Arsip Tag: ketenangan

PUISI: Kasih Sejati

datang pada yesusMengapa kita membiarkan hilang pegangan
Jiwa tergoncang tanpa sebuah pengharapan
Hanyut dalam arus gelombang ketidakpastian
Dicekam keresahan panjang dan kegelisahan

Seakan hidup ini sungguh tidak berarti
Tanpa adanya sebuah kasih yang sejati
Yang kan memberikan ketenangan hati
Atau seorang yang akan mau mengerti
Saat kegundahan sedang menyelimuti

Sedangkan kasih sejati telah nyata
Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita
Oleh karena Kristus telah mati untuk kita
Ketika kita masih berdosa [Roma 5:8]

(Gembala Sion)

 

Iklan

PUISI : Menulis Puisi

Ku ingin menmenulis 3ulis puisi saat sepi

Tuk menghibur diri

Ku ingin menulis puisi saat sendiri

Tuk mendapatkan inspirasi

 

Meski tak ada saudara atau kawan

Puisiku dapat memberi ketenangan

Meski hati sedang tak karuan

Puisiku dapat memberi kekuatan

 

Karena puisiku adalah anugrah TUHAN

Yang dapat mengungkapkan perasaan

Dapat memberikan pencerahan

Bagi mereka yang membutuhkan

 

(Ki Jogo Sion)

PUISI : Iman

iman lilinIMAN

Memberi ketenangan di tengah ketidakpastian

Memberi sukacita di tengah dukacita

Memberi kedamaian di tengah kebimbangan

Memberi pengharapan di tengah penantian

 

IMAN

Tak pernah hancur saat dunia lebur

Tak pernah hilang saat musuh menerjang

Tak pernah undur saat musuh menggempur

Tak pernah takut saat harta hanyut

 

IMAN

Damai di atas badai

Tenang di tengah perang

Nyaman saat rawan

Kuat saat darurat

(Gembala Sion)

PUISI : Oh Sion

Oh Sion

Mengapa wajahmu nampak pucat pasi

Suara gemuruh pabrik membuat polusi

Memekakkan telingamu sepanjang hari

Merampas ketenangan yang kau miliki

 

Oh Sion

Mengapa wajahmu nampak penuh debu

Kotoran sampah telah menodai tubuhmu

Membuat percak-percak hitam di wajahmu

Hilang  sudah kecantikan kebanggaanmu

 

Oh Sion

Mengapa wajahmu nampak letih lesu

Bau tidak sedap menyengat hidungmu

Merampas sejuk segarmu yang dulu

Kini tinggal polusi yang mengganggu

 

Oh TUHAN

Kembalikanlah Sion dalam kemuliaan

Cantik dan ayu meski tidak berdandan

Dipenuhi ketenangan dan kesegaran

Menjadi tempat yang mengagumkan

 

(Ki Jogo Sion).

PUISI : Siang dan Malam

Siang adalah bentuk kasih karunia TUHAN

Agar kita bekerja dengan segenap kekuatan

Dapat melaksanakan segala tugas kewajiban

Menikmati segala berkat yang ALLAH berikan

 

Malam adalah anugrah TUHAN

Agar kita merasakan ketenangan

Berhenti dari segala kesibukan

Dan lepas dari semua kebisingan

 

Mari kita nikmati hari yang diberikan TUHAN

Agar semua dapat disesuaikan dengan tujuan

Dengan segenap rasa syukur kepada TUHAN

Karena semua yang ada berasal dari TUHAN

 

(Pdt. Agus Widjianto, M.Th).

RENUNGAN : Ketenangan

KETENANGAN

“Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.” Matius 11:29

Ketenangan. Ketenangan adalah sebuah keadaan yang teduh. Seperti sebuah lautan tanpa ombak yang besar, dengan angin semilir yang berhembus. Ketenangan adalah sebuah damai sejahtera. Ketenangan adalah jauh dari kegelisahan. Jauh dari keresahan dan jauh dari kecemasan. Meski ketenangan adalah kebutuhan setiap orang, tetapi dunia tidak dapat memberikanya. Karena dunia sudah penuh dengan dosa.

Tuhan Yesus menyediakan sebuah ketenangan dari surga. Ketenangan yang kekal abadi. Ketenangan yang sesungguhnya. Yang tidak akan dapat dihempaskan oleh berbagai-bagai badai kehidupan. Ketenangan yang tidak dapat dikalahkan oleh pencobaan dan penderitaan. Ketenangan yang dapat memancar dari hati kita yang paling dalam. Ketenangan yang memberi keteduhan kepada orang-orang lain di sekeliling kita. Ketenangan yang ada dalam jiwa kita.

Ketenangan itu kita peroleh dengan cara memikul kuk yang di pasang oleh Tuhan Yesus dan belajar kepada Tuhan Yesus. Kuk dunia adalah kekuatan kita sendiri. Kuk yang dipasang oleh Tuhan Yesus adalah Firman Tuhan. Dengan taat kepada setiap Firman Tuhan akan memberi ketenangan dalam jiwa kita. Ketidaktaatan kepada Firman Tuhan akan membuahkan kegelisahan, kecemasan dan ketidaktenangan. Ketaatan kepada Firman Tuhan bukanlah beban berat. Tuhan Yesus lemah lembut dan rendah hati. Ketaatan kepada Firman Tuhan adalah enak. Ketaatan kepada dunia adalah kekerasan, kekejaman dan ketidak perikemanusiaan. Ketaatan kepada dunia akan menjadikan kita budak dunia yang teraniaya dan berat.

Marilah kita taat kepada Firman Tuhan. Sebab itu enak, Tuhan Yesus lemah lembut dan rendah hati. Jiwa kita akan mendapat ketenangan. Amin. Dari kota SION, Tuhan Yesus memberkati.

SMA : Ketenangan Yang Indah

KETENANGAN YANG INDAH

19:11 Lalu firman-Nya: “Keluarlah dan berdiri di atas gunung itu di hadapan TUHAN!” Maka TUHAN lalu! Angin besar dan kuat, yang membelah gunung-gunung dan memecahkan bukit-bukit batu, mendahului TUHAN. Tetapi tidak ada TUHAN dalam angin itu. Dan sesudah angin itu datanglah gempa. Tetapi tidak ada TUHAN dalam gempa itu. 19:12 Dan sesudah gempa itu datanglah api. Tetapi tidak ada TUHAN dalam api itu. Dan sesudah api itu datanglah bunyi angin sepoi-sepoi basa.19:13 Segera sesudah Elia mendengarnya, ia menyelubungi mukanya dengan jubahnya, lalu pergi ke luar dan berdiri di pintu gua itu. Maka datanglah suara kepadanya yang berbunyi: “Apakah kerjamu di sini, hai Elia?” I RAJA-RAJA 19:11-13
Ada banyak orang mengalami kesulitan untuk mendengar suara Tuhan. Meski suara Tuhan itu dibutuhkan untuk memberi petunjuk-petunjuk dalam setiap langkah, bahkan memberi pencerahan dalam menghadapi setiap masalah. Nabi besar Elia memiliki pengalaman yang baik dalam mendengar suara Tuhan. Saat ia ingin mendengar suara Tuhan, maka datanglah angin besar yang kuat, membelah gunung-gunung dan memecahkan bukit-bukit batu. Tetapi dalam sensasi yang dahsyat itu tidak ada Tuhan di sana. Kemudian sesudah angina yang dahsyat itu datanglah gempa, tetapi tidak ada Tuhan dalam gempa itu. Sesudah gempa datanglah api. Juga tidak ada Tuhan dalam api itu. Tuhan juga tidak ada dalam api itu. Tetapi yang terakhir datanglah angin sepoi-sepoi basa. Dalam ketenangan angina sepoi-sepoi basa itu, Elia mendengar suara Tuhan. “Apakah kerjamu di sini, hai Elia?”
Angin besar dan kuat, gempa yang dahsyat, api yang berkobar-kobar telah membuat telinga Elia menjadi bising, sehingga ia tidak mendengar suara Tuhan. Tetapi dalam ketenangan sura Tuhan sangat nyaring terdengar. Kesibukan kita yang padat, rencana-rencana besar kita, bahkan ambisi-ambisi kita yang bergelora telah menutup telinga hati kita, sehingga suara Tuhan tidak terdengar lagi. Ketenangan, berserah membuat hati kita tenang. Suara Tuhan akan terdengar jelas. Marilah kita sejenak meninggalkan semua kesibukan-kesibukan kita. Semua kerepotan kita. Semua rencana-rencana kita, untuk diam sejenak di hadapan Tuhan, agar kita mendengar suara Tuhan. Marilah kita memberi waktu kita setiap hari, dalam ketenangan untuk menghadap Tuhan, untuk mendengar suara Tuhan. Amin. Tuhan memberkati. (Hamba-Nya Pdt Agus W).