Puisi Rohani

PUISI : Laki-laki

keluarga

LAKI-LAKI

Laki-laki nampak gagah dan berani
Bukan penakut seperti seorang banci
Rajin bekerja keras setiap hari
Demi kesejahteraan anak dan istri

Laki-laki seorang imam bagi rumah tangga
Membangun sebuah mezbah keluarga
Membawa anggota keluarga setia berdoa
Mengajak belajar Firman Tuhan senantiasa

Laki-laki tidak takut mati
Meski pencobaan bertubi-tubi
Berjuang dengan gigih sekali
Sampai akhir hayat nanti

(Tunas Putra)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Harta

harta

harta

HARTA

Dengan harta banyak orang merasa bahagia
Tampil bergaya bak seorang raja
Dengan busana yang bercahaya
Mobil limosin keluaran Eropa
Rambut dandanan warna menyala
Dengan kacamata hitam dari Amerika
Kalung emas melingkar sampai dada

Tanpa harta banyak orang menderita
Bekerja keras untuk mendapatkannya
Kesana kemari dihina dan dicerca
Seakan harta tidak berpihak kepadanya

Dengan harta
Banyak orang bergelimang dosa
Mulai dari korupsi, judi hingga narkoba
Sodok sini serobot sana
Menghalalkan segala cara
Seakan orang lain tidak berguna

Ingatlah !
Harga bukanlah segalanya
Ia hanyalah barang yang fana
Tidak akan dibawa masuk surga
Ia seperti burung terbang entah kemana
Seperti angin yang berlalu begitu saja

Harta akan menjadi berharga
Saat kita pakai berbagi sesama
Menunjukkan kasih yang nyata
Memperhatikan mereka yang terlunta

(Tunas Putra).

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

PUISI : Harapan dan Kerinduan

perjumpaan

perjumpaan

HARAPAN DAN KERINDUAN

Setiap perjumpaan
Selalu ada kenangan
Meski hanya sebuah senyuman
Rasanya susah dilupakan

Setiap perpisahan
Selalu ada harapan
Melepas kerinduan
Meski hanya sebuah impian

Marilah kita saling mendoakan
Agar setiap harapan dan kerinduan
Menjadi sebuah kenyataan

(Tunas Putra)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Mendung Diatas Ibu Kota

Jakarta mendung

Jakarta mendung

MENDUNG DI ATAS IBU KOTA

Mendung diatas ibu kota
Nampak kelam menutupi Jakarta
Hitam pekat menyelubungi anak bangsa
Satu dengan yang lain berebut tahta
Berambisi untuk dapat berkuasa
Saling menjatuhkan untuk menjadi Jawara
Mereka saling menghina
Saling mencaci dan mencerca
Panas membara di dunia maya
Bak perang besar Brantayuda

Lupa mereka adalah saudara
Lupa dasar negara Pancasila
Lupa kita adalah satu bangsa
Lupa kita adalah sesama

Mendung diatas ibu kota
Kapankah akan sirna?
Hidup rukun sebagai anak bangsa
Dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia

(Tunas Putra)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Luka Hati

hati yang terluka

hati yang terluka

LUKA HATI

Luka hati
Seakan tak mungkin terobati
Kian lama kian begitu nyeri
Serasa ditusuk-tusuk duri

Luka hati
Lebih dari ditikam belati
Lebih dari pada sakit gigi
Sakitnya setengah mati

Luka hati
Hanya akan dapat terobati
Dengan darah Yesus yang suci
Sebab untuk itulah IA rela mati

(Tunas Putra).

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Cinta Sejati

Cinta Sejati

Cinta Sejati

CINTA SEJATI

Cinta memang tidak bisa dibeli
Meski dengan sekranjang melati
Cinta memang tidak bisa ditukar
Meski dengan sekranjang mawar

Namun cinta dapat diberi
Tanpa minta balas budi
Itulah sebuah cinta sejati
Yang lahir dari dalam hati

Cinta suci menjadi sempurna
Saat Tuhan Yesus turut serta
Cinta tak kan membuat terluka
Karena Tuhanlah sumber cinta

(Tunas Putra)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Arti Tahun Baru

Tahun Baru

Tahun Baru

ARTI TAHUN BARU

Kembang api bersinar
Menari-nari menghiasi langit
Tanda tahun baru agar bersinar
Penuh harapan sukses setinggi langit

Suara terompet memekakkan telinga kanan kiri
Tanda saatnya interopeksi diri
Agar kegagalan masa lalu tak kan terulangi

Kalender berganti baru
Saatnya meninggalkan masa lalu
Membuat langkah-langkah pasti
Untuk meraih masa depan yang diberkati

(Tunas Putra).

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : NKRI

NKRI

NKRI

NKRI adalah harga mati
Meski digoncang berkali-kali
Pernah di rong-rong oleh PKI
Namun Indonesia tetap berdiri

NKRI adalah harga mati
Dibawah kepemimpinan Jokowi
Indonesia sanggup berbenah diri
Mengatasi masalah dalam negeri

Indonesia kan tetap berdiri
Tak ada yang  menandingi
Karena Indonesia saat ini
Adalah biji mata Sang Illahi

(Tunas Putra)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI: Marah, Cemberut, Tertawa

marah

marah

Marah
Marah membuat seseorang naik darah
Tujuan yang dicapai kian tak terarah
Dapat membawa situasi kian parah
Dan perasaan nampak begitu susah

Cemberut
Membuat hati kian terasa kalut
Guratan wajah nampak begitu ciut
Perasaan ikut terasa begitu hanyut
Dalam masalah yang tak mau surut

Tertawa
Membuat hati kita nampak sukacita
Pancaran wajah nampak begitu muda
Hidup bergelora penuh bahagia
Seakan kita tak kan pernah binasa

(Tunas Putra)

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Badai Hidup

badai hidup

badai hidup

BADAI HIDUP

Saat badai hidup menendang
Hati kita mulai terasa bimbang
Jiwa kian nampak tergoncang
Seakan segalanya akan tumbang

Kedua kaki tak lagi kuat berdiri
Semua sendi-sendi terasa nyeri
Lemas tak berdaya seakan mati
Detak jantung terasa berhenti

Namun,
YESUS adalah sumber kekuatan
TanganNya kan memb’ri pertolongan
Bagi mereka yang membutuhkan
Hingga kita memperoleh kemenangan

(Tunas Putra).

Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar