Posts Tagged With: korupsi

PUISI : Harta

harta

harta

HARTA

Dengan harta banyak orang merasa bahagia
Tampil bergaya bak seorang raja
Dengan busana yang bercahaya
Mobil limosin keluaran Eropa
Rambut dandanan warna menyala
Dengan kacamata hitam dari Amerika
Kalung emas melingkar sampai dada

Tanpa harta banyak orang menderita
Bekerja keras untuk mendapatkannya
Kesana kemari dihina dan dicerca
Seakan harta tidak berpihak kepadanya

Dengan harta
Banyak orang bergelimang dosa
Mulai dari korupsi, judi hingga narkoba
Sodok sini serobot sana
Menghalalkan segala cara
Seakan orang lain tidak berguna

Ingatlah !
Harga bukanlah segalanya
Ia hanyalah barang yang fana
Tidak akan dibawa masuk surga
Ia seperti burung terbang entah kemana
Seperti angin yang berlalu begitu saja

Harta akan menjadi berharga
Saat kita pakai berbagi sesama
Menunjukkan kasih yang nyata
Memperhatikan mereka yang terlunta

(Tunas Putra).

Iklan
Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

PUISI : Hari Anti Korupsi Sedunia

hari anti korupsi 3Hari anti korupsi sedunia

Agar korupsi tidak merajalela

Menggerakan seluruh anak bangsa

Jangan sampai korupsi menjadi budaya

 

Hari anti korupsi sedunia diperingati

Mengobarkan semangat melawan korupsi

Menanamkan jiwa anti korupsi

Berani berkata tidak untuk korupsi

 

Hari anti korupsi sedunia

Peringatan bagi kita semua

Jangan sampai kita terlena

Hingga kita masuk di dalamnya

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Hari Pahlawanku

makam pahlawanMengingatkan sebuah perjuangan

Dari para perintis kemerdekaan

Yang gugur dalam peperangan

Bertempur melawan penjajahan

 

Kini zaman telah berganti

Kemerdekaan telah dinikmati

Namun perjuangan belum berhenti

Karena penjajahan masih menyelimuti

 

Perjuangan melawan korupsi

Perjuangan demi kedaulatan negeri

Perjuangan menyelamatkan para TKI

Perjuangan untuk anak cucu nanti

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Pahlawanku

pahlawan 2Kau korbankan jiwa ragamu

Bagi kemerdekaan bangsaku

Upah bukan tuntutanmu

Penghargaan bukan tujuanmu

 

Pahlawanku

Demi ibu pertiwi kau rela mati

Darahmu menggenangi bumi

Jejak langkahmu tak ada  korupsi

Tak pernah kau ingin di hormati

 

Pahlawanku

Kini anak cucumu telah menikmati

Sebuah kemerdekaan bagi negeri

Meski ke alam abadi kau telah pergi

Namun semangatmu tak pernah mati

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Terbuka dan Tidak Tersembunyi

“Tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.”Matius 10:26

 Berapa banyak perkara yang kita sembunyikan? Ada alasan mengapa sesuatu itu kita sembunyikan. Biasanya hal-hal yang bersifat tidak baik. Kalau hal yang baik, kita ingin hal itu diketahui semua orang.  Hal yang tidak baik, bisa berarti ketidak jujuran kita. Hal-hal yang kita anggap dapat berakibat buruk terhadap diri kita. Namun jangan bangga kalau anda adalah seorang yang pandai menyembunyikan sesuatu. Sebab Firman Tuhan menyatakan bahwa tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.

Artinya ini merupakan suatu ancaman bagi kita yang suka menyembunyikan sesuatu. Sebab cepat atau lambat pasti akan tersingkap. Kalau itu merupakan suatu ketidakjujuran kita. Korupsi, pencurian, kebohongan atau suatu kejahatan yang lain, bersiaplah anda akan segera diadili dan dipermalukan. Sebab Allah sendiri yang akan menyingkapkan apa yang kita sembunyikan itu.

Jadilah jujur dan tidak ada yang disembunyikan agar ketakutan tidak menghantui hidup kita. Amin.

 

(Pdt. Agus Widjianto, M.Th).

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Hambalang

HAMBALANG

Pandainya engkau bersandiwara

Hingga setiap orang tidak bisa membaca

Pandainya engkau membuat cerita

Hingga setiap orang tidak dapat meraba

 

HAMBALANG

Engkau berdiri tegak dengan gagah

Di tengah rakyat yang sedang lelah

Sedikit saja engkau rebah

Membuat rakyat kian muntah darah

 

HAMBALANG

Sampai kapankah engkau menyembunyikan diri

Hingga tiada seorangpun yang dapat mengerti

Meski rakyat sudah terus mencari-cari

Namun tiada juga rahasiamu tersingkapi

 

HAMBALANG

Janganlah engkau merasa perkasa

Karena TUHAN kan membuatmu tak berdaya

kemegahanmu adalah darah rakyat jelata

Yang dibangun di atas dasar linangan air mata

 

Bertobatlah Hambalangku

Seluruh rakyat menantimu

 

(Sion, Ki Jogo Sion).

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , | Tinggalkan komentar