Posts Tagged With: jabatan

PUISI : Yang Kekal Abadi

kekal

kekal

Kekayaan akan hilang

Kecerdasan akan melayang

Pengalaman akan terbang

Jabatan tinggipun akan dibuang

 

Hanya kasih yang abadi

Ketaatan kan dibawa mati

Kesetiaan tak kan berhenti

Saat menghadap Tuhan nanti

 

Jangan kejar apa yang sementara

Peganglah apa yang tak kan sirna

Yang abadi kan menyertai selamanya

Hidup kita kan bahagia di surga baka

 

(Gembala Sion)

Iklan
Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Tahun Politik

tahun politikTAHUN POLITIK

Ada orang yang suka otak-atik

Hingga banyak yang merasa tergelitik

Ada yang suka main klenik

Untuk mendapatkan hak milik

 

TAHUN POLITIK

Semua orang mencari jabatan

Meski modalnya hanya pas-pasan

Tak peduli sesama teman atau lawan

Yang penting dapat bagian

 

TAHUN POLITIK

Semoga suksesi dengan aman

Meski yang jadi bukan pilihan

Yang penting negara diselamatkan

Dari para pejabat gadungan

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

HIKMAT : Hikmat Cinta

sepi sunyiJauhnya mata memandang, tak sejauh hati saat membenci

Sepinya malam hari tak sesepi saat sendiri

Sakitnya patah kaki, tak sesakit patah hati

Kerasnya halilintar, tak sekeras saat amarah menggelegar

 

Indahnya bulan purnama tak seindah saat jatuh cinta

Manisnya bunga nirwana tak semanis gadis yang dipuja

Cantiknya perempuan tak secantik yang diimpikan

Galaunya kalbu tak segalau saat cemburu

 

Kekayaan membuat seseorang melupakan TUHAN

Jabatan membuat seseorang melupakan teman

Ketenaran membuat seseorang lupa kebenaran

Kehormatan membuat seseorang meninggalkan iman

 

(Gembala Sion)

Categories: Hikmat | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Banjir Jakarta

Banjir JakartaAir mengalir deras menghempaskan indahnya ibu kota

Memporak-porandakan  harta benda seakan tak berguna

Menenggelamkan nyawa manusia seakan tak berharga

Jerit tangis dan keluh kesah terdengar dimana-mana

 

Indahnya lampu berwarna-warni kini telah tiada

Taman-taman ibu kota kini tinggal sampah belaka

Gedung-gedung menjulang tinggi kini gelap gulita

Hanya air yang membanjir yang memenuhi ibu kota

 

Harta benda berlimpah kini semua sia-sia

Orang-orang pintar tak dapat menolongnya

Jabatan tinggi tak dapat menyelamatkannya

Hanya iman kepada TUHAN saja yang tidak sia-sia

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Rahasia Melanggengkan Jabatan

“Supaya jangan ia menyimpang dari perintah itu ke kanan atau ke kiri, agar lama ia memerintah, ia dan anak-anaknya di tengah-tengah orang Israel.” Ulangan 17:20

Setiap orang menginginkan jabatannya awet atau langgeng. Kalau dia seorang pimpinan atas dasar pilihan, juga ingin terpilih dua kali, atau jika boleh naik pangkat yang lebih tinggi. Pada intinya ingin tetap terpakai, memiliki jabatan, pengaruh dan kekuasaan. Hal itu tidak salah, dan dalam Alkitab sejak Perjanjian Lamapun telah dituliskan. Firman TUHAN memberikan rahasia, bagaimana jabatan itu dapat langgeng. Yaitu jangan menyimpang kekanan atau kekiri dari Firman TUHAN. Maka jabatan itu akan awet.

Seorang pejabat yang tidak percaya akan TUHAN. Mempertahankan jabatan itu dengan kuasa kegelapan. Atau dengan memperkuat relasi, bahkan orang lain dengan cara mengandalkan harta kekayaan. Namun hal-hal itu tidak akan mampu melanggengkan. Sebagai orang percaya TUHAN pakailah Firman TUHAN untuk melanggengkan dengan cara tetap taat sesuai dengan Firman TUHAN dan tidak menyimpang kekanan atau kekiri.

Jadikan ketaatan Firman TUHAN sebagai alat melanggengkan jabatan saudara. Amin. Dari kota SION TUHAN YESUS memberkati Saudara.

(Pdt. Agus Widjianto, M.Th).

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Miskin

MISKIN

Kau telah menerkam harta kekayaanku habis tak tersisa

Kau telah merampas tabunganku hingga ku tak berdaya

Kau ambil semua jabatanku hingga ku jadi rakyat jelata

Kau tumpas pula pengaruhku hingga ku jadi orang biasa

Kau ambil kebanggaanku hingga aku tak punya apa-apa

 

MISKIN

Kini semua teman dan sahabat telah meninggalkanku

Tak ada lagi orang yang menyapa dan menghormatiku

Aku harus menahan lapar dan haus di kerongkonganku

Tak ada pula rumah mewah yang menjadi naunganku

Hanya sebuah pondok sederhana tempat perteduhanku

 

MISKIN

Hanya menunggu kemurahan TUHAN dalam hidupku

Kiranya IA berkenan memelihara hidupku setiap waktu

Tak ada lagi kebanggaan yang menjadi pengharapanku

Kecuali hanya DIA yang telah memberi hidup kepadaku

 

(Ki Jogo Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar