Posts Tagged With: alam

PUISI : Malam

malam

MALAM
Engkau berdiri jauh dari mentari
Menghembuskan suasana sunyi
Berselimutkan seribu satu mimpi
Dalam sejuta kenangan yang terlewati

MALAM
Wajahmu cantik berhiaskan bulan
Bertaburan indahnya bintang-bintang
Dikelilingi tarian kunang-kunang
Dalam kemegahan alam semesta
Memancarkan kuasa Sang Illahi
Yang tak mungkin tertandingi

MALAM
Dekaplah aku dalam pelukanmu
Agar hari-hariku indah bersamamu
Istirahat dalam belaian lembut tanganmu
Menyambut hari baru
Yang TUHAN bri dalam hidupku

(Tunas Putra)

Iklan
Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Dengan Apakah?

DENGAN APAKAH?

Dengan puisi aku dapat merangkai kata-kata indah
Tuk menggambarkan indahnya mentari pagi yang cerah
Namun dengan puisi yang seperti apakah
Ku dapat menjelaskan berkat TUHAN yang tercurah

Dengan pena aku dapat melukis di atas sebuah kanvas
Tuk menggambarkan keindahan alam secara jelas
Namun dengan apakah ku dapat menguas
Besarnya kasih TUHAN YESUS yang tiada batas

Dengan kayu cendana ku dapat mengukir
Seperti apakah aku dapat berpikir
Namun dengan apakah aku dapat mengukir
Untuk penyertaan TUHAN yang tiada berakhir

(Tunas Putra)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Bencana Alam Yang Merata

Untuk kita renungkan bersama. Setelah bencana alam melanda mereka yang tinggal di dataran rendah melalui banjir yaitu seperti Jakarta, Manado, Semarang, Pati, Tayu, Jepara, Juwana, Pantura dan beberapa tempat yang dilewati alur sungai. Kini bencana alam melanda mereka yang tinggal di dataran tinggi. Melalui gunung-gunung yang meletus. Dimulai dari Gunung Sinabung, kini Gunung Kelud dan beberapa gunung yang lain telah memasuki siaga. Ada juga gempa bumi dan tanah longsor.

bencana alam 3Ini tandanya beberapa tempat secara merata tertimpa bencana alam. Tanda-tanda yang menjadi peringatan untuk kita bersama. Bahwa akhir zaman telah tiba. Kedatangan TUHAN YESUS yang kedua kali sudah diambang pintu. Masa kesusahan besar telah berjalan. Saatnya kita mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan TUHAN YESUS. Sudah siapkah kita?

Berjaga-jaga dan waspadalah untuk mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan TUHAN YESUS yang kedua kali. Amin. Dari KOTA SION TUHAN YESUS memberkati.

(Gembala Sion)

 

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Imlek

Foto dari FB Kota SoloWarna merah menghias kota

Terpampang indah dimana-mana

Sebagai tanda IMLEK telah tiba

Yang kan memberi berkat umatnya

 

Semoga tahun baru ini membawa sejahtera

Mencurahkan berkat berkelimpahan bagi kita

Memberikan anugrah, kesehatan dan sentosa

Bahkan banyak keberuntungan bagi kita semua

 

Semoga TUHAN memberi perlindungan

Dari setiap bencana alam dan kecelakaan

Semoga TUHAN kita memberi kekuatan

Dalam setiap menghadapi pencobaan

 

Selamat Tahun Baru Imlek 2565.

Gong Xi Fat Cai – Wan Se Ru Yi, Sen Thi Cien Khang.

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

PUISI : Amarah Alam

Bencana Alam indIndahnya gelombang lautan yang merdu

Kini berubah ganas yang menderu-deru

Bening air sungai yang menyejukkan kalbu

Kini buas, menghanyutkan dan menyapu

 

Sejuknya gunung Sinabung yang mengesankan

Kini menyemburkan api yang menghancurkan

Bukit-bukit yang permai dan mempesonakan

Kini runtuh, meratakan dan melenyapkan

 

Rupanya amarah alam tak tertahankan

Karena sikap manusia yang kelewatan

Tidak lagi mengasihi alam ciptaan TUHAN

Tidak pula mau menjaga keseimbangan

 

(GembalaSion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Banjir

banjirBanjir…

Membuat banyak orang kocar-kacir

Harta benda tidak lagi terpikir

Yang penting bisa minggir

 

Banjir…

Merata dimana-mana

Seakan tidak ada daratan tersisa

Semua tempat dilanda

Membuat banyak orang terlunta-lunta

 

Banjir….

Berhentilah merajalela

Jangan biarkan harta benda terbuang sia-sia

Karena kami mencintai alam semesta

Agar menjadi sahabat manusia

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

PUISI : Musim Baru

hujan bungaHujan mulai turun membasahi bumi

Sebagai tanda musim segera berganti

Bunga-bunga mulai nampak bersemi

Menghias alam agar nampak berseri

 

Musim kemaraupun telah berlalu

Meninggalkan daun kering dan layu

Membawa harapan baru

 

Tuhan…

Di musim baru yang telah tiba

Kiranya dapat membawa sukacita

Berkat berlimpah tiada tara

Tiada bencana yang melanda

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Ekspresi Alam

bintang 02Malam berbintang

Nampak terang benderang

Memancarkan hati yang riang

Penuh luapan jiwa yang senang

 

Mentari di balik awan

Nampak kelam seakan tenggelam

Memancarkan hati yang suram

Penuh luapan jiwa yang muram

 

Pagi yang cerah

Nampak segar dan indah

Menyambut berkat ALLAH yang berlimpah

Dengan kasih ALLAH yang tercurah

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Alam Semesta Ciptaan Tuhan

BAPA,

Nyanyian-MU tidaklah tertulis dengan notasi yang ada di buku

Namun burung pipit tidaklah keliru menyanyikan keagungan-MU

Cerita-MU tidaklah terukir dengan kayu ataupun batu

Namun deru ombak lautan tidaklah lupa menceritakan kasih-MU

 

BAPA,

Meski suara-MU tidaklah terdengar di telingaku

Namun mentari selalu menyampaikan itu kepadaku

Meski kehadiran-MU tidaklah nampak di mataku

Namun senyum manis rembulan-MU selalu menyapaku

 

BAPA,

Alam semesta dan isinya adalah tangan-MU

Tuk menuntun setiap langkah hidupku

Agar aku berjalan sesuai kehendak-MU

Untuk menjadi saksi bagi kemuliaan-MU

 

(Pdt. Agus Widjianto, M.Th).

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Salam Untuk Penguasa Alam Semesta

SALAM UNTUK PENGUASA ALAM SEMESTA

Pagi,
Masihkah kau akan datang esok?
Sedang manusia sudah tak mengenalmu
Mereka tak pernah bersyukur atasmu
Mereka tak pernah menyambutmu dengan sukacita

Mentari,
Masihkah kau kan bersinar ?
Sedang manusia sudah tak mau belajar darimu
sudah tak mau lagi saling memancarkan terang sepertimu

Bulan,
Masihkah kau akan terangi malam?
Sebab manusia sudah cinta kegelapan
Kehadiranmu tak ada artinya

Bintang-bintang,
Masihkah kan kau hiasi malam dengan keindahanmu
Sebab manusia sudah tak mengenal lagi  keindahan
Mereka tak mau menikmatimu lagi

Angin lalu
Sampaikan salamku
Pada Penguasa alam semesta
Bahwa ampunilah manusia
Sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar