PUISI : Tinggal di Pengungsian

pengungsiTinggal di pengungsian rasanya tidak enak

Tempat sempit berebut dan berdesak-desak

Senggol kanan senggol kiri terasa begitu sesak

Siang malam bising karena banyak anak-anak

 

Rumah tidak dapat dihuni karena banjir

Mau minum, cuci dan mandi susah air

Siang malam, pagi dan petang terus mikir

Sampai kapankah semua akan berakhir

 

Mau makan nunggu uluran para dermawan

Bisa ganti baju kalau ada yang memberikan

Namun, masih tersisa sebuah pengharapan

Bahwa TUHAN pasti tidak akan meninggalkan

 

(Gembala Sion)

Categories: Puisi Rohani | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: