Posts Tagged With: apakah

PUISI : Dengan Apakah?

DENGAN APAKAH?

Dengan puisi aku dapat merangkai kata-kata indah
Tuk menggambarkan indahnya mentari pagi yang cerah
Namun dengan puisi yang seperti apakah
Ku dapat menjelaskan berkat TUHAN yang tercurah

Dengan pena aku dapat melukis di atas sebuah kanvas
Tuk menggambarkan keindahan alam secara jelas
Namun dengan apakah ku dapat menguas
Besarnya kasih TUHAN YESUS yang tiada batas

Dengan kayu cendana ku dapat mengukir
Seperti apakah aku dapat berpikir
Namun dengan apakah aku dapat mengukir
Untuk penyertaan TUHAN yang tiada berakhir

(Tunas Putra)

Iklan
Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Apakah Tangan Tuhan Kurang Panjang Untuk Menyelamatkan Kita?

APAKAH TANGAN TUHAN KURANG PANJANG UNTUK MENYELAMATKAN KITA?

“Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar” Yesaya 59:1

Kita sering merasa bahwa tangan Tuhan kurang panjang untuk menyelamatkan kita dari berbagai-bagai masalah. Sehingga hal itu tidak mendorong kita untuk berseru kepada Tuhan. Kita tidak merasa yakin bahwa Allah sanggup menolong kita. Kita tidak percaya bahwa Allah dapat menyelesaikan masalah kita. Kita lebih suka menanggung setiap masalah sendirian dengan beban-beban yang berat. Kita lebih suka mengeluh dan berkata bahwa ‘tak ada seorangpun dapat menolong kita’. Tak ada yang mau mengerti persoalan-persoalan kita. Padahal Allah cukup peka untuk mendengar setiap seruan kita. Kita lebih suka menyimpan dalam hati kita, hingga beban-beban itu kita rasa terlalu berat untuk kita.

Di sisi lain kita merasa bahwa tangan kita lebih panjang dari tangan Tuhan. Kita merasa lebih pintar dari pada Tuhan untuk dapat menyelesaikan setiap masalah kita sendirian. Kita merasa lebih mampu dari pada Tuhan untuk dapat mengatasi setiap tekanan yang kita hadapi. Kita lebih suka mengandalkan kekuatan kita sendiri. Kita lebih suka bertumpu pada pengalaman dan kecakapan kita untuk menghadapi setiap masalah kita sendiri.

Pada saat beban kita sudah lebih besar dari pada kekuatan kita. Kita menjadi lemah, patah semangat, hati kita hancur akhirnya kita jatuh terlentang, tanpa daya apa-apa. Pada saat demikian kita baru menyadari bahwa Allah lebih besar dari pada kita. Kita mengerti bahwa Allah lebih berkuasa atas segala sesuatu. Kita baru berserah kepada Tuhan. Kita baru berseru kepada Tuhan. Dan kita mengakui bahwa Tuhan sanggup menolong kita.

Marilah kita sadari bahwa tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menolong kita. Sehingga janganlah kita merasa sendirian ataupun mengandalkan kekuatan kita. Amin.

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , , , | 1 Komentar