Uncategorized

PUISI: ALLAH Penguasa Siang dan Malam

siang dan malam

Tuhan, seandainya ENGKAU adalah mentari
Betapa malangnya kehidupan malam tanpa-MU
Seandainya ENGKAU adalah rembulan
Bagaimana mereka yang hidup siang hari
Namun ENGKAU bukankah mentari
Yang hanya bersinar di siang hari
ENGKAU bukanlah rembulan
Yang hanya sanggup berseri di malam hari
ENGKAU adalah penguasa alam semesta
Pencipta siang dan malam
ENGKAU ada saat siang hari
ENGKAU berkuasa saat malam hari
ENGKAU adalah ALLAH bagi segala yang hidup
Sungguh ku bersyukur memiliki ALLAH seperti-MU

 

(Tunas Putra)

Iklan
Categories: Uncategorized | Tag: , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Teroris

Teroris

TERORIS

Enyahlah engkau para teroris
Dengan segala lagakmu yang bengis
Tindakanmu sungguh kejam dan sadis
Kau buat banyak orang hatinya teriris
Disana-sini terdengar suara menangis

Dalam Kitab Suci jalan hidupmu tertulis
Seakan hal itu sudah menjadi garis
Bahwa akhir zaman cinta kasih akan habis
Belas kasihan sudah hilang dan terkikis
Satu dengan yang lain akan saling sinis

Tetapi denganmu kami tak kan takut
Hati kami tak kan pernah merasa ciut
Karena kamu adalah para pengecut
Yang hanya suka membuat kita ribut

Kami siap untuk bersehati
Melawanmu teroris yang suka beraksi
Kami percaya kami tak kan pernah mati
Karena TUHAN pasti menyertai

(Tunas Putra)

 

Categories: Uncategorized | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Sepi

Sumber foto: agsapto.wordpress.com

Sepi
Koyo suryo kang kasaput mendung
Koyo rembulan katutup grahana
Wis ilang indahing kembang ing taman asri
Ora kaprungu suarane manuk nyanyi
Jangkrik-jangkrik podo wedi muni
Kodok-kodok podo ndelik ing kali
Peteng ndendet lelimengan
Tan ono lintang kang madangi

Sepi
Tekan kapan bakal nutupi ati
Tekan kapan bakal ngilangi ngimpi
Mung dadi lamunan kang nggegirisi
Ora gelem madangi ati kang lagi sepi

Sepi..oh…sepi…

Solo ing wayah wengi
Dening Tunas Putra

Categories: Uncategorized | Tag: , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Perjalanan Hidup

Foto: FB Surya Devy

Tahun baru terus berjalan

Mentari tak pernah ketinggalan

Bulan terus menerangi kegelapan

Demikian perjalanan kehidupan

 

Tak ada waktu untuk berhenti

Tak ada kesempatan undur diri

Tak ada alasan untuk tidak berlari

Semua harus dilewati

 

Itulah kehidupan

Akan memberi  kemenangan

Harapan yang jauh kedepan

Hidup kekal penuh kelimpahan

 

(Tunas Putra)

Categories: Uncategorized | Tag: , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Pitutur Ibu

Ibu

PITUTUR IBU

Ibu,
Pituturmu nentrem ake atiku
Pituturmu tansah nggondeli lakuku
Koyo-koyo aku ora bisa mlayu
Nilapke pituturmu

Tak remke mripatku
Soyo cetha ngawe-awe aku
Tak kipatke soyo banter kaprungu
Tak tinggalno ngganduli aku

Ibu,
Aku ora bisa nglalekke pituturmu
Pituturmu duwur ngungkuli langit kapitu
Jembar ngungkuli samudraning banyu
Jero ra bisa ka tuju

Ibu,
Aku tansah nuhoni
Pitutur ibu kang kawanti-wanti
Bondo donya ora digowo mati
Pangkat drajat ora nguripi
Klambi mung maesi
Omah bakal dadi lemah
Nanging,
Setya tuhu marang Gusti
Tresna mring sesami
Kang nggawa urip tentrem edi peni

Ngalamuning ati ing Sriwedari,
Wulan Pungkasan 2017.

(Tunas Putra)

Categories: Uncategorized | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Uang

uang 01

Uang

Uang

Membuat banyak orang meradang

Imannya satu persatu tumbang

Siang malam mabuk kepayang

Dan kasihnya mulai pada terbang

 

Uang

Karenanya tak ada malam atau siang

Semua gelap mata tak ada terang

Penuh derita tak ada senang

Damai sejahtera t’lah melayang

 

Janganlah cinta uang

Akar kejahatan akan berkembang

Pakailah membantu yang terbuang

Dan berkatmu tak kan pernah hilang

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani, Uncategorized | Tag: , , , , | Tinggalkan komentar

HIKMAT : Bekerja

kecerdasan_emosional_3

Bekerja di kantor

Bekerja, membuat kita kaya

Berkarya, mendatangkan harta

Berjuang, menjadikan kita pemenang

Berkreasi, tanda kemajuan diri

 

Banyak tidur, membuat kita hancur

Malas, harta kita akan terkuras

Pesimis, kekuatan kita akan menipis

Menunda, kesempatan akan sirna

 

Percaya Tuhan, tanda kita beriman

Percaya diri, tanda kita berani

Menabung, masa depan kita beruntung

Asuransi bukti kita berjaga-jaga diri

 

(Ki Jogo Sion)

Categories: Hikmat, Uncategorized | Tag: , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Cinta Gila

stress1

Stress

Mencintaimu membuat keriting rambutku

Merindukanmu membuat kian putih rambutku

Mengharapkanmu membuat ketombe memenuhi rambutku

Membayangkanmu membuat rontok rambut dikepalaku

 

Memimpikanmu membuat buta mataku

Menginginkanmu membuat tuli telingaku

Memikirkanmu membuat bisu mulutku

Mengingatmu selalu membuatku sakit flu

 

Namun,

Jika aku mengasihimu ada damai dihatiku

Jika aku mendoakanmu bercahaya wajahku

Jika aku berbagi denganmu tak habis berkatku

Karena kamu adalah sesamaku

Yang membuat hidup imanku

 

(Ki Jogo Sion).

Categories: Puisi Rohani, Uncategorized | Tag: , , , , , , | 1 Komentar

PUISI : Kayu Salib

Salib Yesus

Salib Yesus

Tergantung tubuhMU di atas salib kayu kasar

Bukti bahwa dosa umat manusia telah dibayar

Meski banyak umat manusia tidak mau sadar

Namun pengorbananMU tetap yang terbesar

 

Mengalir darahMU yang suci ke atas bumi

Bukti bahwa ENGKAU rela mengampuni

Meski umat manusia tidak mau intropeksi

Namun pengorbananMu tetap berarti

 

ENGKAU rela mati dengan cara hina

Agar manusia menerima hidup mulia

KAU tinggalkan tahtaMU di surga

Agar manusia dapat masuk surga

 

(Gembala Sion)

Categories: Uncategorized | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

HIKMAT : Untuk Maju

Mengapa kita terpaku pada masa lalu yang telah berlalu, yang kan membuat hati kita kian beku.
Pandanglah masa depan yang memberi harapan akan indahnya kehidupan yang penuh kebahagiaan
Tusshar Kapoor looking sadMengapa kita terpaku pada masalah yang membelenggu, yang kan membuat hidup kita tidak maju dan hati kita kian pilu
Pandanglah jalan yang terbuka, yang kan membawa hidup kita penuh sukacita jauh dari derita
Mengapa kita meradang pada barang yang tlah hilang, membuat banyak waktu terbuang, tak ada rasa riang.
Pandanglah hal-hal yang tersisa, yang diberikan Yang Maha Kuasa, yang masih banyak yang berharga dan sangat berguna untuk hidup kita.
Mengapa kita terlena terhadap hal-hal yang memanja, membuat semua sia-sia dan tak berguna.
Pandanglah hal-hal yang abadi, yang membuat hidup kita lebih berarti, kan mengantar kita ke surga nanti, tuk bertemu Bapa Surgawi.

(Gembala Sion)

Categories: Uncategorized | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar