RENUNGAN : Hidup Adalah Perjuangan

Hiking“Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.” Kejadian 2:7

Hidup adalah perjuangan. Karena bagaimanapun hebatnya manusia kita ini berasal dari debu dan tanah. Perjuangan kita adalah bagaimana kita yang hanya debu dan tanah dapat menguasai dunia ini. Perjuangan manusia untuk ada. Namanya mas “sperma”. Mereka  dengan jutaan sperma yang lain, berjuang, berlari, sodok-sodokan, dorong-dorongan, kejar-kejaran. Semua bersaing ketat untuk mendapatkan mbak “ovum” yang cantik. Setelah mas Sperma menang, mereka bersatu dengan mbak Ovum dan jadilah benih manusia. Di dalam kandungan, manusia berjuang untuk hidup, dari sebuah benih lemah sekali, mereka ingin mempertahankan hidup mereka meski di tempat yang sempit.

Setelah dirasa tempat itu tidak cukup untuk dapat mempertahankan hidup. Mereka berjuang untuk keluar dari dalam kandungan, meski pintu itu sempit, mereka dorong dengan sekuat tenaga. Terhimpit, tercekik, tergencet, namun dengan sekuat tenaga akhirnya keluarlah dari dalam kandungan ke dalam dunia. Sakit sekali, hampir mati rasanya, nangis sekuat-kuatnya.

Kini perjuangan baru dimulai, harus menyesuaikan diri dengan dunia baru, harus minum dan makan untuk dapat hidup. Harus belajar berjalan, belajar berbicara dan harus belajar terus-menerus tiada henti. Tidak bisa tidur terus, tidak bisa enak-enak terus, hidup penuh perjuangan dan persaingan orang lain.

Saat dewasa perjuangan semakin berat, tidak ada yang memberi makan, harus bekerja keras untuk makan. Harus bekerja untuk beli pakaian, tempat tinggal dan berbagai-bagai kebutuhan hidup. Dan ketika berkeluarga perjuangan sungguh berat, harus mencukupkan kebutuhan keluarga. Dan saat tua perjuangan belum berhenti, harus kembali berjuang untuk sehat, untuk dapat melakukan segala sesuatu sendiri agar tidak menjadi beban orang lain.

Bagaimana dengan perjuangan hidup kita? Apakah cukup santai-santai saja? Apakah sudah lelah berjuang? Atau kita sadar perjuangan masih panjang? Berjuanglah dengan gigih, karena kita hanya berasal dari debu dan tanah. Hidup ini adalah perjuangan.

(Gembala Sion).

Iklan
Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: