Posts Tagged With: bekerja

PUISI : Harta

harta

harta

HARTA

Dengan harta banyak orang merasa bahagia
Tampil bergaya bak seorang raja
Dengan busana yang bercahaya
Mobil limosin keluaran Eropa
Rambut dandanan warna menyala
Dengan kacamata hitam dari Amerika
Kalung emas melingkar sampai dada

Tanpa harta banyak orang menderita
Bekerja keras untuk mendapatkannya
Kesana kemari dihina dan dicerca
Seakan harta tidak berpihak kepadanya

Dengan harta
Banyak orang bergelimang dosa
Mulai dari korupsi, judi hingga narkoba
Sodok sini serobot sana
Menghalalkan segala cara
Seakan orang lain tidak berguna

Ingatlah !
Harga bukanlah segalanya
Ia hanyalah barang yang fana
Tidak akan dibawa masuk surga
Ia seperti burung terbang entah kemana
Seperti angin yang berlalu begitu saja

Harta akan menjadi berharga
Saat kita pakai berbagi sesama
Menunjukkan kasih yang nyata
Memperhatikan mereka yang terlunta

(Tunas Putra).

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

HIKMAT : Bekerja

kecerdasan_emosional_3

Bekerja di kantor

Bekerja, membuat kita kaya

Berkarya, mendatangkan harta

Berjuang, menjadikan kita pemenang

Berkreasi, tanda kemajuan diri

 

Banyak tidur, membuat kita hancur

Malas, harta kita akan terkuras

Pesimis, kekuatan kita akan menipis

Menunda, kesempatan akan sirna

 

Percaya Tuhan, tanda kita beriman

Percaya diri, tanda kita berani

Menabung, masa depan kita beruntung

Asuransi bukti kita berjaga-jaga diri

 

(Ki Jogo Sion)

Categories: Hikmat, Uncategorized | Tag: , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Janda

janda

janda

Susahnya menjadi janda

Siang malam sendiri saja

Untuk makan harus bekerja

Tak ada yang kasih uang belanja

 

Susahnya menjadi janda

Menjadi gosip sini sana

Seakan menghalalkan segala cara

Untuk mendapatkan seorang pria

 

Susahnya menjadi janda

Mau memberontak apa daya

Namun bersyukur kepada Yang Kuasa

DIA memelihara para janda

Dan menjadi suami yang setia

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : BASARNAS

Basarnas 1BASARNAS

Kau telah tunjukkan bagaimana bekerja keras

Tuk menyelamatkan korban Airasia yang tewas

Ditengah kerasnya ombak lautan yang ganas

Tanpa mengenal lelah saat dingin atau panas

 

BASARNAS

Kini kau telah membuktikan diri

Sebagai pasukan yang berani mati

Meski banyak yang mencaci-maki

Tak pernah kau merasa sakit hati

 

BASARNAS

Majulah terus pantang mundur

Melaksanakan tugas yang luhur

Perjuanganmu sungguh tak terukur

Memilikimu kami sungguh bersyukur

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Wanita

WanitaWANITA

Diciptakan sebagai pendamping pria

Harus tampil cantik dan mempesona

Bersikap lemah lembut dan bersahaja

Dengan perhiasan yang sederhana

 

WANITA

Cakap mengelola rumah tangga

Rajin bekerja dan dapat dipercaya

Sabar mendidik anak-anaknya

Melayani suami dengan setia

 

WANITA

Siang malam nampak rajin berdoa

Tidak pernah malas dan putus asa

Menjadi ibu bagi anak-anaknya

Imannya menjadi saksi yang nyata

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Tuhan Ijinkan

Melihat-Tuhan 1TUHAN,
KAU ijinkan aku tak melihatMU dengan mataku
Agar aku senantiasa melihatMU dengan mata hatiku

TUHAN,
KAU ijinkan aku tak mendengar suaraMU dengan telingaku
Agar telingaku senantiasa mendengar jeritan sesamaku

TUHAN,
KAU ijinkan aku tak merasakan kehadiranMU
Agar aku merasakan kehadiranMU dengan imanku

TUHAN,
KAU ijinkan aku tak melihat tanganMU memberkatiku
Agar aku rela bekerja keras untuk mendapatkan berkat itu

TUHAN,
KAU ijinkan aku tak melihat jejak kakiMU besertaku
Agar aku waspada dan berjaga-jaga setiap waktu

TUHAN,
KAU ijinkan aku tak melihat KAU menggendongku
Agar aku tahu, bahwa ada tugas yang menjadi kewajibanku

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Mengapa Kita

mengapaMengapa kita tidak segera bangun?
Sedangkan ayam telah terus berkokok membangunkan kita.

Mengapa kita bermuram durja,
sedangkan bunga-bunga telah nampak ceria dengan mekarnya yang indah.

Mengapa kita tidak segera bekerja?
Sedangkan mentari telah bersinar terang, untuk menerangi agar kita dapat bekerja.

Mengapa kita tidak segera istirahat?
sedangkan bulan telah bersinar untuk menjagai kita.

Mengapa kita tidak berserah kepada TUHAN?
sedangkan tangan TUHAN telah terbuka menanti kita.

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Kasih Tuhan

Never AloneSaat aku sendiri, TUHAN menemani
Saat aku pergi, TUHAN menyertai
Saat aku tidur, TUHAN menjagai
Saat aku bekerja, TUHAN memberkati

Saat aku sedih, TUHAN menghiburku
Saat aku terluka, TUHAN mengobatiku
Saat aku jatuh, TUHAN mengangkatku
Saat aku sengsara, TUHAN menolongku

Tak pernah Ia membiarkan ku sendiri
Meski kehadiranNYA sering tak ku sadari
Tak pernah IA tidak memberkati
Meski sering berkatNYA tak ku syukuri

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Korban Gunung Sinabung

Korban sinabung 1Menjadi korban Gunung Sinabung sungguh merana

Tinggal dibarak pengungsian yang terbuat dari tenda

Kalau malam dingin, kalau siang panasnya membara

Tidak pernah ganti baju, hanya sehelai  yang dibawa

 

Bisa makan itu sungguh bersyukur

Sering makan hanya dengan bubur

Rumah dan ladang sudah hancur

Tak ada yang sempat dibawa kabur

 

Kini hanya berharap kepada Yang Maha Kuasa

Semoga amarah gunung Sinabung segera reda

Aman pulang kerumah dan bisa mulai bekerja

Tidak dihantui ketakutan yang mengancam jiwa

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

PUISI : Walang (Pengemis)

walang-pengemis-jutawanWALANG

Namamu adalah Walang

Namun nasibmu tidaklah malang

Berpura-pura jadi pengemis malang

Memperoleh uang tidak kepalang

 

WALANG

Kau buka mata banyak orang

Agar tidak memberi sembarang

Pengemis jalan yang terlentang

Belum tentu bernasib malang

 

WALANG

Kembalilah ke kampungmu

Bekerjalah yang layak untukmu

Janganlah membuat malu

Jadi pengemis yang meniru-niru

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar