Puisi Rohani

PUISI : Allah Menyediakan

???????????Tak semudah yang kubayangkan

Tak semulus yang ku pikirkan

Tak secerah yang kuharapkan

Dan tak seindah yang kuimpikan

 

Semua butuh sebuah pengorbanan

Semua harus diperjuangkan

Semua melalui sebuah penderitaan

Semua tak ada orang menyediakan

 

Karena,

Pengorbanan adalah modal kesuksesan

Perjuangan adalah  bukti dari iman

Penderitaan adalah suatu kebanggaan

Lalu, baru semua akan ALLAH sediakan

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Jadilah Kamu

embun 06Jadilah seperti embun pagi yang menyejukkan

Saat sesamamu sedang mengalami kekeringan

 

Jadilah seperti mentari yang menghangatkan

Saat sesamamu sedang mengalami kedinginan

 

Jadilah seperti rembulan yang menerangi malam

Saat sesamamu sedang mengalami kegelapan

 

Jadilah seperti bintang yang menghiasi malam

Saat sesamamu sedang merasakan kegalauan

 

Jadilah seperti batu karang di tengah lautan

Saat sesamamu membutuhkan perlindungan

 

Jadilah seperti bunga yang mengiasi taman

Saat sesamamu sedang merasakan kegersangan

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

PUISI : Mata Hati

mata hati 2Hati dapat melihat apa yang tak nampak di mata

Hati dapat mendengar apa yang tidak bersuara

Hati dapat berbicara, meski mulut kita tak berkata

Hati dapat merasakan apa yang tidak bisa diraba

 

Mata hati melihat apa yang tersembunyi

Suara hati lebih keras hingga ke tahta suci

Kepalsuan dibuat dalam penampilan diri

Namun hati memancarkan yang asli

 

Jagalah hati terhadap segala kewaspadaan

Sebab dari situlah terpancar kehidupan

Jangan biarkan hatimu dipermainkan perasaan

Sebab dari hatilah iman dapat dipertahankan

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Hati

hati 2Hati memang sebuah misteri

Tiada seorangpun dapat memahami

Kecuali hanya Bapa Surgawi

Dan diri sendiri

 

Hati yang kuat membuat kita tak kan terjerat

Hati yang lemah akan membuat kita kalah

Hati yang lembut banyak orang menyambut

Hati yang keras membuat kita beringas

 

Milikilah hati seperti Bapa Surgawi

Kamu akan menikmati sukacita Illahi

Hidup selalu diberkati

Sampai hidup kekal abadi

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tags: , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Sinar Mata

mata sinarSinar mata yang bening tanda ada sukacita

Sinar mata yang suram tanda ada dukacita

Sinar mata yang lembut tanda ada cinta

Sinar mata yang tajam tanda hati dendam

 

Sinar mata yang teduh memikat hati

Sinar mata yang keruh membuat benci

Sinar mata yang jernih tanda hatinya bersih

Sinar mata yang kering tanda berkatnya kering

 

Sinar mata ALLAH teduh bagi mereka yang berteduh

Tajam bagi mereka yang jahat dan kejam

Menembus jantung hati bagi mereka yang menanti

Sejuk bagi mereka yang hatinya sakit dan remuk

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tags: , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Seperti

alkitab 2Hati yang di sinari Firman TUHAN

Akan seperti bintang di tengah malam

Yang tidak takut akan kegelapan

Setia menerangi sepanjang malam

 

Hidup yang dekat BAPA SURGAWI

Akan bersinar seperti mentari

Tidak takut awan menutupi

Namun berseri sepanjang hari

 

Iman yang di dasarkan kepada TUHAN

Akan seperti pohon beringin

Yang tidak tumbang diterpa angin

Menjadi naungan saat panas dan dingin

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Seandainya

seandainyaSeandainya tak ada mentari

Betapa gelapnya siang hari

Tak ada bunga-bunga berseri

Tak ada pula embun di pagi

 

Seandainya tak ada rembulan

Betapa gelap suramnya malam

Indahnya malam tak jadi kenangan

Tak ada cerita roman picisan

 

Seandainya tak ada cinta

Betapa hambarnya rasa

Setiap hari hanya merana

Tak ada rindu yang membara

 

(Ki Jogo Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Bunga Melati

bunga melatiBunga melati

Berseri setiap pagi

Harum semerbak mewangi

Memikat setiap hati

Menghiasi taman-taman asri

 

Bunga melati

Segera layu oleh sinar mentari

Kering dan kemudian mati

Tak ada lagi keindahan yang dimiliki

Tak ada pula yang abadi

 

Bunga Surgawi

Berseri di dalam hati

Berbunga setiap hari

Menghiasi setiap pribadi

Kekal abadi sampai nanti

 

(KI Jogo Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tags: , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Indahnya

bunga mentari 02bIndahnya bunga hanya mekar sementara

Indahnya mentari hanya bersinar sehari

Indahnya bulan saat malam tak ada awan

Indahnya pelangi tak muncul setiap hari

 

Indahnya senyuman jika dimiliki orang menawan

Indahnya bola mata jika bersinar penuh rasa cinta

Indahnya perkataan jika dari orang yang dirindukan

Indahnya rayuan jika diucapkan penuh perasaan

 

Indahnya kasih Yesus bagi orang yang ditebus

Indahnya kehidupan karena Yesus tak meninggalkan

Indahnya beriman karena Yesus selalu berkenan

Indahnya dalam TUHAN karena ada keselamatan

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Pahlawan Tak Dikenal

pahlawan tak dikenalDarahmu telah menjadi batas wilayah ibu pertiwi

Nyawamu telah menjadi dasar kemerdekaan negeri

Ragamu telah tertanam di pusaran bumi

Membentuk sebuah kata “INDONESIA MERDEKA”

 

Tak ada yang mengenal besarnya pengorbananmu

Tak ada yang mencatat hebatnya perjuanganmu

Tak ada monumen yang mengukir namamu

Tak ada pula anak cucu yang memperingatimu

 

Hanya tumpah darah yang telah menjadi saksi bisu

Kibaran merah putih yang tiada henti memanggilmu

Terima kasih para pahlawan kemerdekaan bangsaku

Semoga TUHAN menyediakan tempat bagimu

 

(Ki Jogo Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

Blog di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 107 pengikut lainnya.