Posts Tagged With: anak

PUISI : Laki-laki

keluarga

LAKI-LAKI

Laki-laki nampak gagah dan berani
Bukan penakut seperti seorang banci
Rajin bekerja keras setiap hari
Demi kesejahteraan anak dan istri

Laki-laki seorang imam bagi rumah tangga
Membangun sebuah mezbah keluarga
Membawa anggota keluarga setia berdoa
Mengajak belajar Firman Tuhan senantiasa

Laki-laki tidak takut mati
Meski pencobaan bertubi-tubi
Berjuang dengan gigih sekali
Sampai akhir hayat nanti

(Tunas Putra)

Iklan
Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Wanita

WanitaWANITA

Diciptakan sebagai pendamping pria

Harus tampil cantik dan mempesona

Bersikap lemah lembut dan bersahaja

Dengan perhiasan yang sederhana

 

WANITA

Cakap mengelola rumah tangga

Rajin bekerja dan dapat dipercaya

Sabar mendidik anak-anaknya

Melayani suami dengan setia

 

WANITA

Siang malam nampak rajin berdoa

Tidak pernah malas dan putus asa

Menjadi ibu bagi anak-anaknya

Imannya menjadi saksi yang nyata

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Bulan Kemederkaan

Hut-IndonesiaBULAN KEMERDEKAAN

Mengingatkan kita akan sebuah perjuangan

Anak-anak bangsa yang gugur sebagai pahlawan

Berkorban demi tercapai sebuah kemerdekaan

Bebas dari kejamnya sistim penjajahan

 

BULAN KEMERDEKAAN

Saatnya kita membuka lembaran masa awal bangsa

Bagaimana bapak para pendiri memulai negara

Meletakkan dasar demi tercapainya cita-cita

Agar kemerdekaan dinikmati Bangsa Indonesia

 

BULAN KEMERDEKAAN

Saatnya kita hancurkan faham razisme

Memupuk anak-anak bangsa jiwa patriotisme

Berani membuang jauh-jauh rasa egoisme

Dan membangun kuatnya rasa nasionalisme

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Nabi Ayub

ayub 3Penderitaan berat telah kau alami

Anak-anakmu semua harus mati

Kekayaanmu hilang tak kembali

Istrimupun mengecam setiap hari

 

Sakit gatal-gatal telah menggeroti

Tubuh tinggal tulang seakan mati

Teman dekatmupun tak mau peduli

Semua pergi tinggalkanmu sendiri

 

Semua terjadi untuk ujian imanmu

Agar bersinar seperti permata biru

TUHAN pulihkan semua milikmu

Bahkan lebih indah dari yang dulu

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Nyanyian Hana

hanaI SAMUEL 2:4-9

4 Busur pada pahlawan telah patah, tetapi orang-orang yang terhuyung-huyung, pinggangnya berikatkan kekuatan.

5 Siapa yang kenyang dahulu, sekarang menyewakan dirinya karena makanan, tetapi orang yang lapar dahulu, sekarang boleh beristirahat. Bahkan orang yang mandul melahirkan tujuh anak, tetapi orang yang banyak anaknya, menjadi layu.

6 TUHAN mematikan dan menghidupkan, Ia menurunkan ke dalam dunia orang mati dan mengangkat dari sana.

7 TUHAN membuat miskin dan membuat kaya; Ia merendahkan, dan meninggikan juga.

8 Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu, dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia bersama-sama dengan para bangsawan, dan membuat dia memiliki kursi kehormatan. Sebab TUHAN mempunyai alas bumi; dan di atasnya Ia menaruh daratan.

9 Langkah kaki orang-orang yang dikasihi-Nya dilindungi-Nya, tetapi orang-orang fasik akan mati binasa dalam kegelapan, sebab bukan oleh karena kekuatannya sendiri seseorang berkuasa.

 

Betapa indahnya nyanyian yang keluar dari mulut Hana ibu Samuel. Nyanyian yang dituliskan dalam Kitab Suci yang abadi sepanjang masa. Hana sanggup menulis nyanyian yang begitu indah oleh karena Hana telah mengalami sendiri. Bagaimana ia seorang perempuan namun tidak bisa melahirkan. Sedangkan madunya terus menyakiti hatinya. Namun karena pertolongan ALLAH, Hana bisa melahirkan anak yang diberi Samuel. Karena girang dan rasa syukurnya, Samuel bukan saja dapat menyanyikan nyanyian yang indah namun ia juga mempersembahkan anaknya kepada TUHAN. Pertolongan yang indah dalam hidup kita, akan memancarkan kesaksian yang indah pula kepada orang lain. Kesulitan dan kesusahan hanyalah bagian dari lukisan pertolongan TUHAN yang dahsyat.

Jangan mengamati kesusahan hidupmu, namun amatilah bagaimana ALLAH memberikan pertolongan dalam setiap kesusahan hidupmu. Amin. Dari KOTA SION TUHAN YESUS  Saudara.

(Gembala Sion)

 

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Piala Dunia 2014

piala dunia brasilGegap gempita Piala dunia

Menggoncang seluruh dunia

Dari anak hingga orang tua

Semua turut tergila-gila

 

Kegilaan membuat mereka lupa

Akan pekerjaan dan tugas utama

Begadang terus hingga fajar tiba

Akhirnya siang tidur lupa berkarya

 

Ingatlah semua hanya sementara

Ada tugas-tugas yang lebih utama

Menyembah TUHAN yang kuasa

Dan berbagi kepada sesama

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Petani

Petani.Engkau bangun lebih pagi

Sebelum mentari nampak berseri

Saat yang lain masih dalam mimpi

Kau telah mencangkul tiada henti

 

Tak pernah kau mengenal lelah

Mulutmu tak pernah mengucap payah

Segenap hati engkau berserah

Agar masa depan anak­anak indah

 

Saat musim hujan telah menanti

Kerja kerasmu pagi hingga sore hari

Dengan keyakinan penuh pada ILLAHI

Bahwa TUHAN pasti akan memberkati

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Anak-anak

anak-bermainAnak adalah penerus keturunan

Yang punya hak menerima warisan

Warisan dalam bentuk kehormatan

Dapat juga berbentuk kekayaan

 

Kesuksesan anak adalah kebanggaan

Kehancuran anak adalah ratapan

Didikan yang baik memberi anak masa depan

Didikan yang buruk memberi anak kehancuran

 

Didiklah anak-anak kita mengenal TUHAN

Agar masa depan mereka penuh kebahagiaan

Jangan biarkan mereka hidup tanpa iman

Karena kita akan dituntut pertanggungjawaban

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Serangan Doa

Doa_bersama_lintas_agamaPemilu tinggal beberapa hari lagi

Partai-partai telah siap beraksi

Dengan calegnya yang adu pinalti

Bak Srikandi yang berani mati

 

Meski bendera akan segera duturunkan

Namun serangan tetap siap dilancarkan

Dengan berbagai cara kelicikan

Yang tak mengenal kawan atau lawan

 

Siapa lengah pasti kalah

Siapa mundur pasti hancur

Siapa berani pasti mati

Tak ada pilihan untuk kemenangan

 

Anak-anak TUHANpun tidak diam

Turut melancarkan serangan doa yang tidak padam

Agar kerusuhan dapat diredam, keamanan dapat diciptakan

Dan kemenanganpun milik orang-orang yang beriman

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Tinggal di Pengungsian

pengungsiTinggal di pengungsian rasanya tidak enak

Tempat sempit berebut dan berdesak-desak

Senggol kanan senggol kiri terasa begitu sesak

Siang malam bising karena banyak anak-anak

 

Rumah tidak dapat dihuni karena banjir

Mau minum, cuci dan mandi susah air

Siang malam, pagi dan petang terus mikir

Sampai kapankah semua akan berakhir

 

Mau makan nunggu uluran para dermawan

Bisa ganti baju kalau ada yang memberikan

Namun, masih tersisa sebuah pengharapan

Bahwa TUHAN pasti tidak akan meninggalkan

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar