RENUNGAN : Betulkah Keadaan Berarti Kehendak Tuhan?

pesawat garudaSelesai mengajar di Kampar, Riau, saat akan kembali tidak ada tiket. Tanpa sebuah perhitungan sebelumnya bahwa waktu itu sudah memasuki liburan sekolah. Hingga aku berpikir bahwa sudah kehendak TUHAN bahwa aku harus tertinggal di Kampar yang sepi itu lebih lama. Semua tiket sudah dibeli namun melewati hari sabat. Hingga pelayanan di SION hari sabat pastilah terlewati. Namun sebelum menjelang hari sabat, kesadaran muncul. Tidak mungkin aku meninggalkan SION lebih lama. Aku harus berjuang keras untuk sampai di SION saat sabat tiba.

Tanpa memusingkan dua tiket menuju Solo yang pasti hangus. Pergilah aku ke bandara untuk mengejar pesawat menuju Solo. Hari telah mulai malam. Tidak ada tiket menuju Solo. Belilah aku tiket Garuda sampai Jakarta saja, meski mahalnya luar biasa. Sampai di Jakarta sudah tengah malam. Cari penerbangan ke Solo, Jogja, Semarang sudah tidak ada. Tinggalah satu penerbangan Garuda menuju Surabaya. Ikutlah aku dengan bayar mahal juga. Sampai di Surabaya, aku naik bus menuju Solo. Saat fajar pagi tiba, sampailah aku di Solo. Dan saat yang paling indah, aku masih bisa melayani di Sion dalam ibadah. Hanya dengan 12 Jam perjalanan. Ternyata perjuangan membuahkan hasil. Tidak perlu berhitung mahalnya membayar pekerjaan TUHAN.

Ternyata situasi dapat dirubah dengan perjuangan. Hal ini membuktikan bahwa situasi belum tentu kehendak TUHAN. Kegigihan, perjuangan dan semangat dapat mengubahnya.

(Gembala Sion)