Posts Tagged With: bebas

PUISI : Keabadian

Berjumpa Tuhan

Berjumpa Tuhan

Keabadian adalah tujuan

Bebas dari penderitaan

Lepas dari kesakitan

Air matapun dihapuskan

 

Menikmati buah kehidupan

Bersekutu dengan TUHAN

Hidup dalam kemuliaan

Penggenapan janji TUHAN

 

Tak ada lagi kematian

Sukacita selalu dirasakan

Indah bukanlah impian

Damai tak berkesudahan

 

(Gembala Sion)

Iklan
Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Gelisah

gelisah 6GELISAH

Di hati terasa begitu resah

Karena beratnya beban masalah

Tidur lelap terasa sangat susah

Bekerja terasa tidaklah mudah

 

GELISAH

Malam nampak tak indah

Siang terasa begitu gerah

Ingin pergi tujuan entahlah

Mau diam jiwa terasa gundah

 

GELISAH

Semua hanya bisa berserah

Dalam kasih TUHAN ALLAH

Kiranya diberi sebuah anugrah

Dibebaskan dari belenggu gelisah

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Bulan Kemederkaan

Hut-IndonesiaBULAN KEMERDEKAAN

Mengingatkan kita akan sebuah perjuangan

Anak-anak bangsa yang gugur sebagai pahlawan

Berkorban demi tercapai sebuah kemerdekaan

Bebas dari kejamnya sistim penjajahan

 

BULAN KEMERDEKAAN

Saatnya kita membuka lembaran masa awal bangsa

Bagaimana bapak para pendiri memulai negara

Meletakkan dasar demi tercapainya cita-cita

Agar kemerdekaan dinikmati Bangsa Indonesia

 

BULAN KEMERDEKAAN

Saatnya kita hancurkan faham razisme

Memupuk anak-anak bangsa jiwa patriotisme

Berani membuang jauh-jauh rasa egoisme

Dan membangun kuatnya rasa nasionalisme

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Pengampunan Dan Hukuman Tuhan

daud dan natan2 Samuel 12:15 Kemudian pergilah Natan ke rumahnya. Dan TUHAN menulahi anak yang dilahirkan bekas isteri Uria bagi Daud, sehingga sakit.

Seberapa jauhkah pemahaman kita tentang pengampunan. Saat kita memberi pengampunan kepada seseorang biasanya kita bebaskan orang itu dari hukuman. Daud memiliki pengalaman yang indah dalam hal pengampunan TUHAN. Saat Raja Daud berdosa oleh karena menghamili istri perwiranya Uria. Ia memperoleh teguran melalui nabi Natan. Atas teguran itu Raja Daud minta ampun kepada TUHAN. Dan kita tahu, menjelaskan bahwa pastilah TUHAN mengampuni. Namun meski ada pengampunan, Daud tetap menerima hukuman yaitu anak yang dikandung Bertsyeba itu akhirnya mati.

Setiap dosa yang kita perbuat. Pasti ada hukumannya, meski kita sudah meminta ampun. Sehingga tidak mengherankan jika ada banyak orang-orang yang setia kepada TUHAN, masih harus mengalami berbagai-bagai persoalan atas dosa-dosa masa lalu. Teguran dan hukuman harus dijalani mereka yang berdosa, meski pengampunan itu kita terima. Jangan coba-coba berbuat dosa, agar kita tidak akan pernah menerima hukuman TUHAN. Amin. DARI KOTA SION TUHAN YESUS memberkati.

(Gembala Sion).

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Tetesan Darah Kudus

darah kudusTetesan darahMU telah meninggalkan jejak kehidupan
Yang mengikuti langkahMU memperoleh keselamatan
Bebas dari belenggu masa lalu yang penuh keterikatan
Hidup baru dalam kepastian akan sebuah pengharapan

Tetesan darahMU membuat kuasa kegelapan hancur
Tak di sangka ada kuasa dalam darah yang menyembur
Kuasa kegelapan lari pontang-panting semua kabur
Melimpahlah kasih abadi, sempurna dan tak terukur

Tetesan darahMU membuka pintu berkat
Bagi yang beriman bahwa TUHAN itu dekat
Dibebaskan hukuman, kutukan dan laknat
Hidup berkelimpahan di dunia yang singkat

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Jakarta Banjir Lagi

banjir JakartaAwal tahun baru Jakarta banjir lagi

Seakan sudah tidak dapat dihindari

Banyak rumah-rumah tergenangi

Bahkan para korbanpun dievakuasi

 

Mungkinkah bebas banjir hanya mimpi

Sedangkan segala upaya telah dijalani

Banyak para pakar sudah memberi solusi

Banyak uang digunakan untuk mengatasi

 

Bebas banjir sesungguhnya tergantung kita

Tidak membuang sampah sembarang saja

Menjadikan sungai sebagai aset berharga

Hidup tertib, bersih, disiplin dan bersahaja

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Hari Guru Indonesia

guru 1Peringatan hari guru Indonesia

Seluruh anak bangsa bangga

Atas jasa-jasa guru Indonesia

Dalam mencerdaskan bangsa

 

Pahlawan yang tanpa tanda jasa

Rela bertugas di seluruh nusantara

Tanpa memandang kota atau desa

Semua harus bebas buta aksara

 

Seorang guru layak untuk dihormati

Meski tidak semua layak menerima ini

Saatnya intropeksi dan mawas diri

Agar kehormatan guru tidak berhenti

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Seandainya Aku Punya Sayap

malaikat 01Seandainya aku punya sayap

Ku kan terbang ke langit tuk hinggap

Meninggalkan dunia yang gelap

Tinggal di sana tuk menetap

 

Namun sayang….

Aku tak bisa terbang melayang

Menikmati indahnya langit yang terang

Tangan dan kakiku terkekang

Kebebasan hanyalah bayang-bayang

 

Kini aku hanya punya satu pengharapan

Kiranya TUHAN yang memberi kebebasan

Tanpa dibelenggu oleh keterbatasan

Hidup bebas menikmati kasih TUHAN

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Masa Muda

masa mudaMASA MUDA

Masa yang tiada duanya

Masa yang paling merdeka

Tidak ada yang memaksa

Masa bebas memuaskan jiwa

 

MASA MUDA

Masa yang paling indah

Meski tak ada uang, hati tidak gundah

Meski tak ada cinta, hati tidak resah

Meski di tinggal pergi, hati tidak gelisah

 

MASA MUDA

Masa mengenal Bapa Surgawi

Masa terbaik menyerahkan diri

Masa berbakti dan melayani

Hingga akhir hayat nanti

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

PUISI : Ketika Galau

galau4Ketika galau itu menyergapku

Menghimpit dan menawanku

Seperti ular ia melilitku

Hingga nafasku terasa sembilu

 

Ketika galau itu menyeretku

Membawaku ke angan-angan palsu

Terbang bersama impian beku

Seakan hilang ingatanku

 

Aku hanya bisa duduk termangu-mangu

Menanti pertolongan dari TUHAN ALLAH-ku

Agar aku dibebaskan dari belenggu

Hingga galau itu pergi dari hatiku

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar