Arsip Tag: keluarga

PUISI : Laki-laki

keluarga

LAKI-LAKI

Laki-laki nampak gagah dan berani
Bukan penakut seperti seorang banci
Rajin bekerja keras setiap hari
Demi kesejahteraan anak dan istri

Laki-laki seorang imam bagi rumah tangga
Membangun sebuah mezbah keluarga
Membawa anggota keluarga setia berdoa
Mengajak belajar Firman Tuhan senantiasa

Laki-laki tidak takut mati
Meski pencobaan bertubi-tubi
Berjuang dengan gigih sekali
Sampai akhir hayat nanti

(Tunas Putra)

Iklan

PUISI : Dibalik Jeruji Besi

penjara 1Hidup dibalik jeruji besi

Sungguh terasa makan hati

Tak ada teman mengunjungi

Atau menyatakan simpati

 

Hidup dibalik jeruji besi

Semua orang seakan membenci

Keluarga tak lagi mengasihi

Dibuang seakan hidup sendiri

 

Hidup dibalik jeruji besi

Mau menjerit tak ada yang mengerti

Mau menangis tak ada yang memahami

Semua hanya disimpan dalam hati

 

Hidup dibalik jeruji besi

Hanya doa dipanjatkan tiada henti

Kiranya Tuhan selalu memberkati

Memberi kekuatan setiap hari.

 

(Gembala Sion)

PUISI : Tahta

tahta 2Kadang membuat kita bahagia
Tampil sebagai seorang berwibawa
Kemana-mana orang memuja
Berlimpah harta benda
Fasilitas mewah tersedia
Laksana seorang raja muda
Banyak wanita jatuh cinta

Namun kadang tahta
Membuat kita terlena
Lupa kepada YANG KUASA
Lupa kepada keluarga
Lupa kepada sesama
Bahkan lupa kepada asal mula
Hingga kita kehilangan segalanya

Jadikanlah tahta memberkati sesama
Menyejahterakan rakyat jelata
Menolong yang menderita
Bahkan memakmurkan bangsa
Agar tahta tidak sia-sia
Namun membawa kita masuk surga

Bahagia selamanya

(Gembala Sion)

RENUNGAN : Melepaskan Ikatan

lepas ikatan“Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.” Kejadian 12:1

Setiap orang memiliki ikatan. Ikatan inilah yang mempengaruhi kehidupan seseorang. Seorang yang dilahirkan, ia memiliki ikatan dengan keluarga yang telah melahirkan ke dunia. Saat ia dibesarkan, ia memiliki ikatan dengan orang-orang yang telah membesarkannya. Lingkungan, teman-teman, pendidikan budaya suatu tempat, bahkan orang-orang yang ada di sekelilingnya. Sehingga kehidupan seseorang tidak jauh berbeda dengan orang-orang yang ada disekitarnya.

ALLAH memanggil Abraham. Panggilan itu dimulai perintah agar Abraham meninggalkan keluarga, kampung dan teman-temannya. ALLAH ingin membentuk Abraham menjadi manusia yang di ingini oleh ALLAH. Bukan supaya Abraham sama seperti orang-orang yang mengelilinginya. ALLAH ingin menjadikan Abraham manusia baru. Manusia yang sesuai dengan gambar dan rencana ALLAH. Untuk menjadi manusia baru, harus berani melepaskan ikatan-ikatan hidupnya yang mempengaruhinya.

Untuk menjadi manusia baru, seperti yang ALLAH ingini, kita harus berani meninggalkan ikatan-ikatan masa lalu kita. Ikatan-ikatan orang-orang yang ada disekeliling kita. Ini adalah merupakan suatu perjuangan dan pengorbanan yang besar. Namun hal itu harus dilakukan. Karena diri kita telah dibentuk oleh orang-orang yang ada di sekeling kita. Sekarang kita akan menjadi manusia baru, yang berbeda dengan lingkungan kita.

Semakin berani saudara melepaskan ikatan hidup saudara. Semakin cepat saudara akan menjadi manusia baru, yang sesuai dengan gambar dan rencana ALLAH. Berjuang dan berkorbanlah untuk melepaskan ikatan hidupmu. Amin. Dari KOTA SION TUHAN YESUS memberkati.

(Gembala Sion)

PUISI : Pertolongan Tuhan

hidup dalam tekananBerharaplah kepada anugrah TUHAN

Saat hati sedang gundah dalam tekanan

Ekonomi susah dan berkekurangan

Teman dan keluarga pada meninggalkan

 

Berserahlah kepada TUHAN

Saat lemah tak ada kekuatan

Beban berat menggelisahkan

Bingung tak berpengharapan

 

Percayalah kepada TUHAN

Ia pasti memberi pertolongan

Sedetikpun kita tak ditinggalkan

DIA menolong tepat dibutuhkan

 

(Gembala Sion)

KESAKSIAN : Seorang Baptis

Gembala SionSaya dilahirkan sebagai seorang Baptis. Meski banyak orang beranggapan, bahwa itu hanyalah sebuah kebetulan. Kebetulan yang dekat dengan kampung saya adalah gereja Baptis, atau yang menginjili saya adalah orang Baptis. Namun saya berkeyakinan bahwa adalah rencana dan panggilan ALLAH saya sebagai orang Baptis. Meski saya tahu bahwa di surga nanti tidak ada orang Baptis atau non Baptis. Namun selama kita hidup di dunia. Sama seperti kita punya keluarga, kita punya suku, kita tinggal sebagai sebuah bangsa, demikianlah kita akan bergabung kepada komunitas-komunitas tertentu salah satunya adalah gereja dan denominasi. Menurut saya tidak baik seseorang berpindah-pindah gereja dan denominasi tanpa adanya sebuah alasan tertentu. Meski saya juga percaya bahwa ada orang-orang tertentu yang dipanggil untuk lintas gereja dan denominasi.

Saya bukan saja dilahirkan sebagai seorang Baptis, namun saya dibesarkan, bertumbuh dan belajar di Seminari Theologia Baptis. Mulai dari Diploma, S1 sampai S2 sebagai seorang sarjana theologi. Meski ada beberapa kesempatan akan diberi gelar yang bukan theologi di Sekolah Theologi yang berbeda, namun entah mengapa hal itu tidak pernah terlaksana. Saya berkeyakinan bahwa ALLAH menghendaki saya tetap sebagai seorang sarjana theologi dan bukan yang lain. Hal ini berhubungan panggilan saya sebagai seorang gembala sidang dan pelayanan saya dimasa yang akan datang.

Sampai hari ini saya masih sebagai seorang Baptis yang melayani sebagai gembala sidang di gereja Baptis. Meski banyak orang yang saya layani terdiri dari berbagai-bagai denominasi dan aliran. Saya tidak membedakannya. Demikian juga saya mengajar di berbagai Sekolah Theologi yang bukan Baptis, saya tidak membedakannya. Meski semua adalah sama, semua adalah saudara, namun tetaplah setia kepada gereja dimana saudara bergabung, karena disanalah saudara dipanggil dan diletakkan ALLAH untuk menjadi berkat bagi mereka. AMIN. Dari KOTA SION TUHAN YESUS memberkati.

(Gembala Sion)

PUISI : Satinah

satinahSATINAH
Detik-detik hukuman pancungmu telah dekat
Saat keluargamu tidak mampu membayar diyat
Uang 15 milyar seakan dapat menjadi juru selamat
Hingga tiada jalan selain pembebasan bersyarat

SATINAH
Kau bukanlah yang pertama membayar diyat
Masih banyak Satinah yang lain yang sekarat
Menanti sebuah pembebasan yang bersyarat
Ini cara pemerasan agar bangsa kita melarat

SATINAH
Janganlah kau merasa putus asa
Karena kami berdoa senantiasa
Agar engkaupun segera merdeka
Dan berkumpul dengan keluarga

(Gembala Sion)