Posts Tagged With: jalan

PUISI : Kenaikan Yesus ke Surga

TUHAN YESUS naik ke surga
Meninggalkan dunia fana
DIA akan datang yang kedua
Menjemput umat percaya

Janganlah gelisah saja
Percayalah kepada-NYA
DIA siapkan rumah bagi kita
DIA sediakan jalan ke sana

Marilah kita berjaga-jaga
Kedatangan-NYA tidak terduga
Jangan sampai kita terlena
Hingga kita tidak dibawa

(Tunas Putra)

Iklan
Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Kesetiaan Tuhan

Pdt. Agus Widjianto

Pdt. Agus Widjianto

“Dengarkanlah Aku, hai kaum keturunan Yakub, hai semua orang yang masih tinggal dari keturunan Israel, hai orang-orang yang Kudukung sejak dari kandungan, hai orang-orang yang Kujunjung sejak dari rahim. Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.” Yesaya 46:3-4.

Beberapa waktu yang lalu ekonomi saya dalam keadaan sulit. Pemasukan keuangan saya hanya dari sebuah Sekolah Theologi. Saya menjadi tenaga honorer mengajar sebuah STT, hanya satu mata kuliah. Honor yang saya terima hanya cukup untuk membeli bensin. Namun entah bagaimana? Setiap hari selalu ada saja orang yang mengajak makan. Telpon saya sering berdering. Mulai pagi-pagi saat matahari terbit, sampai tengah malam. Mereka hanya mau mengajak saya makan. Saya merasakan TUHAN membuat orang-orang tergila-gila dengan saya untuk mengajak makan. Tempat makanpun mulai dari yang sederhana sampai yang mewah. Bahkan tidak jarang disuruh bawa pulang.

Saya menyadari saat itulah bahwa TUHAN bukan saja menyertai saya. Tetapi DIA menggendong saya. TUHAN tak pernah melepaskan saya. Dengan kemampuan saya. Saya tidak sanggup berjalan sendiri menjalani hidup ini. Tetapi DIA terus menggendong saya. Semakin sulit jalan yang saya lewati. Dekapan TUHAN semakin kuat, agar saya tidak jatuh. Sampai saat ini sudah banyak jalan terjal berliku yang saya lewati. Namun saya tetap tegar. Saya selalu menyadari setiap saat. Bahwa saya tidak berjalan sendiri. Namun saya berada dalam dekapan, gendongan TUHAN YESUS.

Marilah kita jalani hidup ini tanpa gentar dan takut. Sebab TUHAN bukan saja menyertai. DIA bukan saja di samping kita. Tetapi DIA menggendong kita. Amin. Dari KOTA SION TUHAN YESUS memberkati.

(Tunas Putra)

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Sabar

Sabar Menunggu

Sabar Menunggu

Sabar

Membuat hati tak pernah tawar

Berjuang tak pernah gentar

Saat krisis tak pernah gemetar

Saat gelap terbang seperti kelelawar

Saat sulit selalu ada jalan keluar

Tak kan pernah jatuh terkapar

Diberkati tak pernah mengalami lapar

 

Sabar

Membuat mata selalu bersinar

Melangkah jalan nampak lebar

Dibebaskan dari hal yang sukar

Tanda memiliki jiwa yang besar

 

Sabar

Sebuah kehidupan yang benar

Wujud sikap hati yang memancar

Dari iman yang kuat berakar

Hidup indah tak pernah hambar

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Jalan Salib (2)

Jalan  pikul salib

Yesus pikul salib

Mahkota-MU adalah duri tajam yang melingkar

Hiasan di tubuh-MU adalah merah darah segar

Minum-MU adalah anggur asam yang hambar

Pengiring-MU adalah para serdadu yang kasar

Tak ada yang mau peduli

Tak ada yang mau mengerti

Semua murid-MU melarikan diri

ENGKAU berjuang seorang diri

Menanggung cerca dan caci maki

Seakan ENGKAU tak ada arti

Kini jalan salib membawa kemenangan

Pintu kemuliaan telah dibukakan

Bagi yang manusia tersedia keselamatan

Oleh karena jalan salib Yesus TUHAN

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

PUISI : Jalan Salib

Jalan Salib

Jalan Salib

LangkahMU tertatih menuju salib Golgota

Dengan badan penuh luka sayatan aniaya

Darah mengalir tercecer dimana-mana

Demi untuk keselamatan manusia

 

Pedih dan perih pasti terasa

Berkorban tuk menghapus dosa

Tak ada seorang yang membela

Semua mencerca dan mencela

 

Kini KAU telah rela mati

Tiga hari bangkit kembali

Hidup kekal telah diberi

Bagi mereka yang mengimani

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

PUISI : Selamat Jalan Sahabatku

Basarnas 3Satu demi satu korban Airasia ditemukan

Dari ganasnya luas belantara lautan

Bersama puing-puing yang berantakan

Diangkat untuk dapat diidentifikasikan

 

Sedih, terpisah dengan orang yang dikasihi

Hilang bersama pencarian yang tidak pasti

Hanya doa-doa yang dipanjatkan tiada henti

Kiranya mereka semua masih dapat kembali

 

Selamat jalan sahabatku

Kiranya tersedia tempat indah bagimu

Meski kita sudah tak kan pernah bertemu

Namun kiranya Tuhan selalu bersamamu

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Diujung Tanduk

telurHidupku diujung tanduk

Saat ku terlena ku kan jatuh

Saat ku lengah ku kan kalah

Saat ku bimbang ku kan tumbang

 

Aku harus senantiasa berjaga-jaga

Tak ada jalan yang terlalu mulus

Semua harus penuh kewaspadaan

Di setiap jalan kehidupan

 

Tanduk-tanduk tajam t’lah terpasang

Disepanjang langkah kakiku

Aku harus trus bertahan

Sampai akhir kehidupan

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Gelandangan

gelandanganSaat lelah tak ada yang memberi tumpangan

Saat haus tak ada yang memberi minuman

Saat lapar tak ada yang memberi makanan

Saat sakit tak ada yang memberi perawatan

 

Gelandangan

Tidur dipinggir-pinggir jalan

Tidak memiliki Kartu Kependudukan

Tidak terdaftar mendapat bantuan

Tidak ada yang memberi jaminan

 

Gelandangan

Hanya mengharapkan belas kasihan

Meski susah menemukan dermawan

Doa yang tulus dari para rohaniawan

Satu-satunya yang jadi pengharapan

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Ulang Tahun

ultahTuhan, kau ingatkan usia yang terlewati

Untuk menghitung hari-hari yang kulalui

Agar ku sadar bahwa jalanku tak sendiri

Namun ada kasihMU yang slalu menyertai

 

Meski jalan hidup tak seterang mentari

Atau seindah bunga yang mekar bersemi

Sering ada awan hitam tebal menyelimuti

Namun ku punya pengharapan yang pasti

 

Kini, jalan panjang telah menanti

Harus ku hadapi dengan berani

Namun apapun yang kan terjadi

TUHAN tak meninggalkanku sendiri

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PROSA : Dekat Dengan Tuhan

sendiri sepiTuhan aku ingin sendiri. Jauh dari kesibukan, jauh dari kebisingan, jauh dari hiruk pikuknya dunia ini. Aku ingin menyepi, tuk mendekat kepadaMU. Aku ingin mendengar suaraMU. Yang terdengar jernih di telingaku. Kebisingan dunia telah memekakkan telingaku. Kesibukan dunia telah menutup telingaku. Hiruk pikuknya dunia, telah membuat ku tak mendengar suaraMU.

Kini, aku rindu mendengar suaraMU yang lembut merdu. Aku ingin mengetahui setiap rencanaMU dalam jalan hidupku. Tak ingin jauh dariMU. Tak ingin aku lepas dariMU. Aku ingin menikmati indahnya perseketuan denganMU. Dengan Firman-FirmanMU yang memberi damai hatiku. Dengan hadiratMU yang menentramkan jiwaku. Dekat dengan dunia membuat aku gila, namun dekat denganMU membuatku bahagia, Amin.

(Gembala Sion)

Categories: Prosa | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar