Posts Tagged With: dengan

PUISI : Dengan Apakah?

DENGAN APAKAH?

Dengan puisi aku dapat merangkai kata-kata indah
Tuk menggambarkan indahnya mentari pagi yang cerah
Namun dengan puisi yang seperti apakah
Ku dapat menjelaskan berkat TUHAN yang tercurah

Dengan pena aku dapat melukis di atas sebuah kanvas
Tuk menggambarkan keindahan alam secara jelas
Namun dengan apakah ku dapat menguas
Besarnya kasih TUHAN YESUS yang tiada batas

Dengan kayu cendana ku dapat mengukir
Seperti apakah aku dapat berpikir
Namun dengan apakah aku dapat mengukir
Untuk penyertaan TUHAN yang tiada berakhir

(Tunas Putra)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Dengan Uang

uang-01Dengan uang kita bisa membeli ranjang mewah

Tetapi uang tidak bisa membeli tidur nyenyak

 

Dengan uang kita bisa membeli makanan lezat

Tetapi uang tidak bisa membeli rasa lapar

 

Dengan uang kita bisa membeli cinta

Tetapi uang tidak bisa membeli kasih sayang

 

Dengan uang kita bisa membayar para penjaga

Tetapi uang tidak bisa dipakai membeli ketenangan

 

Dengan uang kita bisa membeli mobil bagus

Tetapi uang tidak bisa membeli keselamatan

 

Dengan uang kita bisa membeli rumah indah

Tetapi uang tidak bisa membeli kenyamanan

 

Dengan uang kita bisa membeli kecantikan

Tetapi uang tidak bisa membeli pesona diri

 

Dengan uang kita bisa membeli baju bagus

Tetapi uang tidak bisa membeli daya tarik

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

HIKMAT : Nasehat Hidup Bersama

Pujian adalah bentuk penghargaan

Teguran adalah bentuk kasih sayang

Mendengarkan adalah bentuk perhatian

Dan berbagi adalah bentuk belas kasihan

 

Salam sapa adalah bentuk rendah hati

Berdiam adalah bentuk keangkuhan diri

Mencaci maki adalah bentuk membenci

Dan acuh adalah bentuk tidak punya hati

 

Tersenyumlah agar semua ikut tersenyum

Karena senyum menghangatkan suasana

Menghancurkan kebekuan hati

Dan tanda sederhana ada kasih

 

(Ko Jogo Sion)

Categories: Hikmat | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Memberi Dengan Hati

“Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan.” Matius 12:7

 ALLAH lebih berkenan belas kasihan dari pada persembahan. Mengapa? Karena belas kasihan itu muncul dari hati, tetapi persembahan belum tentu. Persembahan diberikan mungkin bisa terpaksa, mungkin karena takut dosa, mungkin karena untuk mencari nama, mungkin juga karena sudah kebiasaan hidup, atau sungkan dengan pendetanya. Tetapi belas kasihan selalu muncul dari hati yang dalam, karena tidak tega, hingga rela memberi.

ALLAH lebih berkenan saat kita memberi atau membantu orang-orang di sekeliling kita oleh karena belas kasihan. Dan bukan karena aturan-aturan gereja. Memberilah segala sesuatu dengan hati dan bukan hanya oleh karena formalitas saja. Amin. Dari Kota SION TUHAN YESUS memberkati Saudara.

 (Pdt. Agus Widjianto, M.Th).

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Persekutuan Yang Erat Dengan Tuhan

PERSEKUTUAN YANG ERAT DENGAN TUHAN

“Lalu pulanglah kedua murid itu ke rumah. Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, Kata Yesus kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?” Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: “Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya.” Yohanes 20:10,11,15.

Dalam minggu-minggu ini adalah saat penampakan TUHAN YESUS, sebelum kita merayakan kenaikanNYA ke surga. Penampakan TUHAN YESUS tidak harus secara fisik. Dapat dirasakan secara rohani. Melalui hadiratNYA yang kita rasakan secara kuat, atau tanda-tanda kehadiranNYA yang lain.

Maria magdalena adalah seorang wanita yang paling berbahagia. Sebab dialah yang pertama-tama melihat kebangkitan TUHAN YESUS, berjumpa secara langsung dan berkomunikasi. Peristiwa itu ia alami oleh karena Maria Magdalena memiliki kerinduan yang kuat untuk dapat memiliki persekutuan yang erat dengan TUHAN YESUS. Hal itu ia buktikan, pada saat murid-murid TUHAN YESUS pulang ke rumah. Maria Magdalena tidak pulang melainkan mendekat, menangis dan memperhatikan kubur yang kosong itu. Disitulah ia berjumpa dengan TUHAN YESUS.

Teladan yang baik dapat kita ambil dari pengalaman Maria. Yaitu krasan dekat dengan TUHAN YESUS. Tidak tergesa-gesa pulang. Milikilah persekutuan yang erat dengan TUHAN YESUS untuk betah bersekutu dengan TUHAN dan tidak tergesa-gesa selesai atau pulang.

Betah bersekutu dengan TUHAN akan membawa kita berjumpa denganNYA. Amin. Dari Kota SION TUHAN YESUS memberkati.

(Pdt Agus Widjianto, MTh).

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Berbicara Dengan Tuhan Membuat Kulit Muka Bercahaya

BERBICARA DENGAN TUHAN MEMBUAT KULIT MUKA BERCAHAYA

“Kulit mukanya bercahaya oleh karena ia telah berbicara dengan TUHAN”. Keluaran 34:29.

Kulit muka bercahaya. Siapa tidak senang? Ada banyak alat kosmetik yang menjadikan kulit bercahaya. Harga-harganya mahal sekali. Baik produk dalam maupun luar negeri. Pemakaiannya pun harus teratur bahkan melalui proses cuci muka yang mahal juga. Namun tidak semua alat kosmetik itu dapat berhasil membuat kulit muka bercahaya. Ada faktor-faktor lain yang mempengarui. Musa kulit mukanya bercahaya setelah ia berbicara dengan Tuhan. Seluruh bangsa Israel kagum terhadap wajah Musa. Berbicara denganTuhan ternyata dapat membuat kulit muka bercahaya. Kulit muka yang bercahaya berarti memancarkan cahaya kemuliaan Allah. Kalau ia seorang perempuan, akan kelihatan cantik, muda dan menyenangkan. Demikian juga kalau laki-laki akan nampak tampan, dewasa, dan menarik. Semua akan di dapatkan tanpa harus melalui sebuah proses salon, tanpa terapi, tanpa alat-alat kecantikan yang mahal. Cukup dengan berbicara kepada Allah melalui DOA. Orang-orang yang banyak bergumul dengan doa, akan memiliki kulit muka yang bercahaya. Milikilah waktu khusus untuk berbicara dengan TUHAN melalui DOA. Milikilah tempat khusus di rumah saudara untuk berbicara dengan ALLAH melalui DOA. Milikilah catatan-catatan khusus untuk setiap pergumulan DOA saudara. Banyaklah berdoa. Bawalah pergumulan-pergumulan saudara dalam DOA. Bawalah juga pergumulan-permulan teman saudara dalam DOA. Selesaikan setiap persoalan hidup saudara dengan DOA. Dengan menjadikan DOA bagian hidup yang terpenting. Kita akan dekat dengan Tuhan, ditandai dengan kulit muka yang bercahaya. Amin. Dari Kota Sion Tuhan Yesus memberkati Saudara.

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Pohon Dengan Daun Yang Tidak Pernah Layu Dan Berbuah Terus

POHON DENGAN DAUN YANG TIDAK PERNAH LAYU DAN BERBUAH TERUS

“Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat.” Yehezkiel 47:12.

Pohon yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis. Owh…, betapa indahnya. Daun-daunnya yang bukan saja tidak layu tetapi juga dapat dipakai untuk jamu. Buah-buahnya yang terus baru dan tidak pernah habis. Tidak perlu menunggu musimnya. Demikianlah pohon-pohon yang mendapat air dari tempat kudus.

Kehidupan saya dan saudara adalah seperti pohon tadi. Yang daun-daunnya akan senantiasa segar dan tidak layu. Buah-buahnyapun akan terus menerus tiada henti. Saat kehidupan saya dan saudara di dalam Kristus. Kuasa Roh Kudus yang mengalir dalam diri kita dan Firman Allah yang senantiasa kita ucapkan adalah sebagai air yang menghidupi rohani kita. Sehingga yaitu daun-daun atau ucapan-ucapan bibir kita akan memiliki kuasa untuk mengobati. Ucapan bibir kita memiliki kuasa untuk menyembuhkan, menyejukkan bahkan senantiasa memberkati. Hidup kita tidak akan kering, merana, kesepian ataupun penuh kegelisahan. Buah roh yang kita hasilkan dari diri kitapun, akan senantiasa segar. Selalu baru. Sehingga hidup kita menjadi berkat bagi orang lain.

Marilah kita senantiasa berdoa dan membaca Firman Allah agar Roh Kudus dan SabdaNYA mengalir deras di dalam diri kita. Kitapun akan menjadi seperti pohon yang tidak layu daunnya dan buahnyapun selalu segar. Amin. Dari kota Sion Tuhan Yesus memberkati.

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Mengejar Kebenaran Dengan Perbuatan

MENGEJAR KEBENARAN DENGAN PERBUATAN

“Tetapi: bahwa Israel, sungguhpun mengejar hukum yang akan mendatangkan kebenaran, tidaklah sampai kepada hukum itu. Mengapa tidak? Karena Israel mengejarnya bukan karena iman, tetapi karena perbuatan. Mereka tersandung pada batu sandungan”. Roma 9:31-32

Mengejar kebenaran dengan perbuatan. Itu adalah yang terjadi bagi bangsa Israel. Bangsa Israel adalah bangsa yang telah mengerti tentang kebenaran. Mengerti hukum-hukum yang diberikan oleh Allah. Bahkan bangsa Israel adalah bangsa yang telah menurunkan nabi-nabi besar dan Yesus Kristus secara jasmani. Bangsa Israel juga bangsa pilihan Allah. Bangsa yang memiliki hak untuk janji-janji Allah yang sudah diberikan. Namun dalam kenyataannya bangsa Israel tidak mendapatkan kebenaran yang sudah disediakan. Karena bangsa Israel mengejar kebenaran itu dengan perbuatan. Artinya bahwa bangsa Israel mengejar kebenaran itu dengan kepintaran sendiri, dengan kesalehan, dengan amal, dengan kemampuan sendiri, bahkan dengan perbuatan-perbuatan baik. Mereka berpikir dengan cara itu mereka akan memperoleh kebenaran itu, padahal tidak. Sebab kebenaran akan diterima dengan iman, sebab kebanaran itu adalah kasih karunia Allah, pemberian Allah secara Cuma-Cuma, hanya dengan iman seseorang akan menerima dan bukan dengan perbuatan baik. Inilah yang disebut tersandung pada batu sandungan.

Sampai hari ini masih banyak orang tersandung. Memiliki nasib yang sama seperti bangsa Israel. Bahwa keselamatan itu adalah dengan iman, sebab itu adalah kasih karunia Allah. Tetapi dengan kepintaran manusia. Manusia mereka-reka bahwa dengan perbuatan baik, mereka akan selamat. Dengan kesalehan atau kepintaran seseorang akan selamat. Padahal kenyataannya tidak, mereka tidak akan selamat.

Marilah kita menerima keselamatan yang Allah berikan dengan iman, bukan dengan perbuatan kita. Amin.

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , | Tinggalkan komentar