Posts Tagged With: awan

PUISI : Kasih Tuhan

Tunas - Sinar

Tunas – Sinar

Kasih Tuhan tak kan mati

Meski dikubur berkali-kali

Kasih Tuhan tetap berseri

Meski awan gelap menutupi

 

Kasih Tuhan tetap memancar

Meski matahari tak bersinar

Kasih Tuhan tetap segar

Meski semua telah memudar

 

Kasih Tuhan tetap abadi

Meski semua t’lah berhenti

Kasih Tuhan tetap menyertai

Meski semua telah pergi

 

(Gembala Sion).

Iklan
Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

PUISI : Menanti Kedatangan Tuhan

Menanti Tuhan

Menanti Tuhan

TUHAN

Kapankah KAU datang kembali?

Tuk menjemput kami yang dibumi

Telah sekian lama kami menanti

Dengan tekun berdoa setiap hari

 

TUHAN

Kapankah KAU datang di awan?

Dengan segala indahnya kemuliaan

Membawa kami dalam pengharapan

Dengan janji-MU yang jadi kenyataan

 

TUHAN

Kedatangan-MU yang kedua kali

Adalah menjemput yang KAU kasihi

KAU bawa ke dalam kemuliaan abadi

Tinggal bersama BAPA SURGAWI

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Kedatangan Tuhan Yesus

Yesus naikNampak ENGKAU naik ke awan

Melakukan sebuah persiapan

Membangkitkan pengharapan

KAU akan datang dengan kemuliaan

 

Menanti kedatanganMU tidaklah lama

Tanda-tanda kedatanganMU telah ada

Seakan pintu kedatanganMU telah terbuka

Tinggal satu langkah semua menjadi nyata

 

Kini kedatanganMU tinggal sesaat

Membuatku persekutuan kian giat

Tanpa mengenal lelah namun terus kuat

MelayaniMU dengan penuh semangat

 

(Gembala Sion)

 

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PROSA : Damai

sungai 2Damai itu seperti air jernih, yang mengalir menyejukkan hati yang sedang gerah.
Damai itu seperti sinar bulan purnama di waktu malam cerah, yang menghias hati yang sedang gundah
Damai itu seperti bintang-bintang yang menghiasi malam gelap yang sepi, yang menerangi hati yang sedang sendiri.
Damai itu seperti mentari yang berseri di waktu pagi di musim semi, yang menerangi hati yang sedang merana.
Damai itu seperti embun pagi yang menetes di dedaunan yang menyejukkan hati yang gelisah
Damai itu seperti bunga-bunga yang bermekaran di taman hati yang menyejukkan mata hati yang gersang.
Damai itu seperti angin yang berhembus sepoi di waktu siang hari, yang menyejukkan hati yang sedang panas
Damai itu seperti awan hitam yang tersapu, berubah menjadi langit cerah, yang menyapu hati yang sedang resah
Damai, damai, damailah hatiku selalu !

(Gembala Sion)

 

Categories: Prosa | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Pelangi

pelangi 2PELANGI

Kau muncul di tengah awan hitam saat bencana melanda

Mengubah langit kelam menjadi cantik nan mempesona

Sebagai tanda bahwa bencana tidak akan lagi menimpa

Masih ada kasih ALLAH bagi keselamatan umat manusia

 

PELANGI

Kehadiranmu pernah meredakan banjir melanda dunia

Kini kau masih menjadi pengharapan bagi umat manusia

Agar bencana banjir tidak terus merajalela di mana-mana

Namun, memancarkan kasih abadi bagi kehidupan manusia

 

PELANGI

Kasihanilah mereka yang kehilangan anggota keluarga

Dengarkan jeritan mereka yang kehilangan harta benda

Kaulah tanda perjanjian kasih ALLAH kepada manusia

Bahwa bencana banjir tidak akan lagi melanda dunia

 

(GembalaSion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Merpati Putih

dove2MERPATIH PUTIH

Terbang tinggi menghiasi angkasa

Meninggalkan bumi yang bergelora

Tak takut awan hitam menghalangi

Atau badai ganas yang merintangi

 

MERPATI PUTIH

Lambang dari sebuah cinta yang sejati

Hati tulus yang tak pernah ingkar janji

Berdua nan bersama setia sampai mati

Dalam suka duka tak kan mengkhianati

 

MERPATI PUTIH

Melayang tinggi bebas di awan biru

Membawa hati yang sedang sendu

Menembus badai yang membelenggu

Meninggalkan dunia yang penuh pilu

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Berlindung Kepada Tuhan

tangantuhanMeski malam gelap menyelimuti

Awan hitam dan kelam menutupi

Namun jika kuasa TUHAN menerangi

Maka kegelapanpun tiada berarti

 

Meski siang panas membakar bumi

Terik mentari menyengat dunia ini

Namun jika kuasa TUHAN menaungi

Maka panas itupun tiada berarti

 

Kuasa TUHAN lebih dari segalanya

Dunia tak kan mampu menguasainya

Berlindung pada TUHAN aman sentosa

Tak ada yang dapat mengalahkannya

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Berharap Kepada Tuhan

berharap kepada TuhanKadang kita berharap mentari kan menyinari

Namun yang terjadi awan menutupi

Kadang kita berharap rembulan kan berseri

Namun yang terjadi gelap malam menyelimuti

 

Kadang kita berharap dapat laris manis

Namun yang datang hanya para pengemis

Kadang kita berharap memperoleh kesehatan

Namun yang datang hanya kesakitan

 

Berharaplah hanya kepada TUHAN

Maka kita tidak akan pernah dikecewakan

Karena ALLAH tidak pernah melupakan

Apa yang pernah dijanjikan

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Hilangnya Malam

sun-rise-above-earthMalam memang nampak indah

Saat bulan sedang merekah

Bintang-bintang bersinar cerah

Kasih ALLAH sedang tercurah

 

Malam memang nampak suram

Saat bulan nampak tenggelam

Bintang sembunyi dibalik awan

Sepi sunyi kian terasa mencekam

 

Namun malam tak kan ada lagi

Saat TUHAN YESUS datang kedua kali

Kemuliaan-NYA kan menyinari

Kegelapan tak pernah menyelimuti

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Menghapus Kenangan Suram

sendiri sedihKenangan suram…..

Bagi belati tajam yang menikam

Bagai malam gelap yang mencekam

Bagai sebuah warna yang menghitam

Atau bagai awan hitam yang kelam

 

Tak mau pergi meski di tendang

Tak mau lenyap meski di buang

Meski dihapus tak mau hilang

Terus menghantui dan membayang

 

Membuat langkah tak mau maju

Membuat hidup semakin pilu

Cita-citapun kandas dan layu

Semangat patah tak seperti dulu

 

Hanya sebuah harapan masa depan

Yang kan memberi nyala kehidupan

Yakin TUHAN memberi kekuatan

Hingga kenangan suram terhapuskan

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar