menjaga kesehatannya, agar tubuhnya tidak lemah dan terganggu pencernaanya. Dekat kepada TUHAN bukan berarti tidak bisa sakit.

Saya percaya saudara adalah orang-orang yang dekat kepada TUHAN. Namun hal itu bukan berarti akan kuat segala-galanya, atau tidak pernah sakit. Kita masih haru menjaga kesehatan, agar tidak sakit. Makan makanan yang bermanfaat untuk tubuh, sering olah raga dan istirahat yang cukup. Amin. Dari Kota SION TUHAN YESUS memberi kesehatan kepada Saudara.

(Gembala Sion).

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Iman

I M A N

Engkau bagaikan bunga di ladang
Yang menghapus hati yang sedang gersang

Engkau bagaikan embun pagi
Yang menyejukkan mereka yang patah hati

Engkau bagaikan permata
Yang menghias hati yang sedang merana

Engkau bagaikan rembulan malam
Yang menerangi hati yang sedang kelam

Engkau bagaikan matahari yang berseri
Yang menghangatkan hati yang sedang sepi

Iman yang sejati, akan tahan uji, dapat menghidupi,
melindungi, bahkan menjadi sandaran hati

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , | 1 Komentar

RENUNGAN : Kesesakan

KESESAKAN

“Dalam kesesakan aku telah berseru kepada TUHAN. TUHAN telah menjawab aku dengan memberi kelegaan. Mazmur 118:5

Kesesakan menurut ilmu psikologi adalah adanya beban yang melebihi kapasitas yang ada. Secara fisik dapat diberi contoh misalnya, dalam sebuah ruangan hanya memuat 50 orang, namun dimasuki oleh 100 orang, sehingga ruangan itu menjadi penuh sesak. Namun secara kejiwaan juga sama, misalnya kemampuan kita menanggung beban-beban pikiran hanya pada tingkat tertentu, tetapi kita menerima beban pikiran yang lebih berat sehingga kita mengalami apa yang disebut dengan kesesakan.

Pada saat seseorang mengalami kesesakan, ada sebuah respon dari dalam diri kita. Kesesakan itu kita kompensasikan dengan menangis, yaitu mengeluarkan air mata untuk memperoleh kelegaan. Ada juga yang merespon dengan mengeluarkan dari mulut kata-kata, apakah kata-kata dengan amarah, atau kadang kita sharing dengan teman dekat kita. Ada juga yang melampiaskan dengan melihat pemadangan-pemandangan yang indah, atau mencari kesenangan-kesenangan kita sendiri. Seorang yang mengalami kesesakan akan mengalami tekanan berat, menjadi stress atau depresi, bahkan jika berkepanjangan bisa sakit jiwa.

Firman Tuhan menberi solusi pada saat kita mengalami kesesakan, yaitu agar kita berseru kepada Tuhan. Pada saat kita berseru kepada Tuhan, IA akan menjawab dan memberi kelegaan kepada kita. Kesesakan yang kita alami, tidak akan membuat kita stress, depresi atau bahkan mungkin sakit jiwa. Tidak perlu kita mencari pelampiasan kemana-mana, atau tidak perlu kita bercerita kepada orang lain, karena Tuhan Yesus mendengar seruan kita dan sanggup memberi kelegaan kepada kita.

Marilah kita berseru kepada Tuhan saat kita mengalami kesesakan, sebab Ia rela mendengar seruan kita dan memberi kelegaan kepada kita. Amin. Dari kota Sion Tuhan Yesus memberkati.

Categories: Renungan | Tag: , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Bumi Milik Kita

BUMI MILIK KITA

“Langit itu langit kepunyaan TUHAN, dan bumi itu telah diberikan-Nya kepada anak-anak manusia.” Mazmur 115:16

Bumi yang indah akan mempesona kita. Hamparan laut yang luas. Gunung tinggi yang sejuk bahkan manisnya mentari terbit, semua merupakan pemandangan yang mengagumkan. Belum lagi saat kita menikmati hasil bumi yang menghidupi semua umat manusia. Sayur-sayuran yang segar, buah-buah yang menyehatkan, juga kekayaan alam yang mampu membuat banyak orang berkelimpahan berkat.

Namun, disamping kekayaan alam begitu berlimpah, kita sering menangis oleh karena bencana alam. Gunung meletus, tanah longsor, bahkan gempa bumi yang menelan banyak jiwa dan harta. Bencana-bencana itu semua membuat seakan nyawa manusia tidak berharga. Kita juga merasakan adanya banjir bandang di satu belahan bumi, sedangkan belahan bumi yang lain ada kekeringan yang berkepanjangan.

Firman Tuhan menjelaskan bahwa bumi ini milik Tuhan, tetapi dalam pengelolaanya telah diberikan kepada anak-anak manusia. Keadaan bumi, apakah bumi dapat memberi hasil yang berlimpah kepada umat manusia, atau bumi akan terus menerus menelan korban jiwa dengan bencana-bencana yang tiada henti, semua adalah tergantung manusia yang mengelola. Bumi diciptakan oleh Tuhan, dalam pengelolaannya telah diberikan kepada umat manusia. Dalam pengelolaan yang benar, bumi akan memberi kelimpahan kepada seluruh umat manusia. Kekayaan alam tidak hanya akan dinikmati oleh segelintir manusia, namun akan ada pemerataan dalam kemakmuran.

Kesadaran bahwa bumi adalah milik kita, atas hasil untuk kesejahteraan manusia, akan membangkitkan rasa kasih, keadilan dan belas kasihan kepada sesama, sehingga kita akan memberi kesempatan seluas-luasnya kepada sesama untuk mengelola alam yang indah bersama-sama.

Marilah kita nyatakan rasa syukur kita dengan menikmati bumi yang dianugrahkan kepada kita, untuk kesejahteraan umat manusia secara merata. Amin. Dari kota Sion Tuhan Yesus memberkati.

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Kemerdekaan Sejati

KEMERDEKAAN SEJATI

“Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka.” Yohanes 8:36

Kemerdekaan adalah sesuatu kebutuhan setiap orang. Kemerdekaan itu mahal harganya. Namun ada banyak kemerdekaan yang palsu. Meski dinyatakan sudah merdeka namun kehidupannya belum merdeka. Masih sama dalam perbudakan. Ada banyak negara yang merdeka, namun mereka masih hidup dalam penjajahan. Ada perang saudara yang tidak berhenti. Ada pembodohan rakyat. Kemiskinan yang meluas. Kesenjangan sosial. Para pemimpin yang korupsi. Dan berbagai keadaan yang membuat rakyat tidak merdeka.

Ketika Yesus Kristus memerdekakan, kita sungguh-sungguh merdeka. Artinya saat kita dimerdekakan dari dosa dan dari kuasa setan, kita sungguh-sungguh merdeka. Ada banyak orang yang membebaskan diri dari keterikatan obat-obat terlarang. Namun selalu gagal, mereka jatuh lagi, jatuh lagi dan terus berulang-ulang tanpa henti. Saat Yesus Kristus membebaskan kita dari dosa, kita sungguh-sunguh merdeka, tidak akan jatuh dosa lagi. Kita akan bebas dari dosa, dikuduskan dan hidup seperti Tuhan Yesus. Tidak lagi jatuh berulang-ulang dan tidak terikat dalam dosa.

Kita harus percaya bahwa kita sudah merdeka, kemerdekaan yang Tuhan Yesus berikan adalah sungguh-sungguh. Kita tidak akan lagi jatuh dalam dosa yang sama. Kita tidak akan lagi perbudak oleh kebiasaan-kebiasan buruk, semua itu akan lepas dari hidup kita. Kita harus percaya kita bisa…bisa…bisa…merdeka dari kebiasaan buruk.

Marilah kita percaya bahwa saat Tuhan Yesus memerdekakan kita dari dosa dan maut, kita sungguh-sungguh merdeka, dan tidak akan lagi jatuh dalam kebiasaan-kebiasaan buruk yang sama. Amin. Tuhan Yesus memberkati.

Categories: Renungan | Tag: , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Roh Perbudakan

ROH PERBUDAKAN

“Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!” Roma 8:15

Roh perbudakan adalah roh yang di tanamkan oleh setan di dalam hati kita, yang membuat kita memiliki sifat-sifat sebagai seorang budak dosa dan budak setan. Selama roh itu masih berkuasa di dalam diri kita, kita akan senantiasa diperbudak oleh dosa setiap saat. Meski akal budi kita membenci dosa, namun dosa itu masih kita lakukan terus menerus, bahkan terikat di dalamnya, sehingga susah untuk dilepaskan. Namun saat kita menerima Yesus Kristus roh perbudakan itu dilepaskan dan Tuhan menggantinya dengan Roh Kudus yang ada di dalam diri kita, dengan demikian kita akan memiliki sifat-sifat sebagai anak Allah dan bukan sebagai budak. Dengan Roh Kudus semua sifat kita diubah bukan lagi terikat kepada dosa, tetapi kita berkuasa atas dosa, kita dapat mengalahkannya, untuk tidak lagi melakukan dosa.

Roh Kudus akan mengubah seluruh hidup kita menjadi anak-anak Allah. Kita akan tampil dan bersikap sebagai anak, bukan lagi sebagai budak. Sikap kita, hati kita, perilaku kita akan menyerupai Tuhan Yesus sebagai Bapa kita. Kita akan tampil penuh kasih, rela berkorban, bahkan peduli sesama, sama seperti Tuhan Yesus, karena kita anak-anakNya. Kita akan tampil melebihi seorang bangsawan yang berdarah biru, keturunan raja manusia. Bapa kita adalah Raja alam semesta, Raja dari segala raja.

Marilah ditengah bangsa yang sudah merdeka ini. Kita nyatakan kepada dunia, bahwa kita adalah anak-anak Allah dan bukan lagi orang-orang yang diperbudak oleh dosa. Amin.

Categories: Renungan | Tag: , , , , | Tinggalkan komentar