PUISI : Laki-laki

keluarga

LAKI-LAKI

Laki-laki nampak gagah dan berani
Bukan penakut seperti seorang banci
Rajin bekerja keras setiap hari
Demi kesejahteraan anak dan istri

Laki-laki seorang imam bagi rumah tangga
Membangun sebuah mezbah keluarga
Membawa anggota keluarga setia berdoa
Mengajak belajar Firman Tuhan senantiasa

Laki-laki tidak takut mati
Meski pencobaan bertubi-tubi
Berjuang dengan gigih sekali
Sampai akhir hayat nanti

(Tunas Putra)

Iklan
Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Mengasihi Dunia

MENGASIHI DUNIA

Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.
Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.
Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya. 1 Yohanes 2:15-17 (TB)

Firman Tuhan menjelaskan bahwa dunia sedang lenyap dengan keinginannya. Namun, dunia ini terlalu memikat bagi banyak orang, sehingga kasih mereka terlalu besar untuk dunia ini.
Mengapa kita mengasihi dunia yang sedang lenyap? KEKECEWAAN yang akan kita terima. Smartphone yang begitu kita kasihi membuat kecewa. Discount-discount yang begitu memikat membuat gelisah. Orang-orang yang begitu kita cintai semua mengecewakan kita. Semua itu oleh karena kita mengasihi dunia yang sedang menuju lenyap.
Kasihilah hal-hal yang abadi. Kita tidak akan pernah kecewa. Kasihilah hal-hal yang kita bawa kesurga, kita akan bahagia. Lepaskan kasih kita kepada dunia yang sifatnya sementara, berubahlah kasih kepada Tuhan. Maka kita akan bahagia. Amin. TUHAN YESUS memberkati Anda dari Kota Sion.

(Tunas Putra).

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

PUISI : Harta

harta

harta

HARTA

Dengan harta banyak orang merasa bahagia
Tampil bergaya bak seorang raja
Dengan busana yang bercahaya
Mobil limosin keluaran Eropa
Rambut dandanan warna menyala
Dengan kacamata hitam dari Amerika
Kalung emas melingkar sampai dada

Tanpa harta banyak orang menderita
Bekerja keras untuk mendapatkannya
Kesana kemari dihina dan dicerca
Seakan harta tidak berpihak kepadanya

Dengan harta
Banyak orang bergelimang dosa
Mulai dari korupsi, judi hingga narkoba
Sodok sini serobot sana
Menghalalkan segala cara
Seakan orang lain tidak berguna

Ingatlah !
Harga bukanlah segalanya
Ia hanyalah barang yang fana
Tidak akan dibawa masuk surga
Ia seperti burung terbang entah kemana
Seperti angin yang berlalu begitu saja

Harta akan menjadi berharga
Saat kita pakai berbagi sesama
Menunjukkan kasih yang nyata
Memperhatikan mereka yang terlunta

(Tunas Putra).

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

PUISI : Harapan dan Kerinduan

perjumpaan

perjumpaan

HARAPAN DAN KERINDUAN

Setiap perjumpaan
Selalu ada kenangan
Meski hanya sebuah senyuman
Rasanya susah dilupakan

Setiap perpisahan
Selalu ada harapan
Melepas kerinduan
Meski hanya sebuah impian

Marilah kita saling mendoakan
Agar setiap harapan dan kerinduan
Menjadi sebuah kenyataan

(Tunas Putra)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Mendung Diatas Ibu Kota

Jakarta mendung

Jakarta mendung

MENDUNG DI ATAS IBU KOTA

Mendung diatas ibu kota
Nampak kelam menutupi Jakarta
Hitam pekat menyelubungi anak bangsa
Satu dengan yang lain berebut tahta
Berambisi untuk dapat berkuasa
Saling menjatuhkan untuk menjadi Jawara
Mereka saling menghina
Saling mencaci dan mencerca
Panas membara di dunia maya
Bak perang besar Brantayuda

Lupa mereka adalah saudara
Lupa dasar negara Pancasila
Lupa kita adalah satu bangsa
Lupa kita adalah sesama

Mendung diatas ibu kota
Kapankah akan sirna?
Hidup rukun sebagai anak bangsa
Dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia

(Tunas Putra)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Luka Hati

hati yang terluka

hati yang terluka

LUKA HATI

Luka hati
Seakan tak mungkin terobati
Kian lama kian begitu nyeri
Serasa ditusuk-tusuk duri

Luka hati
Lebih dari ditikam belati
Lebih dari pada sakit gigi
Sakitnya setengah mati

Luka hati
Hanya akan dapat terobati
Dengan darah Yesus yang suci
Sebab untuk itulah IA rela mati

(Tunas Putra).

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Cinta Sejati

Cinta Sejati

Cinta Sejati

CINTA SEJATI

Cinta memang tidak bisa dibeli
Meski dengan sekranjang melati
Cinta memang tidak bisa ditukar
Meski dengan sekranjang mawar

Namun cinta dapat diberi
Tanpa minta balas budi
Itulah sebuah cinta sejati
Yang lahir dari dalam hati

Cinta suci menjadi sempurna
Saat Tuhan Yesus turut serta
Cinta tak kan membuat terluka
Karena Tuhanlah sumber cinta

(Tunas Putra)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Arti Tahun Baru

Tahun Baru

Tahun Baru

ARTI TAHUN BARU

Kembang api bersinar
Menari-nari menghiasi langit
Tanda tahun baru agar bersinar
Penuh harapan sukses setinggi langit

Suara terompet memekakkan telinga kanan kiri
Tanda saatnya interopeksi diri
Agar kegagalan masa lalu tak kan terulangi

Kalender berganti baru
Saatnya meninggalkan masa lalu
Membuat langkah-langkah pasti
Untuk meraih masa depan yang diberkati

(Tunas Putra).

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN: Om Telolet Om

telolet“Tiuplah sangkakala di Sion dan berteriaklah di gunung-Ku yang kudus! Biarlah gemetar seluruh penduduk negeri, sebab hari TUHAN datang, sebab hari itu sudah dekat”. Yoel 2:1.

“Om telolet om” adalah sebuah fenomena di akhir tahun 2016. Sebuah istilah sederhana, yang ditemukan oleh orang sederhana namun menjadi mendunia. Hingga ke ujung bumi fenomena ini membumi. Istilah itu adalah dari sebuah terompet bus, yang berbunyi “telolet”. Banyak orang tidak memahami hal ini. Atau menganggapnya itu hanya sebuah fenomena biasa. Namun tahukah saudara? Bahwa terompet atau dalam bahasa lain disebut sangkakala sudah sejak dipakai sejak dulu kala. Zaman Alkitab sangkakala sudah dipakai sejak zaman kitab Kejadian.

Sangkakala zaman dulu dipakai sebuah tanda. Apakah itu tanda peperangan, tanda bahaya, juga tanda kemenangan. Di dalam kitab Wahyu sangkakala juga dipegang oleh tujuh malaikat sebagai tanda akhir zaman, demikian juga sebelum itu dipakai untuk tanda kedatangan TUHAN. Hanya sebuah terompet “om telolet om” kini mendunia, sebagai tanda akhir zaman. Kedatangan TUHAN sudah dekat, seperti di tulis oleh Nabi Yoel. Saatnya kita berjaga-jaga waspada dan mempersiapkan diri. Fenomena “Om telolet om” bukanlah fenomena biasa, itu adalah terompet akhir zaman yang memperingatkan kita agar mempersiapkan diri untuk kedatangan TUHAN YESUS yang kedua kali.

Ingatlah kedatangan TUHAN YESUS yang kedua kali, setiap saudara mendengar terompet “om telolet om”. Amin. Dari KOTA SION YANG INDAH TUHAN YESUS memberkati Saudara..

(Tunas Putra)

Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : NKRI

NKRI

NKRI

NKRI adalah harga mati
Meski digoncang berkali-kali
Pernah di rong-rong oleh PKI
Namun Indonesia tetap berdiri

NKRI adalah harga mati
Dibawah kepemimpinan Jokowi
Indonesia sanggup berbenah diri
Mengatasi masalah dalam negeri

Indonesia kan tetap berdiri
Tak ada yang  menandingi
Karena Indonesia saat ini
Adalah biji mata Sang Illahi

(Tunas Putra)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar