Posts Tagged With: Agus

PUISI : Kasih Karunia-Nya

Meski cercaan dan umpatan menerpaku

Meski hinaan dan sindiran menghujaniku

Atau penolakan demi penolakan menimpaku

Tak pernah aku undur dari TUHAN ALLAHKU

Sebab apapun yang dilakukan manusia

Tak kan dapat mengurangi kasih karunia

Yang telah aku terima dari DIA

Yang telah menjadikan aku hamba-NYA

Kekuatan dari –NYA senantiasa melekat di dalamku

Penyertaan-NYA tak kan pernah meninggalkanku

Bahkan pembelaan-NYA selalu berpihak padaku

Inilah yang membuat aku selalu maju bersama-NYA

(Hamba-NYA, Pdt. Agus Widjianto, M.Th).

Iklan
Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Hidup Abadi

Seakan aku memang orang terkalahkan

Berada di bawah putaran kehidupan

Menjadi manusia yang terhinakan

Dan tidak berada dalam keberuntungansu

 

Namun aku menerima yang paling terpuji

Suatu kehidupan yang paling dicari

Yang tidak dapat di temukan di dunia ini

Sekalipun oleh seorang manusia yang suci

 

Sebab DIA telah memberikan yang abadi

Yang membuat hidupku sungguh berarti

Yang tidak akan mungkin dapat diganti

Oleh apapun juga kecuali di surga nanti

 

(Sion, Pdt Agus Widjianto, M.Th).

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , | 1 Komentar

PUISI : Kenaikan Tuhan Yesus Kristus

KenaikanMU bersama awan yang biru

KAU naik tuk menyiapkan rumah bagiku

KAU kan datang lagi tuk menjemputku

Dan membawaku kerumah bersamamu

 

Kini aku telah menanti kedatanganMU

Berjaga-jaga selalu aku setiap waktu

Karena tak tahu kapan KAU menjemputku

Tak tahu juga aku akhir dari segala sesuatu

 

Penghibur telah BAPA kirim kepadaku

Yang kan senantiasa menyertaiku

Yang kan mengajarkan segala sesuatu

Dan mengingatkanku semua ajaranMU

 

Terima kasih BAPA di surga

Aku akan menjadi hamba yang setia

Yang mempertanggungjawabkan yang aku bisa

Agar hidupku berkenan kepada BAPA

 

(Sion, Pdt Agus Widjianto, MTh).

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , | 1 Komentar

PUISI : Cinta KasihMu

CINTA KASIHMU

Rasanya jalan tak kan cukup panjang untuk menuliskan cintaMU

Lautan tak kan cukup luas untuk menampung besarnya pengorbananMU

Bahkan langitpun tak kan cukup tinggi untuk membandingkan kesetiaanMU

Semua terasa begitu indah tak sanggup dilukiskan sekalipun oleh tangan seribu

Apapun tak dapat dibandingkan dengan besarnya kasihMU

Indahnya rencanaMU t’lah memikat seluruh hidupku

Sanggup ubahkan dan menjadikan hatiku baru

Tuk dapat memancarkan terangnya sinar kemuliaanMU

Kini ku temukan suatu yang terindah dalam hidupku

Meski yang semua kukasihi t’lah tinggalkanku

Tak kan pernah aku merasa rugi mendapatkanMU

Terima kasih YESUS, KAU segalanya bagiku

(Sion, Pdt Agus Widjianto, MTh).

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Pembunuh Manusia

PEMBUNUH  MANUSIA

Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.” I Yohanes 3:15

Seorang pembunuh manusia adalah berdosa. Ia juga seorang yang melanggar hukum. Sehingga pantas kalau menerima hukuman yang lama dipenjara. Tidak banyak orang yang berani menjadi pembunuh manusia. Mungkin jumlahnya hanya sedikit. Saya dan saudara mungkin akan mengaku bahwa kita belum pernah membunuh manusia. Tetapi bagaimana kalau hukuman dosa pembunuhan yang dijatuhkan kepada manusia ternyata banyak sekali yang menerima hukuman itu.

Rasul Yohanes menulis dalam suratnya. Bahwa setiap orang yang membenci saudaranya adalah seorang pembunuh manusia. Dan seorang pembunuh tidak memiliki hidup yang kekal. Kebencian ternyata memiliki dosa yang sangat besar, yaitu setingkat dengan seorang pembunuh manusia. Kebencian sangat menyakitkan bagi kedua belah pihak. Sakit hati bagi yang membenci dan sakit hati bagi yang orang dibenci. Padahal kita tahu bahwa untuk melepas kebencian menjadi kasih bukanlah perkara mudah. Karena kebencian diakibatkan oleh suatu perkara.

Betapa mudahnya kita membenci orang-orang yang ada disekeliling kita, yang menyakitkan hati kita. Mungkin mereka  adalah anggota keluarga kita sendiri. Teman-teman di kantor. Tetangga-tetangga kita ataupun siapapun yang ada disekeliling kita. Kebencian itu seperti api yang membakar hati kita. Menggelisahkan dan membuat hati  kita tidak tenang. Bahkan orang yang kita bencipun akan mengalami perkara yang sama seperti yang membenci.

Marilah kita lepaskan pengampunan kepada setiap orang yang menyakiti kita. Agar kta terlepas dari kebencian yang dapat menjadikan kita pembunuh manusia. Amin. Dari Kota Sion Tuhan Yesus memberkati.  (Sion, Pdt Agus Widjianto, M.Th).

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Pelangi Kasih

PELANGI KASIH
Fajar merekah di kaki bukit
Saat engkau hadir menghiasi langit biru
Senyummu membawa kejutan
Memberi harapan dan semangat baru
Pelangi kasih
Engkau hadir di saat semua sedang ketakutan
Keindahanmu memberi pertanda baru
Sebuah perjanjian di bentangkan dalam pelukanmu
Setelah sekian lama bencana bertubi-tubi
Kini semua tak kan terulang lagi
Pelangi kasih
Meski engkau hanyalah fatamorgana
Namun kehadiranmu sangat berarti
Sebuah tanda tangan Tuhan ada dalam tanganmu
Perjanjian kasih yang kekal abadi
Bahwa bencana akan berhenti
Pelangi kasih
Aku menunggumu selalu
Kasih Allah nampak diwajahmu
Agar aku tahu
Bahwa Allah masih mengasihiku
Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Rembulan Malam

REMBULAN MALAM
Aku ingin sepertimu rembulan malam
Yang hadir di saat kegelapan mencekam
Yang senyumnya menghiasi malam kelam
Menjadi teman mereka yang sendirian
Rela menjagai mereka yang kelelahan
Meski sinarmu milik mentari
Kau tak pernah kecil hati
Meski awan kadang menutupi
Kau tak pernah sakit hati
Meski seyummu kadang tak dimengerti
Senyummu tetap kan bersemi
Rembulan malam
Kau sahabat yang tak pernah kelam
Saat dunia dalam kegelapan
Sinarmu sangat dibutuhkan
Bersinarlah rembulan malam
Dunia sangat mendambakan
Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Iblis

IBLIS
Rayuanmu menarik hatiku
Godaanmu membuatku tergila-gila padamu
Pikatanmu menjeratku
Tak henti-hentinya engkau mencobaiku
Kata-kata manismu membuat aku jatuh cinta padamu
Senyummu meruntuhkan seluruh imanku
Segala cara kau pakai untuk menangkapku
Engkau memang pandai dan licik
Tahtamu setinggi langit
Keangkuhanmu ingin menyamai Tuhanku
Nafsu serakahmu ingin menguasai dunia ini
Tak ada kata kalah atau undur bagimu
Meski neraka jahanam mengancammu
Seakan-akan engkaulah pemenang
Namun,
Allah telah menetapkan waktunya
Engkau akan terguling dan jatuh
Tak kan ada yang menolongmu
Engkau akan dihukum selama-lamanya
Bersama dengan semua pengikutmu
Aku tak mau turut sertamu
Menjauhlah kau dari padaku
Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Amarah

AMARAH
Engkau bagaikan api yang membara
Menyala-nyala membakar jiwa
Meletup-letup, meledak-ledak di dalam dada
Engkau bagaikan angin badai
Yang menghempaskan, menyeret dan membantai
Dan memporak-porandakan rasa
Engkau bagaikan harimau yang mengaum
Merobek-robek dan menerkam hati
Mengalah tak ada dalam jiwamu
Surut tak ada dalam hatimu
Kau mau menang selalu
Amarah…
Pergilah dari padaku
Aku bukan milikmu
Aku tak mau di perbudak olehmu
Jangan bertumbuh di dalam diriku
Kini aku sudah jadi milik Tuhanku
Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Sinar Mentari

SINAR MENTARI

Bersinarlah mentari pagi
Bumi sedang menanti sinarmu kini
Lihatlah kejahatan disana sini
Belas kasihan sudah mati
Manusia sudah saling mementingkan diri sendiri
Tak ada cinta untuk menciptakan harmonisasi
Tak ada hasrat untuk kembali pada sang Illahi
Hanya saling menerkam dan menggigit yang mereka ingini
Sinarmulah yang menjadi harapan kami
Agar manusia ingat Bapa Surgawi
Yang menciptakan alam semesta ini

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , | Tinggalkan komentar