PROSA : Damai

sungai 2Damai itu seperti air jernih, yang mengalir menyejukkan hati yang sedang gerah.
Damai itu seperti sinar bulan purnama di waktu malam cerah, yang menghias hati yang sedang gundah
Damai itu seperti bintang-bintang yang menghiasi malam gelap yang sepi, yang menerangi hati yang sedang sendiri.
Damai itu seperti mentari yang berseri di waktu pagi di musim semi, yang menerangi hati yang sedang merana.
Damai itu seperti embun pagi yang menetes di dedaunan yang menyejukkan hati yang gelisah
Damai itu seperti bunga-bunga yang bermekaran di taman hati yang menyejukkan mata hati yang gersang.
Damai itu seperti angin yang berhembus sepoi di waktu siang hari, yang menyejukkan hati yang sedang panas
Damai itu seperti awan hitam yang tersapu, berubah menjadi langit cerah, yang menyapu hati yang sedang resah
Damai, damai, damailah hatiku selalu !

(Gembala Sion)

 

Categories: Prosa | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: