Posts Tagged With: kelam

PUISI : Mendung Diatas Ibu Kota

Jakarta mendung

Jakarta mendung

MENDUNG DI ATAS IBU KOTA

Mendung diatas ibu kota
Nampak kelam menutupi Jakarta
Hitam pekat menyelubungi anak bangsa
Satu dengan yang lain berebut tahta
Berambisi untuk dapat berkuasa
Saling menjatuhkan untuk menjadi Jawara
Mereka saling menghina
Saling mencaci dan mencerca
Panas membara di dunia maya
Bak perang besar Brantayuda

Lupa mereka adalah saudara
Lupa dasar negara Pancasila
Lupa kita adalah satu bangsa
Lupa kita adalah sesama

Mendung diatas ibu kota
Kapankah akan sirna?
Hidup rukun sebagai anak bangsa
Dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia

(Tunas Putra)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Pelangi

pelangi 2PELANGI

Kau muncul di tengah awan hitam saat bencana melanda

Mengubah langit kelam menjadi cantik nan mempesona

Sebagai tanda bahwa bencana tidak akan lagi menimpa

Masih ada kasih ALLAH bagi keselamatan umat manusia

 

PELANGI

Kehadiranmu pernah meredakan banjir melanda dunia

Kini kau masih menjadi pengharapan bagi umat manusia

Agar bencana banjir tidak terus merajalela di mana-mana

Namun, memancarkan kasih abadi bagi kehidupan manusia

 

PELANGI

Kasihanilah mereka yang kehilangan anggota keluarga

Dengarkan jeritan mereka yang kehilangan harta benda

Kaulah tanda perjanjian kasih ALLAH kepada manusia

Bahwa bencana banjir tidak akan lagi melanda dunia

 

(GembalaSion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Berlindung Kepada Tuhan

tangantuhanMeski malam gelap menyelimuti

Awan hitam dan kelam menutupi

Namun jika kuasa TUHAN menerangi

Maka kegelapanpun tiada berarti

 

Meski siang panas membakar bumi

Terik mentari menyengat dunia ini

Namun jika kuasa TUHAN menaungi

Maka panas itupun tiada berarti

 

Kuasa TUHAN lebih dari segalanya

Dunia tak kan mampu menguasainya

Berlindung pada TUHAN aman sentosa

Tak ada yang dapat mengalahkannya

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Andaikan Kau

fenomena-haloAndaikan KAU bulan

Pastilah kan Kau terangi malam-malam kelam

Yang tak kan pernah tenggelam oleh kegelapan

Atau hilang oleh awan hitam

 

Andaikan KAU pelangi

Pastilah kan Kau hiasi senja hari

Yang tak kan pernah pergi oleh matahari

Atau berlari oleh  badai ngeri

 

Andaikan KAU bunga

Pastilah kau Kan mekar selamanya

Yang tak kan pernah layu oleh sang surya

Atau kering dimakan usia

 

Karena  ENGKAULAH ALLAH SANG PENCIPTA

Yang tak kan pernah sirna oleh apapun juga

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Menghapus Kenangan Suram

sendiri sedihKenangan suram…..

Bagi belati tajam yang menikam

Bagai malam gelap yang mencekam

Bagai sebuah warna yang menghitam

Atau bagai awan hitam yang kelam

 

Tak mau pergi meski di tendang

Tak mau lenyap meski di buang

Meski dihapus tak mau hilang

Terus menghantui dan membayang

 

Membuat langkah tak mau maju

Membuat hidup semakin pilu

Cita-citapun kandas dan layu

Semangat patah tak seperti dulu

 

Hanya sebuah harapan masa depan

Yang kan memberi nyala kehidupan

Yakin TUHAN memberi kekuatan

Hingga kenangan suram terhapuskan

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PROSA : Malam Paskah

berjalan malamKu lihat rembulan itu tersenyum padaku, dalam keremangan senja yang kian memudar. Ku dengar sayup-sayup lonceng gereja mulai terdengar, mengusik hati, terasa kian menggetarkan jiwa. Itulah menjelang malam ibadah Paskah. Tak terasa kakiku melangkah kian mendekat, pada gereja kecil itu. Baru kusadari telah sekian lama aku tak pernah ke gereja. Entah dorongan dari mana aku tak tahu. Malam Paskah ini aku begitu rindu datang ke gereja. Ku lihat beberapa teman lamaku, juga nampak berjalan menuju gereja. Aku berharap malam Paskah ini menjadi sangat berarti bagiku. Bukan saja oleh karena aku mulai sadar pergi ke gereja, namun juga merupakan awal pertobatanku, untuk meninggalkan masa laluku yang kelam, dan memulai kehidupan baru. Masa laluku telah menggoreskan kesakitan yang begitu mendalam. Memberi banyak catatan dalam setiap langkah perjalanan hidupku yang kelam. Rasanya begitu hitam, pahit dan menyakitkan. Mungkin inilah yang mendorongku untuk kembali mendekat kepada TUHAN.

Teringat masa remajaku, seakan begitu indah, saat dekat dengan TUHAN. Namun kekayaan, pangkat dan jabatan telah membuat aku melupakan segalanya. Keindahan dunia yang begitu memikat hatiku, ternyata tidak memberi kebahagiaan kepadaku. Fasilitas yang mewah tidak memberi sukacita kepadaku. Kini semua hancur, tinggal aku sendiri, bahkan orang-orang yang aku kasihipun meninggalkanku. Oh, TUHAN, biarkan kematianMU di kayu salib, kan memberi pengampunan kepadaku. Bahkan kebangkitanMU dalam Paskah ini, memberi kemenangan untuk pulihkan segenap hidupku. Meski hanya sisa waktu yang aku miliki, namun kiranya ENGKAU berkenan mamakaiku untuk pekerjaanMU. Terima kasih TUHAN YESUS, aku percaya tanganMU masih terbuka untukku. Terimalah diriku ini. Amin.

(Ki Jogo Sion).

Categories: Prosa | Tag: , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Kenangan Indah dan Kenangan Kelam

kenangan indah dan hitamKenangan. Tidak semua kenangan indah dan manis terlukis dalam hidup kita. Ada juga jutaan kenangan pahit dan hitam yang terukir abadi dalam perjalanan langkah kita. Meski kenangan indah sering menghias mimpi-mimpi kita. Namun kita harus jujur, kenangan yang telah menggores dan meninggalkan luka perih dalam hati kita, takkan mungkin kita hapus. Tidak harus kita membuang kenangan buruk dan mengabadikan kenangan indah. Sebab kedua-duanya adalah maha guru terbaik yang mengajar kita. Melawan guru adalah merupakan bentuk kegagalan belajar. Kenangan adalah pelajaran yang paling berharga dalam hidup kita.

Kenangan indah cermin sebuah kebenaran. Kenangan kelam cermin kesalahan. Keduanya adalah merupakan tangan kanan dan kiri yang sedang menghias hidup kita. Satu tangan tak kan indah membentuk hidup kita. Kenangan indah itu bagaikan lampu hijau, agar kita terus melaju meneruskan perjalanan. Sedangkan kenangan kelam itu bagaikan lampu merah sebagai tanda kita harus berhenti. Kenangan indah itu bagaikan gas, agar kita terus melaju mencapai tujuan. Sedangkan kenangan kelam itu bagaikan rem, agar kita berhenti. Kedua-duanya digunakan untuk mengendalikan perjalanan hidup.

Apapun itu, kenangan indah dan kenangan kelam, keduanya adalah satu pasangan yang tidak dapat dipisahkan, yang keduanya membentuk hidup kita.

(Gembala Sion).

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Gunung Salak

GUNUNG SALAK

Tingginya puncakmu lambang keangkuhanmu

Dalamnya jurangmu simbol kekejamanmu

Kelam kabut tebal yang selalu mengelilingimu

Pertanda tak ada ampun yang ada dihatimu

 

GUNUNG SALAK

Saat amarah mendidih dalam dadamu

Tiada seorangpun dapat meredakanmu

Kau hempaskan Sukhoi yang masih baru

Hingga tiada satupun jasad yang menyatu

 

GUNUNG SALAK

Kau hancurkan  rasa sombong dan kebanggaan manusia

Hingga semua menyadari mereka tidak berdaya

Manusia  penguasa dunia atau alam semesta

Ada TUHAN yang berkuasa atas segala-galanya

 

GUNUNG SALAK

Kini kau sadarkan akan arti kehidupan

Harapan tidak selalu menjadi kenyataan

Karena ada TUHAN yang menentukan

Berserah saja kepada DIA yang menciptakan

 

(Sion, Pdt Agus Widjianto, MTh).

 

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Jurang Dalam

JURANG DALAM

Namamu melambung dalam sekejap mata

Bukan karena keindahan alammu yang mempesona

Namun karena amarahmu yang terus membara

Dan kekejamanmu yang membabi buta

 

JURANG DALAM

Kau torehkan garis hitam di atas langit

Hingga setiap hati kini harus menjerit

Sukhoi yang begitu indah kini morat-marit

Meninggalkan kenangan kelam yang  pahit

 

JURANG DALAM

Sampai kapankah awan kelabu menyelimutimu

Kau ukir sejarah suram hingga anak cucu

Tetesan air mata akan senantiasa terlukis di wajahmu

Sajak-sajak pilupun selalu tertulis mengiringmu

 

Selamat jalan saudara-saudaraku

Jurang dalam kiranya hanyalah jembatan

Menuju istana baka bersama TUHANmu

 

(Sion, Pdt Agus Widjianto, MTh).

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Diam Dalam Kelam

DIAM DALAM KELAM

“Pada waktu itu berkatalah Salomo: “TUHAN telah menetapkan matahari di langit, tetapi Ia memutuskan untuk diam dalam kekelaman.  Sekarang, aku telah mendirikan rumah kediaman bagi-Mu, tempat Engkau menetap selama-lamanya.” I Raja-raja 8:12-13.

Diam dalam kekelaman. Allah adalah penguasa alam semesta. IA juga penguasa atas langit dan bumi. Namun demikian meski IA dapat menjadikan segala sesuatu. Allah rela tinggal dalam kekelaman. Yaitu tinggal dalam hati kita yang penuh kekelaman. Sama seperti bangsa Israel yang penuh kekelaman saat dalam perjalanan dari Mesir menuju Tanah Kanaan. Demikian pula hati kita penuh kekelamaan saat perjalanan hidup menuju surga.

Allah rela tinggal dalam hati kita yang penuh dengan kekelaman. Perjalanan hidup kita sedang menuju surga. Namun demikian ALLAH berkenan tinggal dalam hati kita yang penuh dengan kekelaman. Saat kita jatuh bangun, saat kita berada dalam pergumulan berat, rintihan-rintihan hati, kesakitan, kekecewaan dan berbagai-bagai luka yang mendalam dalam hati, Allah tidak pernah tinggalkan kita. IA tetap tinggal dalam hati kita untuk menuntun langkah kita hingga menuju surga yang mulia.

Sama seperti Salomo yang membangun rumah bagi TUHAN dengan segala perkakas yang mahal dan indah-indah. Marilah kita bangun rumah TUHAN dalam hati kita, dengan sikap hidup, perilaku dan tutur kata yang indah-indah, agar TUHAN berkenan atas kita.

Sikap hidup yang indah adalah bangunan yang berharga bagi TUHAN dalam hati kita. Amin. Dari SION TUHAN YESUS memberkati.
(Pdt Agus Widjianto, MTh).

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , | Tinggalkan komentar