PUISI: Masih Ada Harapan

Merangkak

Ketika kau sudah tidak mampu berlari
Kau masih bisa berjalan
Ketika kau sudah tidak sanggup berjalan
Kau masih bisa mencoba merangkak
Ketika kau sudah tidak kuat merangkak
Kau masih bisa berdoa
Ketika kau sudah tidak bisa lagi berdoa
Roh Kudus akan membantu berdoa
Dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan

(Tunas Putra).

PUISI: Hidup Yang Berpengharapan

Hidup Semangat

Hidup ini memang kadang menyakitkan.
Dengan berbagai himpitan persoalan.
Yang susah untuk dilupakan.
Masa lalu yang penuh dengan kepahitan.
Masa kini yang penuh dengan beban.
Demikian pula masa depan yang belum ada persiapan.

Hidup ini juga kadang menyenangkan.
Melihat alam semesta yang mengagumkan.
Teman-teman yang memberi perhatian.
Kadang juga pengalaman-pengalaman indah yang mewarnai kehidupan.

Namun, apapun keadaan.
Hidup ini tetap memiliki pengharapan.
Pengharapan akan penyertaan Tuhan.
Pengharapan akan hidup berkelimpahan.
Dan pengharapan akan keselamatan.

(Tunas Putra).

PUISI : Dermaga Kehidupan

Dermaga

DERMAGA KEHIDUPAN

ENGKAULAH dermaga hidupku,

Tempat imanku berlabuh,

Melepas penat dari perjalanan jauh

 

ENGKAULAH  dermaga hatiku,

Tempat aku membuang sauh,

Dan segala bebankupun kan ku taruh

 

Lautan kehidupan yang luas telah aku arungi

Gelora badai topan telah aku lalui

Semua tak kan membuatku hilang nyali

Karena ENGKAULAH pengharapan yang pasti

 

PadaMU hatiku percaya,

Hidupku tak kan sia-sia

Dermaga surga telah tersedia,

Saat aku meninggalkan dunia fana

 

Kini, kan ku dayung perahuku,

Menuju dermaga yang ku tuju

Tak ku takut badai topan menderu,

Ku tahu tanganNYA erat memegangku

 

(Tunas Putra).

PUISI : Saat Kita Sendiri

Sendiri

SAAT KITA SENDIRI

Saat kita sendiri

Mungkin kita baru menyadari

Betapa kebersamaan itu sangat berarti

Harta tak sanggup menjadi pengganti

Hewan kesayangan tak sanggup menemani

Indahnya alam pun tak sanggup menghibur diri

Uang berlimpah yang kita miliki

Tak  kan sanggup mengerti

Kesunyian yang menyiksa diri

Saat kita sendiri

Hendaklah kita menyadari

Ada TUHAN yang selalu menyertai

Yang tak kan mungkin di batasi

Oleh tempat atau situasi kondisi

Percayalah kepada BAPA SURGAWI

IA tak kan pernah membiarkan kamu sendiri

IA kan selalu di sisi

Sampai akhir hidupmu nanti

(Tunas Putra)

PUISI : Sundal

Sundal

SUNDAL

Mengumbar nafsu dengan para lelaki binal

Bercinta dengan orang-orang tak dikenal

Tak peduli perbuatan itu haram atau halal

Rela berkorban meski harus bayar mahal

Kehormatan dan harga diri murah dijual

 

SUNDAL

Baginya yang penting memuaskan nafsu

Siang dan malam tak mengenal waktu

Lupa tugas kewajiban sudah memburu

Lupa sanak keluarga sudah menunggu

 

SUNDAL

Sampai kapankah engkau akan berhenti

Menggunakan tubuh untuk yang tak berarti

Bertobatlah! Kembali pada Bapa Surgawi

Agar engkau menerima kemuliaan abadi

 

(Tunas Putra)

PUISI : Meregang Nyawa

Meninggal

MEREGANG NYAWA

Meregang nyawa meninggalkan dunia fana
Berpisah dengan orang-orang yang di cinta
Tidak membawa harta benda yang di punya
Melepaskan raga tempat naungan sang jiwa

Meregang nyawa menghadap yang kuasa
Mempertanggungjawabkan segala dosa
Amal perbuatan selama hidup di dunia
Tidak ada seorangpun yang menolongnya

Semua orang akan meregang nyawa
Baik laki-laki perempuan tua dan muda
Persiapkanlah dirimu meregang nyawa
Agar nantinya kamu dapat masuk surga

(Tunas Putra).

PUISI : Indonesiaku

Raja Ampat

INDONESIAKU

Betapa cantiknya Indonesiaku
Zamrud katulistiwa melingkar di lehermu
Indahnya Raja Ampat menghiasi pipi kananmu
Manisnya Danau Toba menghiasi pipi kirimu
Kepulauan Wakatobe menjadi tahi lalatmu
Berjambang nyiur melambai di sepanjang pantai

Betapa cantiknya Indonesiaku
Berbaju zirahkan merah menyala
Bawahan yang nampak putih bersih
Berkasutkan Papua dari emas murni
Terbang sbagai Garuda yang gagah berani
Menaungi ribuan suku dan bahasa nusantara

Betapa cantiknya Indonesiaku
Senyum manis slalu tersungging di bibirmu
Mata yang bening dari luasnya lautan biru
Dikelilingi lekuk gunung-gunung menjulang tinggi
Dalam ayunan tarian yang lemah gemulai
Diiringi gema lagu-lagu daerah yang merdu
Itulah satu Indonesiaku

(Tunas Putra)

PUISI : Dendam Kesumat

Dendam

Dendam kesumat

Membuat kita menjadi sekarat

Penyakit yang tak mau minggat

Hari demi hari kian melarat

Hilang pengharapan dan semangat

 

Dendam kesumat

Membuat kuasa gelap mengikat

Hidup kita menjadi singkat

Kematianpun kian mendekat

Hingga hidup kita penuh laknat

 

Melepas dendam kesumat

Akan menjadikan iman kuat

Kita akan kelimpahan berkat

Kasih Tuhan terasa dahsyat

Hidup kita menjadi sangat hebat

 

Tunas Putra

PUISI : Berjalan Bersama Tuhan

Jalan bersama Yesus

Berjalan bersama Tuhan

Malam tak kan ada kegelapan

Mendung tak kan turun hujan

Siang tak kan membuat kepanasan

 

Berjalan bersama Tuhan

Saat kering tak kan ada kelaparan

Saat tua tak kan ada kesakitan

Saat pergi kan ada penyertaan

Saat sendiri tak kan ada kesepian

 

Berjalan bersama TUHAN

Kan selalu ada kelimpahan

Perjalanan kan mencapai tujuan

Damai sejahtera kan senantiasa dirasakan

Saat di panggil TUHAN rumah sudah disiapkan

 

(Tunas Putra)

PUISI : Malam

malam

MALAM
Engkau berdiri jauh dari mentari
Menghembuskan suasana sunyi
Berselimutkan seribu satu mimpi
Dalam sejuta kenangan yang terlewati

MALAM
Wajahmu cantik berhiaskan bulan
Bertaburan indahnya bintang-bintang
Dikelilingi tarian kunang-kunang
Dalam kemegahan alam semesta
Memancarkan kuasa Sang Illahi
Yang tak mungkin tertandingi

MALAM
Dekaplah aku dalam pelukanmu
Agar hari-hariku indah bersamamu
Istirahat dalam belaian lembut tanganmu
Menyambut hari baru
Yang TUHAN bri dalam hidupku

(Tunas Putra)