PUISI : Mengapa Kita

mengapaMengapa kita tidak segera bangun?
Sedangkan ayam telah terus berkokok membangunkan kita.

Mengapa kita bermuram durja,
sedangkan bunga-bunga telah nampak ceria dengan mekarnya yang indah.

Mengapa kita tidak segera bekerja?
Sedangkan mentari telah bersinar terang, untuk menerangi agar kita dapat bekerja.

Mengapa kita tidak segera istirahat?
sedangkan bulan telah bersinar untuk menjagai kita.

Mengapa kita tidak berserah kepada TUHAN?
sedangkan tangan TUHAN telah terbuka menanti kita.

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: