RENUNGAN: Kekalahan Maut

KEMATIAN

 Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu? – 1Kor 15:55

Bagi sebagian orang, kematian adalah sesuatu yang menakutkan. Bekerja keras, menjaga kesehatan, melindungi diri adalah bentuk perjuangan untuk tidak segera mengalami kematian. Tidak ada seorangpun yang dapat menahan kematian. Kemajuan teknologi, kepintaran manusia, harta berlimpah, jabatan yang tinggi ataupun kasih banyak orang. Semua tidak dapat menunda kematian. Ketika kematian datang semua orang hanya bisa berserah.

Kebangkitan Kristus adalah sebuah bukti bahwa kematian dapat dikalahkan. Keputusan hukum mati pemerintahan Pilatus, penganiayaan, perlakuan yang kejam, penyalipan yang ingin supaya Yesus mati. Dapat dikalahkan, sebab Yesus Kristus bangkit kembali. Penjagaan pemerintahan yang kuat, batu besar yang menutup kubur, bahkan Hoax yang disebarkan oleh para pejabat pemerintahan tidak sanggup mengalahkan kematian Yesus. Yesus tetap bangkit, hidup dan menang.

Sampai hari ini kematian masih menjadi masalah bagi banyak orang. Bukan saja masalah kematian, namun kehidupan sehari-hari terus menjadi persoalan kehidupan kita. Masalah ekonomi, masalah kesehatan, masalah rumah tangga begitu kompleks seakan tiada henti. Namun masalah-masalah itu hanyalah masalah yang kecil dibandingkan masalah kematian. Yesus Kristus dapat mengalahkan kematian, apalagi masalah-masalah kecil dalam kehidupan sehari-hari pasti dapat dikalahkan.

Jika DIA berjanji untuk membangkitkan kita setelah kematian, DIA juga akan mengalahkan masalah-masalah kehidupan kita sehari-hari. Berharaplah selalu kepada-NYA! Amin. Dari KOTA SION, TUHAN YESUS MEMBERKATI ANDA.

(Tunas Putra)

RENUNGAN : Kesetiaan Tuhan

Pdt. Agus Widjianto

Pdt. Agus Widjianto

“Dengarkanlah Aku, hai kaum keturunan Yakub, hai semua orang yang masih tinggal dari keturunan Israel, hai orang-orang yang Kudukung sejak dari kandungan, hai orang-orang yang Kujunjung sejak dari rahim. Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.” Yesaya 46:3-4.

Beberapa waktu yang lalu ekonomi saya dalam keadaan sulit. Pemasukan keuangan saya hanya dari sebuah Sekolah Theologi. Saya menjadi tenaga honorer mengajar sebuah STT, hanya satu mata kuliah. Honor yang saya terima hanya cukup untuk membeli bensin. Namun entah bagaimana? Setiap hari selalu ada saja orang yang mengajak makan. Telpon saya sering berdering. Mulai pagi-pagi saat matahari terbit, sampai tengah malam. Mereka hanya mau mengajak saya makan. Saya merasakan TUHAN membuat orang-orang tergila-gila dengan saya untuk mengajak makan. Tempat makanpun mulai dari yang sederhana sampai yang mewah. Bahkan tidak jarang disuruh bawa pulang.

Saya menyadari saat itulah bahwa TUHAN bukan saja menyertai saya. Tetapi DIA menggendong saya. TUHAN tak pernah melepaskan saya. Dengan kemampuan saya. Saya tidak sanggup berjalan sendiri menjalani hidup ini. Tetapi DIA terus menggendong saya. Semakin sulit jalan yang saya lewati. Dekapan TUHAN semakin kuat, agar saya tidak jatuh. Sampai saat ini sudah banyak jalan terjal berliku yang saya lewati. Namun saya tetap tegar. Saya selalu menyadari setiap saat. Bahwa saya tidak berjalan sendiri. Namun saya berada dalam dekapan, gendongan TUHAN YESUS.

Marilah kita jalani hidup ini tanpa gentar dan takut. Sebab TUHAN bukan saja menyertai. DIA bukan saja di samping kita. Tetapi DIA menggendong kita. Amin. Dari KOTA SION TUHAN YESUS memberkati.

(Tunas Putra)

PUISI : Mengharap Mujizat

hidup berat

hidup berat

Kadang hidup terasa begitu berat

Keadaan ekonomi  begitu melarat

Badan sakit seakan-akan sekarat

Setiap keindahan terasa singkat

Menanggung beban tak lagi kuat

 

Namun,

Tuhan Yesus adalah begitu dahsyat

DIA sanggup melakukan mujizat

Mengubah hidup kita menjadi hebat

Hingga kita berkelimpahan berkat

 

(Gembala Sion)

PUISI : Berbagi Berkat

Dermawan

Dermawan

Berbagi berkat

Tak kan membuat kita melarat

Tak kan membuat sekarat

Tak kan membuat usia singkat

Hutang tak kan menjerat

Penyakit tak kan mendekat

Musuh tak kan mengikat

Berkat kita akan berlipat

Lumbung kita takkan muat

Oleh berkat yang dahsyat

Ekonomi kita kian kuat

Kita akan dibuat bermartabat

Berkelimpahan setiap saat

Bahagia sampai akhir hayat.

 

(Gembala Sion)

PUISI : Pertolongan Tuhan

hidup dalam tekananBerharaplah kepada anugrah TUHAN

Saat hati sedang gundah dalam tekanan

Ekonomi susah dan berkekurangan

Teman dan keluarga pada meninggalkan

 

Berserahlah kepada TUHAN

Saat lemah tak ada kekuatan

Beban berat menggelisahkan

Bingung tak berpengharapan

 

Percayalah kepada TUHAN

Ia pasti memberi pertolongan

Sedetikpun kita tak ditinggalkan

DIA menolong tepat dibutuhkan

 

(Gembala Sion)