Posts Tagged With: Grogol

PUISI : Puisi Maria

PUISI MARIA

Mas Yusuf yang ku cinta
Jika engkau slalu beserta
Panasnya terik sang surya
Serasa seperti bulan  purnama
Jika engkau slalu setia
Jauhnya menyusuri kota
Serasa hanya melangkah saja
Jika engkau slalu ada
Sebuah kandang domba
Serasa sebuah istana raja

Mas Yusuf pujaanku
Dengan cinta kasihmu
Melahirkan bayi tak terasa ngilu
Dengan ketulusan hatimu
Merawat bayi terasa indah bagiku
Karena kau slalu disisiku
Tak ada penginapanpun aku mau

Mas Yusuf yang ku sayangi
Kini cinta kasihmu tlah terbukti
Kau slalu rela mendampingi
Saat aku merawat Sang Bayi suci
Kini aku tak ragukan lagi
Cintamu padaku sungguh tulus murni
Marilah kita bersehati
Memelihara Bayi Suci ini
Hingga akhir masa nanti

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Cinta Buta

CINTA BUTA

Cinta yang membabi buta

Cinta yang tak mengenal usia

Cinta yang tak memandang harta

Cinta yang tumbuh dimana saja

Cinta yang bangkit kapan saja

CINTA BUTA

Cinta yang tak kalah dengan anak remaja

Cinta yang dapat merusak segalanya

Cinta yang membuat tergila-gila

Meski sudah ada yang punya

CINTA BUTA

Cinta sebagai akibat pelarian diri

Dari sakit hati yang menyiksa diri

Cinta yang di dambakan setiap hati

Meskipun sudah punya bini

CINTA BUTA

Oh, BAPA SURGAWIKU

Jangan biarkan itu menyerangku

Yang membuat aku terbelenggu

Dalam kegelisahan yang tak menentu

Kiranya BAPA lepaskan aku dari hal itu

Agar aku dapat menerima cinta kasihMU

Yang tulus murni kepadaku

Tuk masa depanku

{Ѕіόŋ, ΡδŁ Λφύς ЩίδјіάηŁό МТЂ}

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Ditinggalkan Sendirian

DI TINGGALKAN SENDIRIAN

“Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”  Matius 27:46

Pernahkah saudara di tinggalkan sendirian? Di tinggallkan sendirian adalah pengalaman menyakitkan. Yesus Kristus pernah mengalami di tinggalkan sendirian. Bukan hanya oleh teman-temannya tetapi juga oleh AllahNya. Mengapa Allah mengijinkan kita merasa di tinggalkan sendirian? Meskipun Allah sudah berjanji bahwa Ia sekali-kali tidak akan meninggalkan kita sendirian. Ada beberapa alasan mengapa Allah mengijinkan hal itu terjadi.

Yang pertama adalah supaya kita belajar percaya. Di tinggalkan sendirian adalah hanya masalah mata dan perasaan. Tetapi dengan iman kita tahu bahwa Ia tidak akan pernah meninggalkan sendirian.

Yang kedua adalah supaya kita belajar berani. Roh yang ada di dalam diri kita adalah Roh yang berani, bukan penakut. Dengan  di tinggalkan sendirian kita akan belajar berani menghadapi segala sesuatu sendiri, tanpa bergantung orang lain. Dengan demikian kita bukanlah orang cengeng.

Yang ketiga adalah supaya kita belajar mengasihi. Saat ditinggalkan kita akan merasa kehilangan orang-orang di sekeliling kita. Dengan demikian kita akan menyadari bahwa kita membutuhkan mereka dalam kehidupan kita. Bangkitlah kerinduan di dalam diri kita. Disitulah kita akan belajar mengasihi, orang-orang yang ada disekeliling kita adalah ternyata sangat berarti bagi kita.

Yang keempat adalah belajar intropeksi. Saat di tinggalkan sendirian mata kita akan semakin jelas melihat diri kita sendiri. Inilah saatnya kita intropeksi diri. Tentang kelemahan-kelemahan dan kekuatan yang ada di dalam diri kita.

Yang kelima adalah saatnya mendekat kepada TUHAN. Saat sendiri adalah hening dan sepi. Inilah saat paling nyaman kita mendekat kepada Tuhan. Kita akan menemukan kenikmatan mendekat kepada Tuhan.

Bersyukurlah jika  Allah mengijinkan kita ditinggalkan sendirian. Sebab ada harta yang berharga di dalamnya. Amin. Dari kota Sion, Tuhan Yesus menemani. (Sion, Pdt Agus Widjianto, MTh).  

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , | 1 Komentar

RENUNGAN : Pembunuh Manusia

PEMBUNUH  MANUSIA

Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.” I Yohanes 3:15

Seorang pembunuh manusia adalah berdosa. Ia juga seorang yang melanggar hukum. Sehingga pantas kalau menerima hukuman yang lama dipenjara. Tidak banyak orang yang berani menjadi pembunuh manusia. Mungkin jumlahnya hanya sedikit. Saya dan saudara mungkin akan mengaku bahwa kita belum pernah membunuh manusia. Tetapi bagaimana kalau hukuman dosa pembunuhan yang dijatuhkan kepada manusia ternyata banyak sekali yang menerima hukuman itu.

Rasul Yohanes menulis dalam suratnya. Bahwa setiap orang yang membenci saudaranya adalah seorang pembunuh manusia. Dan seorang pembunuh tidak memiliki hidup yang kekal. Kebencian ternyata memiliki dosa yang sangat besar, yaitu setingkat dengan seorang pembunuh manusia. Kebencian sangat menyakitkan bagi kedua belah pihak. Sakit hati bagi yang membenci dan sakit hati bagi yang orang dibenci. Padahal kita tahu bahwa untuk melepas kebencian menjadi kasih bukanlah perkara mudah. Karena kebencian diakibatkan oleh suatu perkara.

Betapa mudahnya kita membenci orang-orang yang ada disekeliling kita, yang menyakitkan hati kita. Mungkin mereka  adalah anggota keluarga kita sendiri. Teman-teman di kantor. Tetangga-tetangga kita ataupun siapapun yang ada disekeliling kita. Kebencian itu seperti api yang membakar hati kita. Menggelisahkan dan membuat hati  kita tidak tenang. Bahkan orang yang kita bencipun akan mengalami perkara yang sama seperti yang membenci.

Marilah kita lepaskan pengampunan kepada setiap orang yang menyakiti kita. Agar kta terlepas dari kebencian yang dapat menjadikan kita pembunuh manusia. Amin. Dari Kota Sion Tuhan Yesus memberkati.  (Sion, Pdt Agus Widjianto, M.Th).

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Kenangan Hitam

KENANGAN HITAM

Kenangan tak selalu indah

Kadang kenangan itu adalah luka di dalam jiwa

Kadang kenangan itu adalah pahit yang menggigit

Membuat hati kian merana dalam dada

Saat ingat kenangan hitam yang mencekam

Ingin hati berseru

Namun hati terasa pilu

Ingin hati berteriak

Namun dada terasa sesak

Ingin hati diam

Namun hati terasa suram

BAPA

Mengapa kenangan itu selalu menghantuiku

Membuat wajahku kian sayu

Tulang-tulangku terasa ngilu

Langkahku kian ragu

Semua terasa beku

Hanya pedih dan pilu

BAPA

Lepaskan aku dari kenangan itu

Agar aku dapat menikmati kasih-MU

Dalam suatu perjalanan baru

Tanpa ada sesuatu yang membelengggu

BAPA

Beri aku harapan baru

Tanpa ingat kenangan pilu

Agar aku dapat melangkah maju

Untuk memuliakan nama-MU

Amin

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , | 1 Komentar

PUISI : Jatuh Cinta

JATUH CINTA

Ketika hati berlabuh di dermaga cinta

Bersauhkan rindu di dalam jiwa

Berkibarkan api cemburu yang membara

Seperti ombak lautan gemuruh di dalam dada

Mimpi-mimpi yang indah lembut menyapa

Gelombang-gelombang asmara menggoncang rasa

Gema romantika terngiang di telinga

Bayang-bayang wajah semu menghantui mata

Kepada BAPA SURGAWIKU

Dengarkanlah rasa dalam dadaku

Jangan biarkan merana jiwaku

Dalam angan yang hanya semu

Aku rindu ingin bertemu

Dengan pasangan hidupku

Aku yakin ENGKAU mampu

Menyandingkanku dengan tulang rusukku

BAPA DI SURGA

Jatuh cinta telah membuatku gila

Siang malam aku merana

Makanpun tak ada rasa

Hanya satu yang ada dalam jiwa

Aku ingin bertemu dengan dia

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Bunga

BUNGA

Pancaran wajahmu ayu menyejukkan mata

Senyummu manis menarik setiap jiwa

Harum baumu membuat orang terpesona

Kelembutanmu membuat orang suka

BUNGA

Kau hiasi taman-taman menjadi asri

Kau segarkan ruangan menarik hati

Kau percantik wanita jadi memikat lelaki

Kau sebarkan bau yang harum dan wangi

BUNGA

Engkaulah lambang cinta sejati

Mulai dari zaman para raja hingga kini

Tak ada yang berani memungkiri

Engkau sungguh indah tak terperi

BUNGA

Meski sekejap engkau tertawa

Namun sanggup membuat orang terpana

Meski sekejap engkau berseri

Namun sanggup membuat orang jatuh hati

Meski sekejap engkau mewangi

Namun tak pernah kau kecil hati

Meski kumbang segera merenggut

Tak pernah kau merasa takut

BUNGA

Engkaulah lambang pemeliharaan SANG BAPA

Bagi setiap umat manusia

Karena hidup jauh lebih berharga

Agar hati tak merana

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Antara Duri Dan Kemuliaan Allah

ANTARA DURI DAN KEMULIAAN ALLAH

“Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri.” II Korintus  12:7

Antara duri dan kemuliaan Allah. Orang-orang yang dipakai oleh Allah secara luar biasa adalah mereka orang-orang yang penuh dengan kelemahan. Inilah yang sesuai dengan apa yang dialami oleh Rasul Paulus. Semakin besar penyataan Allah yang dinyatakan dalam diri Rasul Paulus, semakin tajam duri yang di pasang di dalam tubuhnya. Membuat Rasul Paulus senantiasa rendah hati, karena duri yang menusuk-nusuk di dalam dagingnya. Atau di sebut dengan kelemahan yang ada di dalam di dalam diri Rasul Paulus.

Kehidupan yang berkenan kepada Allah adalah kehidupan yang ada duri di dalam diri kita. Duri itu adalah kelemahan yang melekat di dalam diri kita. Meski tidak ada seorangpun yang mau memiliki kelemahan, tetapi Allah ijinkan kelemahan itu ada dalam diri kita supaya kita tidak meninggikan diri atas penyataan-penyataan Allah yang diberikan kepada kita. Mungkin kita bosan dengan kelemahan yang ada dalam diri kita yang terus menerus mengganggu seperti duri yang menyakitkan di dalam tubuh.

Kalau sekarang kita menyadari ada duri dalam daging kita. Sehingga dengan kelemahan yang kita miliki, kita harus berjalan tertatih tatih dan terus di ganggu setiap hari. Bersyukurlah, karena dengan kelemahan-kelemahan yang kita alami, menjadikan kita rendah hati di hadapan Tuhan dan tidak meninggikan diri. Amin. Dari Kota Sion Tuhan Yesus memberkati.

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Malam

MALAM

Dengan kasih kau hantar hewan peliharaanku kembali ke kandang

Dengan lembut kau pulangkan anak-anakku ke rumahku

Dengan merdu suaramu kau panggil kekasihku ke pangkuanku

Dengan tanganmu kumpulkan keluargaku dalam sukacitamu

Malam

Kau hiburkanku dengan nyanyian merdu katak-katak

Kau terangi istirahatku dengan rembulanmu

Kau hiasi tidur nyenyakku dengan gemerlap bintang-bintangmu

Kau sajikan indahnya tari-tarian kunang-kunangmu

Sungguh engkau memanjakanku

Malam

Kau adalah saksi setia perjalanan hidupku

Dalam bukumu kau tuliskan setiap pergumulanku

Kau lukiskan setiap sukacita dan kesakitanku

Bahkan tapak-tapak kakiku masih nampak jelas

Di setiap liku jalanmu

Setiap ku memandangmu nampak jelas wajahku di matamu

Malam

Kau temani aku saat aku sepi sendiri

Kau hadir saat aku resah dan gelisah

Kau ada saat aku merintih pedih

Kau tak pernah tinggalkanku saat aku memerlukanmu

Malam

Kau ajakku tuk melepas lelah

Kau ajariku tuk menghitung berkatku

Kau bawaku merenungkan kasih Tuhanku

Kau tidurkanku dalam mimpi indah bersamamu

Malam

Di wajahmu kulihat keagungan Tuhanku

Yang tlah menciptakanmu

Betapa berartinya kau bagiku

Keindahanmu tiada tara

Terima kasih malam

Kau bagian dari hidupku

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , | 1 Komentar

RENUNGAN : Pelajaran Berharga

PELAJARAN BERHARGA

“Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.”. Roma 15:4

Pelajaran yang berharga. Pelajaran yang berharga telah diberikan kepada kita. Bukan berdasarkan teori atau pandangan manusia, tetapi berdasarkan pengalaman kehidupan manusia. Termasuk di dalamnya tentang perjalanan iman. Pelajaran yang diberikan bukan saja yang baik, tetapi Allah membeberkan yang buruk, kegagalan-kegagalan, sebab akibat kutuk, berkat dan harapan masa depan yang belum terjadi. Pelajaran itu adalah Kitab Suci.

Dengan belajar kepada Kitab Suci kita akan mengerti tentang rahasia kehidupan. Tentang kehidupan yang diberkati. Tetapi juga kita bisa belajar tentang kegagalan-kegagalan dan bahkan tentang menghadapi persoalan-persoalan yang sedang kita hadapi. Karena semua itu ditulis supaya kita dapat belajar dari Kitab Suci.

Berapa besar penderitaan yang harus kita tanggung karena kita tidak tahu bagaimana mengatasi persoalan yang kita hadapi. Berapa besar kita membuang waktu, tenaga dan harta untuk belajar kepada seorang ahli. Sedang pelajaran yang jauh lebih berharga sudah disediakan bagi kita. Mengapa kita tidak belajar kepada Kitab Suci yang bukan saja memberi pelajaran, tetapi ada Roh Kudus yang menjelaskan dalam hati kita dan memberi kuasa kepada kita untuk dapat memiliki semua janji yang ada dalam kitab suci.

Berikanlah waktu utama untuk belajar Kitab Suci setiap hari. Karena Kitab suci akan mengajar jalan-jalan hidup kita, sehingga kita berkemenangan mencapai tujuan. Amin. Tuhan Yesus memberkati Saudara.

Categories: Renungan | Tag: , , , , , | Tinggalkan komentar