Puisi Rohani

PUISI : Jalan Salib (2)

Jalan  pikul salib

Yesus pikul salib

Mahkota-MU adalah duri tajam yang melingkar

Hiasan di tubuh-MU adalah merah darah segar

Minum-MU adalah anggur asam yang hambar

Pengiring-MU adalah para serdadu yang kasar

Tak ada yang mau peduli

Tak ada yang mau mengerti

Semua murid-MU melarikan diri

ENGKAU berjuang seorang diri

Menanggung cerca dan caci maki

Seakan ENGKAU tak ada arti

Kini jalan salib membawa kemenangan

Pintu kemuliaan telah dibukakan

Bagi yang manusia tersedia keselamatan

Oleh karena jalan salib Yesus TUHAN

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

PUISI : Hari Raya Nyepi

Perayaan Hari Raya Nyepi

Perayaan Hari Raya Nyepi

Hari raya Nyepi

Saatnya kita menenangkan diri

Belajar mengendalikan diri

Mendekat Bapa Surgawi

 

Hari raya Nyepi

Saatnya kita intropeksi diri

Menjauhkan kesibukan duniawi

Tuk memperoleh berkat Illahi

 

Hari raya Nyepi

Membiarkan semua lampu mati

Tuk melihat cahaya penguasa bumi

Dalam damai sejahtera di hati

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

PUISI : Penyertaan Tuhan

Sendiri

Sendiri

Kadang kita merasa sendiri

Seakan tak ada yang peduli

Tak ada yang mau mengerti

Semua seakan sudah pergi

 

Kadang kita merasa ditinggalkan

Saat kita jaya semua memperhatikan

Saat kita jatuh semua mengabaikan

Seakan semua tak membutuhkan

 

Namun, pernahkah kau sadari

Bahwa ada TUHAN menyertai

Meski semua orang pergi

Penyertaan TUHAN tetap abadi

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tags: , , , , , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

PUISI : Jalan Salib

Jalan Salib

Jalan Salib

LangkahMU tertatih menuju salib Golgota

Dengan badan penuh luka sayatan aniaya

Darah mengalir tercecer dimana-mana

Demi untuk keselamatan manusia

 

Pedih dan perih pasti terasa

Berkorban tuk menghapus dosa

Tak ada seorang yang membela

Semua mencerca dan mencela

 

Kini KAU telah rela mati

Tiga hari bangkit kembali

Hidup kekal telah diberi

Bagi mereka yang mengimani

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

PUISI : Tabur Tuai

Tabur tuai

Tabur tuai

Menabur berkat kan menuai berkat

Kan senantiasa lepas dari laknat

Hidupnya tak kan pernah sekarat

Keturunannya tak kan melarat

 

Menabur kasih kan menuai kasih

Hatinya kan selalu terjaga bersih

Hidupnya tak kan pernah tersisih

Jika terjatuh kan segera pulih

 

Menabur kejahatan kan menuai kejahatan

Hidupnya dekat dengan kesialan

Langkahnya penuh dengan kegagalan

Usahanya selalu dalam kehancuran

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

PUISI : Biji Mata Tuhan

"Mata Tuhan" oleh NASA

“Mata Tuhan” oleh NASA

TUHAN

Jangan Kau biarkanku seperti sampah

Orang anggapku sebagai barang murah

Penuh caci maki dan sumpah serapah

Setiap orang menilaiku begitu rendah

 

Seakan ku bukan lagi seorang manusia

Yang layak menerima sebuah cinta

Untuk membuatku hidup bahagia

Atau kasih sayang layaknya sesama

 

Namun ku percaya dan tak kan ragu

Aku berharga dan mulia dimata-MU

Hingga KAU kan selalu melindungiku

Seperti layaknya biji mata-MU

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

PUISI : Janda

janda

janda

Susahnya menjadi janda

Siang malam sendiri saja

Untuk makan harus bekerja

Tak ada yang kasih uang belanja

 

Susahnya menjadi janda

Menjadi gosip sini sana

Seakan menghalalkan segala cara

Untuk mendapatkan seorang pria

 

Susahnya menjadi janda

Mau memberontak apa daya

Namun bersyukur kepada Yang Kuasa

DIA memelihara para janda

Dan menjadi suami yang setia

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tags: , , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

PUISI : Air Mata

air mata 1

air mata

Air mata

Teman setia dalam duka

Menemani saat merana

Lembut membelai saat lara

Namun sembunyi saat suka

 

Air mata

Tempat berbagi rasa

Mengobati hati yang luka

Membuat hati jadi lega

Mengalir deras dari mata

 

Air mata

Memancarkan sejuta rasa

Dalam berjuta bahasa duka

Terima kasih air mata

Engkaulah sahabat setia

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

PUISI : Dibalik Jeruji Besi

penjara 1Hidup dibalik jeruji besi

Sungguh terasa makan hati

Tak ada teman mengunjungi

Atau menyatakan simpati

 

Hidup dibalik jeruji besi

Semua orang seakan membenci

Keluarga tak lagi mengasihi

Dibuang seakan hidup sendiri

 

Hidup dibalik jeruji besi

Mau menjerit tak ada yang mengerti

Mau menangis tak ada yang memahami

Semua hanya disimpan dalam hati

 

Hidup dibalik jeruji besi

Hanya doa dipanjatkan tiada henti

Kiranya Tuhan selalu memberkati

Memberi kekuatan setiap hari.

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

PUISI : Saat Sakit

sakit 3Saat kita sakit

Kita akan menjerit

Kasih Tuhan terasa sedikit

Hinga kita digigit penyakit

 

Sesungguhnya,

Tuhan ijinkan kita istirahat

Tuk melepas semua penat

Merasakan Tuhan begitu dekat

Membuang semua laknat

 

Terimalah sakit dengan bersyukur

Kuasa Tuhan tak terukur

Ia tak kan biarkan kau hancur

Namun Ia kan setia menghibur

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tags: , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 110 pengikut lainnya.