RENUNGAN: PASKAH DITENGAH PANDEMI

Foto: Pixabay.com

“Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga.
Tetapi jika rumah tangga itu terlalu kecil jumlahnya untuk mengambil seekor anak domba, maka ia bersama-sama dengan tetangganya yang terdekat ke rumahnya haruslah mengambil seekor, menurut jumlah jiwa; tentang anak domba itu, kamu buatlah perkiraan menurut keperluan tiap-tiap orang.
Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing.
Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja.
Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya.
Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga; yang dipanggang mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit.
Janganlah kamu memakannya mentah atau direbus dalam air; hanya dipanggang di api, lengkap dengan kepalanya dan betisnya dan isi perutnya.
Janganlah kamu tinggalkan apa-apa dari daging itu sampai pagi; apa yang tinggal sampai pagi kamu bakarlah habis dengan api.
Dan beginilah kamu memakannya: pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi TUHAN.” (Keluaran 12:3-11).

Paskah di tengah covid 19. Hal ini mengingatkan saya kepada paskah pertama saat bangsa Ibrani mempersiapkan diri keluar dari tanah Mesir menuju tanah Kanaan. Sebuah ketaatan dibutuhkan untuk dapat selamat maut. Salah sedikit saja, bangsa Ibrani tidak taat, malaikat maut merenggutnya.

Demikian juga paskah di tengah covid 19. Salah sedikit saja tidak taat, covid 19 akan merenggutnya. Saya bisa membayangkan betapa sulitnya Musa mengatur bangsa Israel untuk taat pada waktu itu. Demikian juga pemerintah saat ini betapa sulitnya masyarakat agar taat sehingga tidak tertular covid 19.

Semoga paskah di tengah pandemi covid 19. Kita bisa merasakan betapa sulitnya paskah pertama bangsa Israel. Amin. Dari kota Sion Tuhan Yesus memberkati.

(Tunas Putra).

PUISI : Luka Hati

hati yang terluka

hati yang terluka

LUKA HATI

Luka hati
Seakan tak mungkin terobati
Kian lama kian begitu nyeri
Serasa ditusuk-tusuk duri

Luka hati
Lebih dari ditikam belati
Lebih dari pada sakit gigi
Sakitnya setengah mati

Luka hati
Hanya akan dapat terobati
Dengan darah Yesus yang suci
Sebab untuk itulah IA rela mati

(Tunas Putra).

PUISI : Bulan Darah

Bulan Merah Darah

Bulan Merah Darah

Bulan darah

Tanda amarah Tuhan tercurah

Kehidupan mulai nampak susah

Tak ada lagi ada barang murah

Telah hilang segala yang indah

Yang tinggi jatuh menjadi rendah

Setiap hati dihantui resah gelisah

Semua orang ingin selalu marah

Menggenapi firman Tuhan Allah

Semua hancur menjadi tanah

 

(Tunas Putra).

PUISI : Jalan Salib (2)

Jalan  pikul salib

Yesus pikul salib

Mahkota-MU adalah duri tajam yang melingkar

Hiasan di tubuh-MU adalah merah darah segar

Minum-MU adalah anggur asam yang hambar

Pengiring-MU adalah para serdadu yang kasar

Tak ada yang mau peduli

Tak ada yang mau mengerti

Semua murid-MU melarikan diri

ENGKAU berjuang seorang diri

Menanggung cerca dan caci maki

Seakan ENGKAU tak ada arti

Kini jalan salib membawa kemenangan

Pintu kemuliaan telah dibukakan

Bagi yang manusia tersedia keselamatan

Oleh karena jalan salib Yesus TUHAN

(Gembala Sion)

PUISI : Kayu Salib

Salib Yesus

Salib Yesus

Tergantung tubuhMU di atas salib kayu kasar

Bukti bahwa dosa umat manusia telah dibayar

Meski banyak umat manusia tidak mau sadar

Namun pengorbananMU tetap yang terbesar

 

Mengalir darahMU yang suci ke atas bumi

Bukti bahwa ENGKAU rela mengampuni

Meski umat manusia tidak mau intropeksi

Namun pengorbananMu tetap berarti

 

ENGKAU rela mati dengan cara hina

Agar manusia menerima hidup mulia

KAU tinggalkan tahtaMU di surga

Agar manusia dapat masuk surga

 

(Gembala Sion)

PUISI : Ibu

ibu 2IBU

Nafasmu adalah nafas kehidupanku

Darahku adalah darahmu

Tetesan keringatmu adalah masa depanku

Linangan air matamu adalah kasihmu

 

IBU

Kasihmu adalah panjang tak bertepi

Begitu luas tak berbatas

Begitu dalam tak terjangkau

Begitu tinggi tak tertandingi

 

IBU

Surga di telapak kakimu

Kesejahteraanku ada dalam setiap doamu

Keberhasilanku ada dalam restumu

Dan kebahagiaanku ada di tanganmu

 

Selamat Hari Ibu 2014

Diberkatilah bagi setiap ibu

 

(Gembala Sion)

RENUNGAN : Bulan Merah Darah

gerhana bulanMatahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu.” Yoel 2:31

Mungkin sebagai generasi yang hidup pada masa kini penasaran terhadap fenomena yang terjadi, yaitu adanya gerhana bulan merah darah. Gerhana seperti ini jarang terjadi, namun dalam tahun ini sudah dua kali terjadi. Yaitu bulan April dan Oktober ini. Jauh ribuan tahun yang lalu, Nabi Yoel telah menubuatkan, jika gerhana bulan merah darah itu muncul, itu adalah pertanda hari Tuhan sudah dekat.

Kini bulan merah darah itu telah muncul, hal ini merupakan tanda-tanda bahwa hari Tuhan telah diambang pintu. Bagi yang sudah siap, ini adalah merupakan hari-hari yang dinantikan untuk segera berjumpa dengan Allah. Namun bagaimana dengan diri kita yang belum siap? Apakah hari itu merupakan hari malapetaka atau hari anugrah? Semua jawaban ada dalam hati kita masing-masing, jika kita bersuka cita dengan hari itu, artinya kita sudah siap, namun jika kita masih belum tahu, dan ada rasa takut, itu tandanya kita belum siap.

Marilah kita persiapkan hidup kita menyambut Tuhan, agar hari itu merupakan hari anugrah bagi kita. Amin. Dari KOTA SION TUHAN YESUS memberkati.

(Gembala Sion).

PUISI : Tetesan Darah Kudus

darah kudusTetesan darahMU telah meninggalkan jejak kehidupan
Yang mengikuti langkahMU memperoleh keselamatan
Bebas dari belenggu masa lalu yang penuh keterikatan
Hidup baru dalam kepastian akan sebuah pengharapan

Tetesan darahMU membuat kuasa kegelapan hancur
Tak di sangka ada kuasa dalam darah yang menyembur
Kuasa kegelapan lari pontang-panting semua kabur
Melimpahlah kasih abadi, sempurna dan tak terukur

Tetesan darahMU membuka pintu berkat
Bagi yang beriman bahwa TUHAN itu dekat
Dibebaskan hukuman, kutukan dan laknat
Hidup berkelimpahan di dunia yang singkat

(Gembala Sion)

PROSA : Paskah

merayakan paskahPerayaan Paskah telah dekat, saatnya kita mengingat, bagaimana TUHAN YESUS tersayat. Paskah tinggal beberapa hari lagi, saatnya kita mempersiapkan diri, merayakan Paskah yang suci. Tak ada lagi alasan, kita melupakan, sebuah pengorbanan, yang sanggup menyelamatkan. DIA disalibkan agar kita diselamatkan. DIA mati, agar kita diampuni. DarahNYA tertumpah, agar kita berserah. Penuh dengan bilur-bilur agar dosa kita hancur. IA bangkit dari kematian, untuk sebuah kemenangan. DIA naik ke surga, menyediakan tempat bagi kita. Saatnya kita bersyukur, jangan takabur. Semoga Paskah tahun ini, kita diberkati. Amin.
(Gembala Sion)

PUISI : Pahlawanku

pahlawan 2Kau korbankan jiwa ragamu

Bagi kemerdekaan bangsaku

Upah bukan tuntutanmu

Penghargaan bukan tujuanmu

 

Pahlawanku

Demi ibu pertiwi kau rela mati

Darahmu menggenangi bumi

Jejak langkahmuย tak adaย  korupsi

Tak pernah kau ingin di hormati

 

Pahlawanku

Kini anak cucumu telah menikmati

Sebuah kemerdekaan bagi negeri

Meski ke alam abadi kau telah pergi

Namun semangatmu tak pernah mati

 

(Gembala Sion)