Prosa

PUISI : Tahun Baru

2016

2016

Lembar tahun baru tlah terbuka

Saatnya kita mempersiapkan pena

Melalui langkah hidup yang nyata

Menghiasi lembar hidup yang tersedia

 

Masa lalu tak mungkin kembali

Semua telah terlewati

Yang kan menjadi prasasti

Yang terukir abadi dalam hati

Agar kita selalu hati-hati

Karena masa depan penuh misteri

 

Marilah kita songsong tahun baru

Dengan hati yang tak pernah ragu

 

(Gembala Sion)

Iklan
Categories: Prosa | Tag: , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PROSA : Kematian Kristus

Yesus disalib

Yesus disalib

Balada Kristus di atas Kalvari, bukanlah sebuah misteri. Sebab ini adalah wujud kasih ALLAH yang tak terperi. Bukan karena DIA yang rela mengorbankan diri, namun juga oleh karena berani mati. Demi keselamatan kekal abadi. Kematian-NYA untuk mengampuni, Pengorbanan-NYA untuk seluruh umat manusia di bumi. Kasih-NYA tak mungkin tertandingi, oleh karena DIA tak menuntut balas budi.

Marilah kita mawas diri! Sudahkah kematian Kristus memiliki arti bagi kehidupan kita setiap hari?. DIA yang sekarang hidup dalam hati. Memancarkan kasih-NYA yang suci, yang tak kan pernah berhenti, sampai kita bertemu dengan DIA di surga nanti.

Selamat menyambut Hari Paskah, terimalah kasih ALLAH yang tercurah, sebagai sebuah anugrah dalam hidup kita yang indah. Amin.

(Gembala Sion).

Categories: Prosa | Tag: , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

PROSA : Coblosan

coblosanCobloslah pilihanmu dengan tepat

Datang ke TPS janganlah terlambat

Langkahkan kakimu penuh semangat

Jadikan Pilpres tahun ini dahsyat

Dapatkan presiden yang hebat

Yang tidak menyengsarakan rakyat

Para buruh tidak akan sekarat

Sanggup mengentaskan yang melarat

Mengangkat yang lemah menjadi kuat

Menjadikan bangsa Indonesia bermartabat

 

(Gembala Sion)

Categories: Prosa | Tag: , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PROSA : Dekat Dengan Tuhan

sendiri sepiTuhan aku ingin sendiri. Jauh dari kesibukan, jauh dari kebisingan, jauh dari hiruk pikuknya dunia ini. Aku ingin menyepi, tuk mendekat kepadaMU. Aku ingin mendengar suaraMU. Yang terdengar jernih di telingaku. Kebisingan dunia telah memekakkan telingaku. Kesibukan dunia telah menutup telingaku. Hiruk pikuknya dunia, telah membuat ku tak mendengar suaraMU.

Kini, aku rindu mendengar suaraMU yang lembut merdu. Aku ingin mengetahui setiap rencanaMU dalam jalan hidupku. Tak ingin jauh dariMU. Tak ingin aku lepas dariMU. Aku ingin menikmati indahnya perseketuan denganMU. Dengan Firman-FirmanMU yang memberi damai hatiku. Dengan hadiratMU yang menentramkan jiwaku. Dekat dengan dunia membuat aku gila, namun dekat denganMU membuatku bahagia, Amin.

(Gembala Sion)

Categories: Prosa | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PROSA : Damai

sungai 2Damai itu seperti air jernih, yang mengalir menyejukkan hati yang sedang gerah.
Damai itu seperti sinar bulan purnama di waktu malam cerah, yang menghias hati yang sedang gundah
Damai itu seperti bintang-bintang yang menghiasi malam gelap yang sepi, yang menerangi hati yang sedang sendiri.
Damai itu seperti mentari yang berseri di waktu pagi di musim semi, yang menerangi hati yang sedang merana.
Damai itu seperti embun pagi yang menetes di dedaunan yang menyejukkan hati yang gelisah
Damai itu seperti bunga-bunga yang bermekaran di taman hati yang menyejukkan mata hati yang gersang.
Damai itu seperti angin yang berhembus sepoi di waktu siang hari, yang menyejukkan hati yang sedang panas
Damai itu seperti awan hitam yang tersapu, berubah menjadi langit cerah, yang menyapu hati yang sedang resah
Damai, damai, damailah hatiku selalu !

(Gembala Sion)

 

Categories: Prosa | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PROSA : Paskah

merayakan paskahPerayaan Paskah telah dekat, saatnya kita mengingat, bagaimana TUHAN YESUS tersayat. Paskah tinggal beberapa hari lagi, saatnya kita mempersiapkan diri, merayakan Paskah yang suci. Tak ada lagi alasan, kita melupakan, sebuah pengorbanan, yang sanggup menyelamatkan. DIA disalibkan agar kita diselamatkan. DIA mati, agar kita diampuni. DarahNYA tertumpah, agar kita berserah. Penuh dengan bilur-bilur agar dosa kita hancur. IA bangkit dari kematian, untuk sebuah kemenangan. DIA naik ke surga, menyediakan tempat bagi kita. Saatnya kita bersyukur, jangan takabur. Semoga Paskah tahun ini, kita diberkati. Amin.
(Gembala Sion)

Categories: Prosa | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PROSA : Malam Paskah

berjalan malamKu lihat rembulan itu tersenyum padaku, dalam keremangan senja yang kian memudar. Ku dengar sayup-sayup lonceng gereja mulai terdengar, mengusik hati, terasa kian menggetarkan jiwa. Itulah menjelang malam ibadah Paskah. Tak terasa kakiku melangkah kian mendekat, pada gereja kecil itu. Baru kusadari telah sekian lama aku tak pernah ke gereja. Entah dorongan dari mana aku tak tahu. Malam Paskah ini aku begitu rindu datang ke gereja. Ku lihat beberapa teman lamaku, juga nampak berjalan menuju gereja. Aku berharap malam Paskah ini menjadi sangat berarti bagiku. Bukan saja oleh karena aku mulai sadar pergi ke gereja, namun juga merupakan awal pertobatanku, untuk meninggalkan masa laluku yang kelam, dan memulai kehidupan baru. Masa laluku telah menggoreskan kesakitan yang begitu mendalam. Memberi banyak catatan dalam setiap langkah perjalanan hidupku yang kelam. Rasanya begitu hitam, pahit dan menyakitkan. Mungkin inilah yang mendorongku untuk kembali mendekat kepada TUHAN.

Teringat masa remajaku, seakan begitu indah, saat dekat dengan TUHAN. Namun kekayaan, pangkat dan jabatan telah membuat aku melupakan segalanya. Keindahan dunia yang begitu memikat hatiku, ternyata tidak memberi kebahagiaan kepadaku. Fasilitas yang mewah tidak memberi sukacita kepadaku. Kini semua hancur, tinggal aku sendiri, bahkan orang-orang yang aku kasihipun meninggalkanku. Oh, TUHAN, biarkan kematianMU di kayu salib, kan memberi pengampunan kepadaku. Bahkan kebangkitanMU dalam Paskah ini, memberi kemenangan untuk pulihkan segenap hidupku. Meski hanya sisa waktu yang aku miliki, namun kiranya ENGKAU berkenan mamakaiku untuk pekerjaanMU. Terima kasih TUHAN YESUS, aku percaya tanganMU masih terbuka untukku. Terimalah diriku ini. Amin.

(Ki Jogo Sion).

Categories: Prosa | Tag: , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PROSA : Penyaliban Tuhan Yesus

Yesus disalib 3Pagi kelabu. Saat langkah-langkah TUHAN YESUS mulai nampak lemah lesu. Diiringi cambuk bertalu-talu. Menggores seluruh wajah dan bahu. Menyiratkan penderitaan yang penuh pilu. Dan kesakitan yang penuh sendu. Tetesan darah menjadi saksi bisu atas penganiayaan yang mengharu biru. Cercaan dan hinaan kian terdengar meyayat kalbu.

Pedih, perih, nafas seakan tertindih, rintihanpun terdengar lirih. Murid-muridpun mulai menyisih. Tak ada yang mengenal kasih.

Wajah-wajah nampak penuh kebencian, teriakan-teriakan terdengar penuh dendam. Disana-sini terdengar hujatan. Seakan-akan TUHAN YESUS layak menerima hukuman. Sebagai balasan atas perbuatan. Tak ada pertolongan. Tak ada belas kasihan. Hanya teriakan “salibkan !”

Tak ada yang mengerti. Semua mata telah memejamkan diri. Kegelapan telah menyelimuti setiap hati. Hingga murid-muridpun lebih baik melarikan diri. Dari pada mengorban diri.

Dua ribu tahun telah terlewati. Namun penyaliban TUHAN YESUS masih terus terjadi. Tak ada kasih sejati. Mereka saling mengkhianati. Saling membenci. Taka ada yang saling memberi. Menunggu janji TUHAN digenapi. Namun hidup mereka tidak tulus suci. Berbuat dosa setiap hari. Hingga kegelapanpun kian menyelimuti bumi.

Paskah adalah tanda. Agar setiap mata terbuka. Bahwa keselamatan masih tersedia. Bagi mereka yang percaya. TUHAN YESUS adalah Juru Selamat dunia.

(Gembala Sion)

Categories: Prosa | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PROSA : Kasih Setia Tuhanku

YASHICA Digital CameraFajar merekah, kala malam beranjak pergi. Pelan-pelan kegelapan mulai terhapus, oleh indahnya senyum mentari.  Diiringi nyanyian burung kenari, ku terjaga dari lelapnya mimpi-mimpi yang tak pasti. Bersama lambaian sejuknya embun yang membungkus pagi. Nampak bunga-bungapun mulai bersemi. Tarian kupu-kupu yang tak mau berhenti mengukir indahnya alam. “Selamat datang pagi” kataku dalam hati, menyambut indahnya anugrah Bapa Surgawi.

Seiring sang surya yang bersinar. Ku lihat sebuah pengharapan yang memancar. Sama seperti mentari yang menghangatkan bumi, demikianlah kasih ALLAH kepada seluruh bumi. Sama seperti ALLAH yang memberi indahnya pagi, demikianlah ALLAH kan memberkati. Sama seperti pagi yang datang dengan pasti. Demikianlah kasih ALLAH tiada henti. Tak kuragukan lagi, sama seperti ALLAH memberi hari yang indah, demikianlah kasih ALLAH kan berlimpah.

Kulihat senyum BAPA SURGAWI, nampak dalam mentari yang berseri. Tangan TUHANku menggenggam erat jantung hatiku, melalui angin yang berhembus membungkusku. Perhatian ALLAH-ku mengalir melalui orang-orang sekelilingku yang mengasihi. Bahkan kasih-NYA selalu menyertai dalam setiap langkah hidupku. Bimbingan-NYA selalu bergema dalam hatiku, hingga aku tak kan pernah tersesat sedikitpun. Terima kasih TUHAN-ku atas setiap anugrah yang KAU beri. Ajar aku senantiasa berserah kepada-MU. Amin.

(Gembala Sion). 

Categories: Prosa | Tag: , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

PROSA : Fajar Pagi Hari

Fajar pagi bersinar dengan indahnya. Langit nampak cerah putih kebiru-biruan. Dihiasi dengan kuncup-kuncup bunga yang mulai merekah. Nampak ayu dan asri dengan berbagai-bagi warna dan bentuk. Menetes bening embun pagi yang bergulir di antara dedaunan. Menambah kesejukan yang menyelimuti. Di iringi alunan nyanyian burung gereja yang merdu, membuat pagi kian terasa menyenangkan.

Aku ingin menjadi milikmu fajar pagi. Tampil berdandan dengan cantiknya. Nampak senyum ceria di wajahmu. Sebagai ungkapan betapa gembiranya hatimu. Tanpa goresan dan duka yang melukaimu. Bersinarlah pagi yang indah. Aku ingin menikmatimu. Agar terlukis indah wajahmu di jiwaku. Agar tertulis sajak-sajak indah, yang terukir di hatiku. Bahkan tercipta lagu-lagu merdu yang bergema selalu.

Betapa indahnya seandainya jiwaku sepertimu. Bebas dalam angan dan lamunan. Tanpa ada kesuraman yang menyelimuti. Tanpa ada garis-garis hitam yang menghantui. Hanya keceriaan yang ada. Bahkan malam yang kelampun tlah terhapus oleh kehadiranmu. Selamat datang pagi, jadikan hidupku sepertimu. Terima kasih BAPA SURGAWI, KAU ciptakan pagi yang indah untukku. Amin.

(Sion, Pdt Agus Widjianto, MTh).

Categories: Prosa | Tag: , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar